Tokohkita News Media Monitoring 9 Juli 2019

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Selasa, 9 Juli 2019 - 11:52 WIB

Pemprov Larang Penambangan Liar di Sawahlunto. Air dan Panas Bumi Masih Dominan.Tahun Depan, HPP Listrik Berpotensi Turun.

REGULASI DAN KEBIJAKAN
Pemprov Larang Penambangan Liar di Sawahlunto. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mulai tegas melarang seluruh bentuk aktivitas penambangan liar atau illegal di wilayah Sawahlunto. Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menegaskan, larangan ini berlaku pascapenetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai situs warisan budaya dunia oleh UNESCO. (Republika, 4)

ENERGI DAN PERTAMBANGAN
Air dan Panas Bumi Masih Dominan. Pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi diprediksi masih mendominasi bauran energi terbarukan hingga 2028. PT PLN mencatat bauran energi terbarukan untuk pembangkitan hingga Mei 2019 telah mencapai 13,42?ngan porsi terbesar berada pada energi air. Realisasi bauran energi baru terbarukan pada Mei 2019 meningkat 1,03 poin disbanding kondisi terakhir 2018 sebesar 12,39%. (Bisnis Indonesia, 24)

PLTU Jawa 7 Segera Beroperasi. PLTU Jawa 7 diperkirakan segera beroperasi tahun ini ditandai dengan peresmian terminal pelabuhan batu bara yang akan menyuplai kebutuhan energi PLTU tersebut pekan lalu. PLTU Jawa 7 akan menjadi PLTU terbesar pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi boiler ultra super critical (USC). Selain itu pengoperasian PLTU Jawa 7 menggunakan sistem ramah lingkungan, yaitu sea water fuel gas desulfurization (SWFGD). (Media Indonesia,13)

Tahun Depan, HPP Listrik Berpotensi Turun. Kebijakan pemerintah menahan tarif listrik hingga akhir 2019 menyebabkan Harga Pokok Penyediaan (HPP) listrik lebih tinggi daripada tarif listrik yang ditetapkan selama tahun 2017-2019. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan, jika penyesuaian tarif listrik berdasarkan variable penentu yakni Indonesian Crude Price (ICP), inflasi dan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), serta harga energi primer maka tarif listrik berpotensi naik. (Kontan, 14)

Kontraktor Migas Diminta Ikut Penuhi Rasio Listrik. Demi memenuhi target rasio elektrifikasi kelistrikan pada tahun ini yang mencapai 99,9% pemerintah meminta badan usaha dan kontraktor kerja sama (KKKS) mendukung program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Sebanyak 21 kontraktor dan 12 badan usaha lain terlibat untuk memenuhi rasio elektrifikasi. (Kontan, 14)

Energi Gerus Daya Saing. Pemerintah pernah menjanjikan harga gas yang kompetitif bagi industri melalui Paket Kebijakan Ekonomi III. Pelaku industri menagih realisasi janji itu. Biaya energi, terutama harga gas dan tarif listrik yang tidak kompetitif, menggerus daya saing beberapa sektor industri nasional. Pelaku industri berharap paket kebijakan ekonomi menyangkut harga energi yang sudah dikeluarkan pemerintah direalisasikan. (Kompas, 13)

Batal, Lelang Gas Indonesia Tengah. Kementerian ESDM membatalkan lelang pengadaan gas untuk sejumlah pembangkit listrik di Indonesia Tengah. Pelaksana lelang itu adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pemerintah membatalkan proses lelang yang sejatinya berlangsung sejak tahun 2016. Alasannya adalah perubahan permintaan. Hasilnya, pemakaian gas untuk pembangkit listrik harus menyesuaikan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2019-2027. (Kontan, 14)

Pemerintah Siap Melelang Tambang Blok Suasua. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) tambang nikel Blok Suasua di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Kementerian ESDM mengumumkan rencana lelang WIUPK tambang nikel tersebut melalui surat bernomor 21.Pm/30/DJB/2019, kemarin (8/7). Selanjutnya, pemerintah akan menginformasikan jadwal pelaksanaan lelang terhitung setelah 20 hari kerja sejak tanggal pengumuman. Dengan kata lain Kementerian ESDM akan mempublikasikan jadwal lelang pada 5 Agustus 2019. (Kontan, 14)

Asa Batu Bara untuk Membara. Nasib batu bara seolah makin gelap, segelap warnanya. Perlambatan ekonomi global dan penggunaan energi terbarukan semakin mengancam eksistensi bahan bakar fosil tersebut. China, yang menopang permintaan batu bara global selama hampir dua dekade mulai meredup, sedangkan tren penggunaan energi terbarukan sebagai alternative batu bara – karena dianggap kotor – mulai meningkat. (Bisnis Indonesia, 6)

KORPORASI
PLN NTT Bangun PLTS di Pulau Terpencil. PT PLN (Pesero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT mulai membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di pulau terpencil di daerah itu. Pembangunan tiga PLTS terpusat tersebut dilakukan di Kabupaten Alor, yakni Pulau Tereweng, Ternate, dan Desa Tribur, Kecamatan Alor Barat Daya di Pulau Alor. (Media Indonesia, 17)

PLTU Hong Kong Andalkan Batu Bara Adaro. Pasokan listrik di Hong Kong sebagian di antaranya ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sumber energinya  dari batu bara. Salah satu PLTU yang menjadi pemasok utama listrik di Hong Kong adalah China Light and Power (CLP) Group. Untuk memenuhi kebutuhan batu baranya, CLP bermitra dengan salah satu produsen batu bara asal Indonesia, PT Adaro Energy Tbk. (Republika, 17)

Pertamina Seleksi 40 Calon Mitra Kilang Balikpapan. PT Pertamina segera menyeleksi lima kandidat dari total 40 perusahaan yang berminat dalam pengembangan Kilang Balikpapan dengan total investasi US$7 miliar. BUMN migas itu akan mengumumkan perusahaan yang menjadi mitra perseroan di kilang yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur pada media Juli 2019. Menurut Dirut Pertamina, RDMP lima kilang minyak diperlukan agar proyek berjalan lancer sehingga total kapasitas kilang naik menjadi 2 juta barel per hari (bph) dibandingkan dengan saat ini sekitar 900.000 bph. (Bisnis Indonesia, 1)

OKAS Ajukan Izin Pakai Hutan untuk Tambang Emas. PT Ancora Indonesia Resources Tbk sedang mengajukan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk penambangan emas di Lombok Barat, NTB. Penambangan ini melalui anak usaha bernama PT Indotan Lombok Barat Bangkit. Ancora mengklaim, Indotan Lombok Barat sudah mendapatkan rekomendasi dari Gubernur NTB. (Kontan, 13)

Inalum Siap Mengambil Alih 20% Saham INCO. PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) bergerak cepat. Terbaru perusahaan ini siap untuk mengambil 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Direktur Utama PT Inalum, mengatakan, Inalum sudah siap, bahkan sudah menghitung nilai saham produsen nikel tersebut. (Kontan, 1)

AGRIKULTUR
Melihat ‘Gajah‘ di Pelupuk Mata. Harga minyak sawit merosot terus hingga mencekik para petani. Pemerintah menilai penurunan ekspor ke Uni Eropa menjadi penyebabnya. Pelaku industri menilai ‘semut‘ di seberang lautan terlalu menjadi fokus, sementara ‘gajah‘ di pelupuk mata tak tampak. Masalah harga memang tak terlepas dari serapan pasar global. Namun, itu juga perlu dinilai secara proposional. Menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara, peningkatan serapan di dalam negeri adalah pendongkrak harga minyak sawit. (Bisnis Indonesia, 21)

NUSANTARA
Polisi Incar Pembuang Sampah Sembarangan. Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja memerintahkan camat dan kepala desa untuk bertindak tegas terhadap pembuang sampah sembarangan dengan cara melaporkan kepada pihak Kepolisian dan TNI. Tindakan tegas diperlukan untuk menibulkan efek jera agar Kabupaten Bekasi ke depannya lebih bersih dan rapi. (Media Indonesia, 10)

Kaji Pembedaan Tarif Cukai Kantong Plastik. Pembedaan tarif cukai kantong plastik jenis oxo perlu dikaji ulang. Hal itu disebabkan jenis plastik tersebut dinilai tetap membahayakan lingkungan. Rencana pemberlakuan cukai kantong plastik di Indonesia disambut baik sepanjang bertujuan membatasi konsumsinya dan mengurangi beban lingkungan. Namun, pembedaan tarif cukai kantong plastik yang terbuat dari biji plastik murni dan kantong plastik murni dan kantong plastik jenis oxo agar ditinjau ulang. (Kompas, 10)

Memanfaatkan Limbah RPH Menjadi Energi Listrik. Semua pihak terus berlomba menciptakan energi tanpa mencemari lingkungan. Hal inilah yang dilakukan tiga mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, yakni Hendra Surawijaya, Elfahra Casanza Amanda, dan Rizhaf Setyo Hartono. Mereka berhasil memanfaatkan limbah air rumah potong hewan (RPH) menjadi energi alternative listrik yang dinamakan Slaughtering House Waste Water atau Shower. (Republika, 5)

Kerajinan Limbah Koran. Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan tangan berbahan baku limbah kertas koran di Dapur Akasia Art, Tanggerang Selatan, Banten, Senin (8/7). Berbagai jenis kerajinan dnegan berbagai macam bentuk dan ukurannya dijual dengan harga mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 115.000 per buah, tergantung tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan. (Kontan, 13)

Bongkahan Diduga Limbah Dibuang di Bantaran Sungai di Semarang. Puluhan bongkahan benda yang diduga limbah yang mengandung bahan kimia ditemukan berserakan di bantaran Kanal Banjir Barat Semarang, tepatnya di belakang Kantor Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang. Kepala Satpol PP Semarang, mengatakan, temuan itu didasarkan atas laporan dari warga sekitar. Untuk sementara, barang-barang tersebut akan dipindahkan ke TPS Jatibarang, karena dikhawatirkan mengandung bahan kimia berbahaya yang akan mencemari air sungai. (antaranews.com, https://bit.ly/2L9D80X)

1.000 Bibit Mangrove Ditanam di Teluk Bintuni. Kepolisian Resor Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat menanam sebanyak 1.000 bibit mangrove (bakau) dalam rangka menyambut ulang tahun Bhayangkara. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat, mengatakan, penanaman dilakukan di Pulau Masina dan dipimpin langsung oleh Kapolres Teluk Bintuni. Bupati Teluk Bintuni menyebutkan, kegiatan tersebut selaras dengan program pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi, yakni hutan mangrove di daerah tersebut harus dijaga. (antaranews.com, https://bit.ly/2JkYS81)

Reclamation, industries worsen coastal erosion. With Indonesia losing large parts of its coastal areas to coastal erosion, scientists are citing coastal development and unsustainable economic activity as the main cuases of the occurrence of the natural process. According to a study from the Maritime Affairs and Fisheries Ministry, the country loses around 1,950 hectares of coastal area annually due to erosion, while only gaining around 895 ha from coastal sedimentation. In the last 15 years, the country has lost 29,261 ha of coastal area. (The Jakarta Post, 2)

Perambahan Hutan di Papua Ditelusuri. Dinas Kehutanan Provinsi Papua dan kepolisian akan menindaklanjuti hasil temuan WWF Indonesia terkait dugaan perambahan hutan di tiga kabupaten pada akhir Juni lalu. Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Yan Pugu mengatakan, puluhan titik tumpukan kayu merbau, matoa, dan linggau yang ditemukan di Kabupaten Jayapura, Keerom, dan linggua yang diduga hanya beredar di pasaran lokal. (Kompas, 15)

BPPT Peringatkan Tidak Buka Lahan dengan Membakar. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperingatkan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena akan memperparah polusi udara yang sedang terjadi di Indonesia. Kepala BBTMC, mengatakan, tingkat polusi semakin tinggi tersebut akan membawa masalah lain bagi masyarakat, seperti kesehatan terganggu, perekonomian yang merugi dan lainnya. (antaranews.com, https://bit.ly/2XSpkOs)

Puluhan Hektare Lahan Pertanian Terdampak Belerang Bromo. Kawasan Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, masih dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Bukan cuma diselimuti kabut tebal dan embun es, puluhan hektare lahan pertanian terdampak belerang Bromo. Akibatnya, beberapa komoditas pertanian warga terancam gagal panen. (antaranews.com, https://bit.ly/2XPXYZj)

Membusuk Akibat Jerat Pemburu, Kaki Harimau Sumatera Ini Diamputasi. Seekor harimau Sumatera jantan diamputasi kakinya oleh Tim Medis BKSDA Bengkulu-Lampung akibat jerat kawat seling yang dipasang pemburu di kawasan hutan TNBBS, Kabupaten Lampung Barat. Ancaman terhadap eksistensi hewan ini cukup tinggi. Penyempitan habitat dan perburuan merupakan faktor utama penyebabnya. (mongabay.co.id, https://bit.ly/32j7Da3)

Macan Tutul Masuk Permukiman Warga, Pertanda Habitat Rusak? Seekor macan masuk Kampung Cimalingping, Kecamatan Kasomalang, Subang, Jawa Barat, 1 Juni 2019 lalu. Kejadian ini baru pertama kali dialami warga. Macan yang ditangkap ini memiliki berat 30 kilogram dengan panjang 208 centimeter. Saat ini dititipkan di Kebun Binatang Bandung. Kawasan konservasi macan tutul umumnya luas, namun kendala utama untuk menginventarisir adalah biaya besar meskipun tergantung metode dan intensitasnya. (mongabay.co.id, https://bit.ly/2XNx2tj)

Gajah Tertua Dikerahkan untuk Halau “Kelompok 11”. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau mengerahkan dua gajah latih tertua untuk operasi penghalauan belasan gajah Sumatera liar yang kerap disebut “Kelompok 11” di Kabupaten Kampar. Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengatakan, dua gajah latih tersebut berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas Kabupaten Siak. Mereka adalah gajah jantan yang jinak. (antaranews.com, https://bit.ly/2G2w9Tn)

INDONESIA: SURGA HIU DAN PARA PEMBURUNYA
Lebih dari 10 juta hiu dibunuh di seluruh perairan Indonesia setiap tahun. Belakangan, muncul gerakan kelas menengah Indonesia yang menuntut agar spesies yang semakin langka ini diselamatkan dari kepunahan. Kelas menengah adalah pembela utama hiu Indonesia yang semakin punah. Nicholas Saputra, adalah aktor paling terkenal di Indonesia yang ikut dalam kampanya menyelamatkan hiu. Awal tahun 2013, sebuah situs berita paling terkenal dipaksa mengubah sudut pandang laporan mereka. Berawal dari sebuah berita di kolom bisnis berjudul “Berburu Sirip Hiu, Bisnis Menggiurkan”. Berita itu menyulut protes di Twitter, karena dianggap bisa mendorong semakin maraknya perburuan hiu. Tekanan itu akhirnya membuat berita itu diganti dengan judul “Memprihatinkan! Perburuan dan Bisnis Sirip Hiu Masih Marak di Papua”. (www.dw.com)

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER