Sachrial

Mengibarkan Panji 3M

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. EDUKASI /
  4. Sabtu, 20 Februari 2021 - 07:23 WIB

Dalam suksesi alumni ini, berarung empat bakal calon kandidat ketua IKA FH Unisba periode 2021-2024 yang telah dinyatakan lolos verifikasi adalah, Kang Rudi (FH.1987) Kang Sachrial (FH 1990), Kang Tomy (FH 2000), dan Kang Afif (FH 2006).

TOKOHKITA. Pemilihan Ketua IKA FH Unisba periode 2021-2024 bakal dilaksanakan di Lantai 8, Auditorium Dekanat Universitas Islam Bandung (Unisba), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/2/2021).

Dalam suksesi alumni ini, berarung empat bakal calon kandidat ketua IKA FH Unisba periode 2021-2024 yang telah dinyatakan lolos verifikasi adalah, Kang Rudi (FH.1987) Kang Sachrial (FH 1990), Kang Tomy (FH 2000), dan Kang Afif (FH 2006).

Pada kesempatan ini, Kang Sachrial menyampaikan visi dan misinya, yang diambil dari Hymne Unisba. Adapun visinya adaah ingin mengantarkan semangat jaya Islam yang bahagia niscaya pastilah nyata. Menurut dia,  kampus Unisba adalah gerbang ilmu yang dibidani oleh para ulama besar yang memilki integritas tinggi, dengan mMelepaskan kepentingan pribadi demi kemaslahatan ummat.

"Jangan sampai kampus ini menjadi panggung mencari kejayaan pribadi. Karena semangat menjayakan Islam lebih utama, maka Unisba mendapat peringkat 35 kampus terbaik di dunia dari 100 kampus yang ada di berbagai negara merujuk data Uni Rank. Tentu itu adalah buah dari civitas akademika dan alumnus serta bagiaan penting yang selalu terlupakan cleaning service, satpam, pun tentu do'a dan ikhtiar di Unisba menjadi penyumbang atas ranking tersebut," paparnya.

Selain it, pria murah senyum yang berprofesi sebagai notaris ini menyebutkan misi dalam pencalonan tersebut yakni, gelaran bukan tujuan tapi kurbanmu. Mengutip sbuah berita IDN Times, Sachrial bilang, 10 kampus hukum terfavorit indonesia pencetak alumnus berprestasi. Diantaranya UI,UNPAD,UNPAR,UGM,USAKTI,UPH,UNDIP,ATMAJAYA,USU,UNAIR.

Bagi Sachrial dengan tidak masuknya berita alumnus FH Unisba sebagai kampus yang tidak difavoritkan tidak menjadi soal. "Bagi kami alumnus Unisba kuisuson alumnus FH menunjukan bahwa alumnus lebih mengutamakan kurban. Dalam artian mendahulukan berbakti pada masyarakat, ketimbang mendapat gelar duniawi yang fana ini," tukasnya.

Yang terang, lulusan FH Unisba lebih punya hubungan transidental. Buat apa masuk dalam gelaran jabatan penting negara bila pada akhirnya justru menjadi beban negara dan merugikan rakyat. Alumnus FH Unisba dengan segala profesinya tentu menjadikan kurban lebih utama daripada sekadar gelaran. "Ringkasnya misi kami menjadikan alumnus bernilai karena menjadi yang bernilai lebih berharga daripada menjadi orang sukses. Orang sukses tak mungkin bernilai, tapi orang bernilai pasti sukses," jelasnya.

Kurban buat ummat, mahasiswa yang terancam putus kuliah, pendampingan hukum bagi kaum teraniaya, usaha ummat, dan mengoptimalkan para alumnus agar dapat lebih diakui oleh kampus untuk berkurban jadi pendidik di kampusnya sendiri. "Meneruskan kurban-kurban yang positif semasa kepemimpinan Ketua Kang Undang,dan tentu itu semua demi berkibarnya panji 3 M, yakni Mujahid, Mujtahid, Mujadid. Hinga akhirnya, kita sebagai alumnus bisa berbuat banyak di negri rahmat Ilahi ini," ajak dia.

Sachrial menambahkan, sebab itu maka format struktur organisasi IKA FH semestinya bertitik berat pada implementasi 3M. Para alumnus yang konsen pada penegakan hukum masuk pada struktur Mujahid. Para alumnus yang menjadi akademisi, pakar dan konsultan masuk pada bidang Mujtahid (penemu).

Adapun bagi para alumnus yang menjadi birokrat, notaris, dunia lainnya menjadi bagian dari Pembaharu Mujadid. Maka sesungguhnya hari ini adalah yang terpenting bukan memilih ketua IKA FH dan mengestafetakan tampuk kepemimpinan, tapi hari ini adalah hari dimana kita semua berkhidmat dan membuat konsensus  bagaimana alumnus FH unisba ini menjadi Mujahid, Mujtahid dan Mujadid bagi Jaya Islam Bahagia Nanti Pastilah Nyata.

Bila perebutan kepemimpinan ini menjadi utama dan agenda kelanjutan kekuasaan tanpa memikirkan hal besar maka itu akan mengkerdilkan diri kita dan kita hanya berHymne di tengah kebisingan dan persaingan tanpa tujuan. "Itulah visi dan misi kami selaku kandidat IKA FH periode 2021-2024, selanjutnya saya hanya berpasrah pada takdir Allah saja," tutup Sachrial.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER