Pradi Supriatna, Wakil Walikota Depok

Pakailah Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. LINGKUNGAN /
  4. Selasa, 6 Agustus 2019 - 23:32 WIB

Wakil Walikota Depok, Pradi Supritna/Istimewa
Wakil Walikota Depok, Pradi Supritna
Foto: Istimewa

imbauan ini bisa menjadi tradisi baru yang lebih ramah lingkungan untuk masyarakat Kota Depok. Budaya positif ini, menurutnya bisa dimulai dari para pejabat terlebih dahulu

TOKOHKITA. Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia dalam menghasilkan sampah plastik sekitar 3,5 juta ton per tahun. Tak pelak, pencemaran lingkungan baik di darat maupun di laut semakin memprihatinkan. Tak hanya itu, sampah plastik juga menurutnya berbahaya bagi kesehatan manusia dan menyebabkan stunting apabila mengonsumsi ikan yang sudah tercemar sampah.

Pemerintah menargetkan jumlah sampah plastik di laut mampu berkurang 70% pada 2025. Untuk itu berbagai upaya dilakukan untuk menekan konsumsi sampah plastik. Dari mulai mensosiliasikan aksi peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah plastik ke sungai, membagikan tumbler gratis kepada masyarakat agar bisa mengurangi sampah dari botol pastik dan sedotan.

Upaya lainnya adalah menekan penggunaan kantong keresek sekali pakai terlebih warna hitam hasil daur ulang karena sangat membahayakan jika terkontaminasi dengan makanan. Misalnya daging pada saat kurban yang umumnya didistribusikan dengan menggunakan kantong keresek. Untuk itu, Wakil Walikota Depok, Pradi Supritna, mengajak seluruh masyarakat Kota Depok untuk menggunakan wadah daging kurban yang ramah lingkungan.

Nah, salah satunya adalah menggunakan besek bambu yang limbahnya bisa diurai dengan cepat. Selain itu, penggunaan besek ini juga membawa dampak positif bagi usaha kecil pengrajin besek. “Saya mengajak semua masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik. Dari memakai kantong kresek plastik jadi besek atau daun pisang,” ujarnya di Depok, Selasa (6/8/2019).

Pradi berharap, imbauan ini bisa menjadi tradisi baru untuk membangun budaya dan ramah lingkungan di masyarakat Kota Depok. Budaya positif ini bisa dimulai dari para pejabat terlebih dahulu. “Saya sendiri telah memesan 1.000 besek bambu kepada perajin bambu di Kota Depok. Selain ingin turut dalam menjaga lingkungan dan menjadi contoh bagi masyarakat juga,” jelasnya.

Menurut Pradi, besek yang berbahan dasar bambu cenderung ramah lingkungan dan memberikan keuntungan kepada para perajin bambu yang ada di Kota Depok. Terlebih, kantong plastik hitam membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alamiah. Belum lagi, plastik juga mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan. “Lebih sehat pakai besek bambu. Bisa dipakai kembali dan mudah terurai secara alamiah,” pinta Pradi.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER