Jimly Asshiddiqie

Masih Banyak yang Harus Segera Dibenahi

  1. Beranda /
  2. Parlemen Kita /
  3. Senin, 11 Maret 2019 - 00:50 WIB

Jimly Asshiddiqie/Istimewa
Jimly Asshiddiqie
Foto: Istimewa

Sejak zaman Pak Soeharto, saya sudah menjadi pejabat dan saya lihat masih banyak yang perlu dibenahi.

TOKOHKITA. Calon anggota DPD nomor urut 32 dari DKI Jakarta Jimly Asshiddiqie menggelar lomba senam pagi di Taman Gorontalo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lomba senam dan bazar murah tersebut juga menyediakan doorprize menarik.

“Senam sehat sahabat Jimly ini diikuti oleh 500 peserta,” ujar Ketua Tim Sukses Daenk Jamal, Ahad (10/2/2019).

Menurut Daenk Jamal, penilaian dalam lomba senam dilakukan secara fair. “Mereka yang menjadi peserta terbaik akan diberikan hadiah langsung oleh Jimmly,” jelasnya. Melalui pelaksanaan lomba senam ini, diharapkan mampu mengajak masyarakat agar sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. “Masyarakat diajak untuk mengetahui, sekaligus menjaga kesehatan,” tukasnya.

Sementara mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang tahun ini maju sebagai Caleg DPD RI Dapil DKI Jakarta, Jimly Asshidiqie mengatakan, dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilu, masyarakat diingatkan bahwa nantinya akan mendapat empat kertas suara. “Kertas suara DPD berwarna merah, dan lihat saya nomor 32. Silakan dicoblos,” ujar Jimly.

Jimly pun berharap agar kegiatan tersebut bisa mengajak masyarakat mengetahui siapa yang akan dipilih. Senam lomba tersebut dihadiri sahabat Jimmly dari berbagai wilayah kecamatan di Tanjung Priok dan diikuti dengan antusias dan bersemangat.

“Ini adalah pertama kali pemilihan serentak digelar. Dan DPD mewakili rakyat DKI Jakarta dengan setiap provinsi terdiri dari empat orang. Ingat, DPD itu setara dengan DPR,” papar Jimly Asshiddiqie.

Jumlah anggota DPD sekitar 138 orang. Jadi siapa pun anggota partai pemenang pemilu, DPD pasti lebih banyak anggotanya dibandingkan anggota DPR.

Ditambahkannya, DPD berfungsi memperbaiki kenegaraan dan merupakan fraksi yang besar di MPR. Uniknya, DPD ini mempunyai dua kantor, yaitu di pemerintahan daerah dan di Senayan.

“Sejak zaman Pak Soeharto, saya sudah menjadi pejabat dan saya lihat masih banyak yang perlu dibenahi. Silakan pilih presiden siapa aja, silakan pilih anggota legislatifnya, dan untuk DPD mohon pilih saya,” pungkas Jimly.

Editor: Tokohkita

TERKAIT