Fahrul Razi

Menteri Agama: Tambahan "Kuota" Haji Indonesia

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Jumat, 17 Januari 2020 - 09:38 WIB

Penambahan jumlah calon jamaah haji Indomesia itu diberikan, terutama setelah pemerintah Arab Saudi mempertimbangkan sejauh ini jumlah jamaah dari Indonesia termasuk yang terbesar.

TOKOHKITA. Besaran ketentuan berapa jumlah calon jamaah  haji per negara, sebenarnya diputuskan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI). Namun demikian, ada kabar gembira khusus terkait jumlah calon jamaah haji Indonesia yang kemungkinan besar bisa diterapkan pada musim haji tahun ini.

Seperti diketahui, setelah selesainya pemugaran di Masjidil Haram, kuota haji Indonesia sudah kembali ke angka 210.000 orang per musim haji. "Bulan lalu, saya  bertemu dengan Menteri Haji Arab Saudi, beliau menyanggupi akan memberikan tambahan 20.000. Berarti jumlah jamaah haji akan menjadi 230.000 orang. Beliau berpesan ini bukan quota bonus. Apa pun istilahnya, kita mensyukuri tambahan quota ini bagi Indonesia, " ujar Menteri Agama Jenderal Purn. H Fahrul Razi di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Menag menyampaikan hal itu  pada saat acara pembukaan Kongres I SAHI (Silaturahmi Haji dan Umrah Indonesia) di Hotel Sari Pacific, Jakarta. Penambahan jumlah calon jamaah haji Indomesia itu diberikan, terutama setelah pemerintah Arab Saudi mempertimbangkan sejauh ini jumlah jamaah dari Indonesia termasuk yang terbesar.

Diingatkan, kemungkinan kompleksitas persoalan yang akan muncul juga dapat bertambah. "Karena itu saya mendukung penuh kehadiran ormas SAHI yang semula merupakan organisasi relawan Capres-Wapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Saya ingatkan, tugas SAHI bisa akan lebih berat, terutama agar menjadi solusi buat negeri ini secara kritis dan konstruktif," tambah Menag.

Sedangkan Ketua Umum SAHI H Abdul Khaliq Ahmad pada sambutannya menyatakan pihaknya bertekad akan menjadi mitra sejati Kemenag dalam konteks mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan ibadah haji, berpartisipasi mengawasi pelayanan bagi jamaah haji dan ikut berperan aktif memberdayakan ekonomi umat Islam Indonesia.

Laporan: Zaenal Wafa

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER