Siti Hasnah Pauliah

Momentun Hari Gizi Nasional untuk Memperkuat Komitmen Cegah Anak Stunting

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Minggu, 21 Januari 2024 - 05:50 WIB

Momentum Hari Gizi Nasional harus kita ramaikan supaya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang baik itu untuk ibu-ibu hamil, ataupun balita,

TOKOHKITA. Tanggal 25 Januari 2024 terdapat peringatan Hari Gizi Nasional yang ke-64. Peringatan ini diambil berdasarkan tanggal dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia pada tanggal 25 Januari 1951. 

Mengacu pada situs resmi Dinkes Kota Yogyakarta, Hari Gizi Nasional ke-64 Tahun 2024 mengusung tema “MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting” dengan slogan “MP-ASI Berkualitas untuk Generasi Emas”. Pemilihan tema ini diambil mengingat stunting masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Indonesia. 

Salah satu upaya untuk mencegah stunting yakni dengan kualitas makanan dan minuman yang masuk ke tubuh anak sejak mereka makan Mpasi.  Oleh karena itu topik tersebut diambil sebagai tema Hari Gizi Nasional 2024.

Calon Legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil XIV Garut dari Partai PKS, Siti Hasnah Pauliah menilai, Hari Gizi Nasional merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi yang seimbang dalam menjaga kesehatan. "Hari Gizi Nasional harus juga menjadi simbol komitmen bersama dalam upaya memperkuat kualitas hidup melalui pemahaman gizi yang baik," ujarnya kepada Tokohkita, Minggu (21/1/2024).

Menurut wanita berhijab yang akrab disapa Bunda Pauliah ini, momentum Hari Gizi Nasional harus kita ramaikan supaya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang baik itu untuk ibu-ibu hamil, ataupun balita,  pemeriksaan ibu hamil, makanan dengan kandungan gizi yang cukup, kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat, termasuk kebersihan di kamar mandi.

"Sebagai penekanan, Hari Gizi Nasional harus memperkuat langkah bersama untuk mengurangi angka stunting atau gizi buruk yang ada di wilayah Indonesia," harap Bunda Pauliah.

Dengan banyaknyan penyuluhan dari dinas-dinas kesehatan, Teh Aas, panggilan akrab Pauliah di lingkungan keluarga Pesantren Cipari, Kecamatan Pangatikan, Garut ini, bilang, Insya Allah akan memberikan pengertian kepada masyarakat luas bahwa makanan sehat itu berpenagruh pada tumbuh kembang si anak juga. 

Faktor lingkungan sehat juga punya pengaruh terhadap tumbuh kembang anak. "Jadi biasakan pola makan sehat, hidup di lingkungan yang sehat itu akan membawa pengaruh pada tumbuh kembang anak," jelasnya. 

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting nasional pada tahun 2022 sebesar 21,6%. Untuk mencapai target 14%, maka pemerintah menargetkan untuk dapat menurunkan prevalensi stunting 3,8% per tahunnya sampai tahun 2024.

Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut menargetkan angka stunting menjadi 13% di tahun 2024. Sebelumnya angka stunting di Kabupaten Garut adalah 35?n saat ini sudah menurun ke angka 23,6%. Pemdakab Garut bersama seluruh jajaran terus melakukan upaya konkret untuk menekan angka stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi. 

Sejatinya, balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Lantaran pemicu stunting ini terbilang kompleks, maka upaya-upaya pencegahannya pun harus dijalankan secara menyeluruh dan komprehensif serta berkelanjutan, dengan melibatkan semua stakholder terkait. 

Sejarah Hari Gizi Nasional

Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan RI, Hari Gizi Nasional berdiri sejak tahun 1951. Tepatnya saat dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR).   Upaya perbaikan gizi mulai dijalankan. Saat itu dikepalai oleh Menteri Kesehatan yang dijabat oleh Dokter J Leimena dan Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poorwo Soedarmo sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR).  

Pendidikan tenaga gizi terus berkembang dari tahun ke tahun. Hingga kemudian disepakati adanya Hari Gizi Nasional Indonesia. Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan pada pertengahan tahun 1960-an. Saat ini diprakarsai oleh Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes RI. 

Tujuan adanya Hari Gizi Nasional ini yaitu untuk meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi melalui gizi seimbang. Hal ini mengingat persoalan gizi buruk masih banyak terjadi di beberapa daerah. 

Melansir Kemenkes, ada banyak program untuk menanggulangi persoalan tersebut. Empat program itu yaitu percepatan penurunan kematian ibu dan kematian bayi, perbaikan gizi khususnya stunting, penurunan prevalensi penyakit menular dan penyakit tidak menular dan pendekatan keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). 

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER