Sachrial

Klambi Anyar dan Inflasi Martabat

  1. Beranda /
  2. Opini /
  3. Selasa, 28 Januari 2020 - 12:00 WIB

Sachrial/Dokumen pribadi
Sachrial
Foto: Dokumen pribadi

Partai ini ada meminjam istilah FX Rudi. Bukan oleh orang yang Klambi Anyar sing mbok pamerke neng aku. Tapi partai ini tetap ada oleh dudu klambi abong sing mbok simpeun neng atimu. Merah di hati itu yang utama.

Lirik lagu Pamer Bòjo ciptaan Didi Kempot yang digubah oleh FX  Rudi selaku Ketua PDI Perjuangan Kota Solo. Sungguh sebuah catatan intropeksi yang sangat dalam untuk membaca dinamisasi partai saat ini. Gubahan FX Rudi merupakan kegelisahan dan keresahan seorang kader lama yang sukses menghantarkan sang Jokowi menjadi walikota dan presiden.

Reward politik yang diberikan pada FX Rudi sebagai Ketua PDI Perjuangan Solo dengan munculnya anak presiden sebagai calon walikota.Terlepas dari itu semua apakah gubahan lirik lagu ditujukan pada seseorang atau siapa saja yang dimaksud.

Liriknya sangat dalam sebagai kritisi intropeksi buat kita semua. Begini gubahan liriknya. "Dudu klambi abang sing mbok simpeun neng atimu,nangging klambi anyar sing mbok pamerke neng aku". (Bukan baju merah yang kamu simpan di hatimu,tapi baju baru yang kamu pamerkan kepadaku).

FX Rudi berhasil mengekspresikan keresahan atas para kader lama,kaum tradisional,biar gepeng asal banteng,banteng ketataton, Kudatuli, loyalis partai tanpa Jamsostek dengan diidentikan sebagai kaum klambi merah yang menyimpannya di hati dan aliran darah. FX Rudi pun mengkritisi dan mengambil contoh yang sangat aktual bahwa ada kaum klambi merah baru yang melakukan aktivitas pamer uang dan patron dengan jalan suap.

Harun Masiku, kader klambi anyar yang  bermasalah.Kurang lebih begitu apa yang diungkap dan dicurahkan dalam gubahan liriknya bahwa adanya klambi anyar yang menyimpan merah di raga dengan menggunakan kekuatan aku ini dekat dengan dia, aku ini anak si ini, aku ini bisa menghasilkan uang,aku ini punya ini dan itu.

Klambi anyar memang memamerkan hal-hal materil. Tapi klambi lama menyimpan rasa merahnya rasa berpartai pada darah dan dagingnya. Berjuang terus tanpa henti untuk partai, setia pada pimpinan, gerak dan napasnya hampir didedekisaikan untuk partai. Klambi anyar telah menggeser para klambi yang menyimpan di hati.Tatanan partai dirusak oleh para klambi anyar. Salut buat FX Rudi tetap konsen dan kritis atas apa yang terjadi di partainya. Gubahan lirik FX Rudi adalah nasihat kasih penuh cinta pada partainya menanggapi apa yang sedang dialami saat ini.

Klambi Anyar Hasan Masiku
Pentas nasional memang tidak sepi dengan isyu dan kejadiaan. Operasi tangkap tangan (OTT) salah satu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  telah membuka topeng integritas lembaga tersebut sebagai pabrik penghasil wakil rakyat dan presiden. Bayangkan, pabriknya dioperatori oleh orang berwatak keras buat caleg narapidana korup, eh tak tahunya kamu ketauaan juga dagang kursi.

Hasan Masiku, awal karier politiknya di Partai Demokrat dan Tim Sukses SBY di kampungnya Sulawesi. Menurut Jansen Sitongan,dia tidak terlalu punya peran di partainya. Terang saja para pemain di Demokrat, seperti Roy Suryo, Andi Arief, Jansen menggoreng isue Hasan Masiku dikemas dengan baik untuk menyerang partai pengusung Jokowi ini. Kelebihan para eksodus dari Partai Demokrat itu memang jago kabur dan mengacak-acak sistem dan tatanan. Lihat, Nazarudin mantan Bendum Partai Demokrat yang kicauannya membuat banyak orang yang terseret olehnya. Akhirnya bisa dibekuk di  Colombia.

Begitupun sampai sekarang Hasan Masiku belum juga ditemukan. Nampaknya di Partai Demokrat ada silabus bagaimana kabur dan merusak tatanan. PDI Perjuangan akhirnya menyematkan klambi  merah anyar pada Hasan Masiku. Bahkan akan dipersiapkan kursi kehormatan untuknya menggantikan almarhum Nazarudin Kiemas (mari kita berdo'a sejenak agar iman dan islamnya almaruhum diterima Allah SWT,aamiin),  dengan mendongkel suara kedua Riezky Aprilia yang mendapatkan suara sebesar 44.402.

Upaya konstitusional ditempuh dengan mengajukan uji materil di MA dengan melibatkan nama Sakral dan yang kita hormati ibu Hj Mrgawati. Padahal kalau memang sangat konstitusiinal tak perlu lagi ada biaya ratusan juta untuk komisioner hingga akhinya mencoreng nama besar partai kita dan yang pasti hakul yakin Ibu Hj Mrgawati tak tahu ada perdagangan suara dan traiding infulance. Lantas siapa yang memainkan ini semua?

Di saat rakernas hadiah dari sang klambi anyar merah membuat salah seorang terkena diare. Hasan Masiku yang telah menggunakan klambi anyar telah memarken pada kita semua praktek politik kotor.Hingga akhirnya semua terbuka segala praktek curang yang dilakukan oleh Hasan Masuku Conection. Gagalnya penyegelan kantor Diponogoro tempat sakral perlawanan praktek-praktek kotor zaman orba telah memberi kesan bahwa partai kita sedang melawan pemberantasan korupsi.

Traiding infulance,tak berhenti disana kader Kita yang juga sebagai Menteri Hukum dan HAM  Yasona Loly ikut turun bersama team hukum.Silang pendapat akhirnya terjadi antara Yasona sebagai pimpinan kementerian dengan anak buahnya Romy F Sompie sebagai Dirjen Imigrasi, yang berbeda dengan atasannya tentang keberadaan Hasan Masiku. Akhirnya dari itu semua Yasona Loly dianggap dan dilaporkan publik melakukan dugaan perintangan penyidikan.

Yasona Loly nampak tak berkoordinasi dengan Dirjen Imigrasi dan istrinya Hasan Masiku yang menyatakan bahwa Hasan Masiku telah kembali ke Indonesia tanggal 7 Januari 2020. Partai kita terseret jauh hanya karena soal Hasan Masiku, padahal para kader Partai Demokrat menyebutkan bahwa Hasan Masiku tidak dikenal di partai itu. Kenapa Hasan Masiku begitu sangat berharga di partai kita dan juga beliau baru menggunakan klambi anyar merahnya. Apakah ini bukan pertanda bahwa kita mengalami inflasi martabat oleh seorang Hasan Masiku. Sedangkan, kami sebagai Kader selalu diajarkan sebuah dignity sang Proklamator.

Lebainya menangani Hasan Masiku,telah membuat saya sebagai kader bertanya-tanya bagaimana kader-kader yang jadi dewan dan kepala daerah yang terlibat korupsi pihak pusat dengan gesit memecat tanpa ada upaya pembentukan tim hukum dan menyerang media melalui Dewan Pers  bahwa adanya freaming. Kenapa itu tidak dilakukan pada kader-kader dibawahnya? Kenapa justru pada si klambi anyar ini begitu sangat masif pembelaannya. Partai kita terseret dalam pusaran air keruh Hasan Masiku hingga banyak korban. Saran saya sebagai seorang kader lebih baik menenggelamkan Hasan Masiku dan para patronya yang bersama-sama telah membuat partai ini inflasi dan mencoreng lembaga partai terhormat ini.

Pernyataan mengagetkan keluar dari seorang pimpinan tertinggi partai ini sang Sekjen Hasto saat diwawancara oleh media. Parameter politik elektoral terkait pada perolehan suara. Hasan Masiku  hanya 5 878 suara. Diatasnya ada Diah Okta 13310.disusul Dody Julianto 19.776. Di atasnya lagi Darmadi Jufri 26.103. Sementara suara kedua yang kini menjadi polemik atas kasus ini adalah Rizky Aprilia memperoleh suara 44.402. Amarhum Nazarudin Kiemas memperoleh suara >100.000. Almarhum memang kader terbaik walau sudah di dalam kubur pemilih masih mempercayai untuk tetap menjadi aspirator.

Lantas dimana rumus yang menyebutkan bahwa Hasan Masiku adalah kader Tterbaik,suaranya saja hanya 5.000 masih dibawah Dany Ramang yang pernah menjadi Caleg DPRD Prov Jabar Dapil SMS. Apakah karena dapat beasiswa dari Ratu Inggris?apakah karena pakar hukum ekonomi internasional?Atau karena punya uang ratusan juta untuk menyuap komisioner?

Pertanyaan itu akan mentah,bahwa Hasan Masiku Bukan kader terbaik,karena di demokratpun tak terlalu diakui perolehan suaranya rendah. Melakukan politik kotor,menyeret nama besar partai yang anti korupsi menjadi pro Korupsi.Membeli kursi ratusan juta untuk.mendongkel.hak orang,melarikan diri,dan sebagainya. Masihkan kita mau betkata bahwa Hasan Masiku kader baru yang membuat banyak masalah kata FX Rudi.

Ya, Hasan Masiku adalah klambi anyar merah yang pamer keburukan politik yang telah membongkar orang-orang yang berpraktek buruk dalam politik. Jangan sampai 2H (Hasan-Hasto) yang sedang berduet maut ini menjadi lonceng kematiaan demokrasi. Duet maut 2H semoga tak menjadi "malikat maut'.
Akibat duet maut 2H ini telah banyak yang terseret dan membuka banyak tabir. Mahfud MD yang gencar pada pengacara Setnov sdr.Fedrick Yunadi bahwa beliau dapat dikenakan Obstruction OF Justice Pasal 21 UU Tipikor. Akhirnya pengacara Setnov pun terjerat pada pasal yang menyebutkan mengahalangi proses hukum.

Tetapi saat ditanya oleh wartawan soal adanya Menteri yang melakukan hal yang sama pada pasal 21 tersebut,Mahfud enggan berkomentar itu urusan kementeriaan Hukum dan Ham bukan urusan Kemenpolhukam. Pertanyaanya sejak kapan Kemenhumkam tidak menjadi bagiaan koordinasi Kemenpolhukum.

Realita 2H ini telah mencabut daya kritis seorang Mahfud Md. Hadirnya Menteri Hukum Dan Ham Yasoana Loly telah membuktikan bahwa tidak ada hubungan koordinasi dengan Dirjen Imigrasi soal keberdaan Masiku. Yang terang, 2H telah membongkar tanpa sadar  bahwa partai yang mempunyai standar ideal  ternyata berpraktek tidak indah dengan mengesampingkan kader-kader terbaik yang memperoleh suara yang signifikan.

Keberadaan, 2H telah membuat instansi terkait membentuk tim untuk penangkapan Hasan. Alhasil, 2H telah membuat potret buram negri ini. Atas dasar itu, maka kami selaku kader meminta pada pihak terkait memulihkan semua persoalan ini. Saya tidak mau Ibu.Hj.Megawati dan partai ini tetseret jauh oleh duet maut 2H.

Partai ini ada meminjam istilah FX Rudi, bukan oleh orang yang klambi anyar sing mbok pamerke neng aku. Tapi partai ini tetap ada oleh dudu klambi abong sing mbok simpeun neng atimu. Merah di hati itu yang utama. Semoga kita semua tidak terbawa oleh duet maut yang membawa pada ruang gelap ketidakadilan. Aamiin. Merdeka..........

*Penulis aktif di Firma Hukum Dark Justiceadalah dan kader PDIP (32.04.28.005.120671.1460)

Editor: Tokohkita

TERKAIT