Jeanne Noveline Tedja

Cegah Anak Terlibat Geng Motor, Bangun Ketahanan Keluarga

  1. Beranda /
  2. Parlemen Kita /
  3. Kamis, 21 Februari 2019 - 20:56 WIB

Jeanne Noveline Tedja/Tokohkita
Jeanne Noveline Tedja
Foto: Tokohkita

Setidaknya, dalam waktu dua bulan terakhir, tercatat sudah ada tujuh kasus dengan 12 korban kebrutalan geng motor di Kota Depok.

TOKOHKITA. Aksi kejahatan jalanan yang dilakukan oleh kawanan geng motor di Kota Depok seakan tidak ada habisnya. Setidaknya, dalam waktu dua bulan terakhir, tercatat sudah ada tujuh kasus dengan 12 korban kebrutalan geng motor di Kota Depok. Modus para pelaku yang sebagian masih usia remaja itu pun sama, yakni ingin merebut ponsel hingga menjarah warung sambil menenteng senjata tajam.

Masih maraknya kasus geng motor ini soktak saja membuat resah warga. Atas insiden kekerasan yang masih saja terjadi di Kota Depok ini juga mengundang keprihatikan dari Jeanne Noveline Tedja, Aktivis dan Pemerhati Kota Layak Anak. "Menyikapi maraknya aksi kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak yang tergabung dalam geng motor, saya menganggap hal ini harus ditangani serius," katanya kepada Tokohkita, Kamis (21/2/2019).

Menurut dia, hal yang perlu diperhatikan adalah ketahanan keluarga. Pasalnya, anak yang terlibat dalam kegiatan negatif di luar rumah, biasanya disebabkan karena hak dan kebutuhan mereka tidak dipenuhi di rumah. Misalnya kebutuhan untuk mendapatkan pengasuhan dalam lingkungan keluarga, perhatian dan pengawasan dari orangtua, didengarkan pendapat dan pandangannya oleh keluarga di rumah, mendapatkan pendidikan ahlak dan budi pekerti dari orang tua dan sebagainya.

Selain itu, tidak tersedianya fasilitas taman dan gedung olahraga juga menjadi faktor penyebab anak tidak mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang positif. "Solusinya, orangtua harus menyiapkan anak-anak agar 'strong from home' yaitu dengan lebih mengawasi dan memperhatikan anak-anak. Bila malam masih keluyuran di luar rumah agar dicari dan diminta pulang. Orangtua agar lebih mendengarkan pandangan dan pendapat anak. Jangan sering memarahi anak, sehingga anak tidak betah di rumah dan mencari eksistensi di luar rumah," beber peraih doktor pertama di Indonesia bidang kajian Kota Layak Anak, sekaligus Founder & CEO Rumah Pemberdayaan ini.

Nane, biasa disapa berujar, pentingnya membekali anak-anak dengan pendidikan agama, ahlak dan budi pekerti. Kesibukan orangtua dan ketidakpahaman orangtua dalam mengasuh dan mendidik anak seringkali menjadi alasan. "Orangtua perlu mencari solusi dalam mengatasi masalah ini, misalnya dengan meminta pihak keluarga diluar keluarga inti seperti paman, bibi, atau nenek,  untuk membantu mengawasi anak ketika orangtua bekerja," saran Nane, yang kini maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat, Dapil Depok dan Bekasi dari Partai Golkar.

Di sisi lain, pemerintah, dalam hal ini, juga dapat melakukan peningkatan ketahanan keluarga yaitu dengan memberikan bantuan dan bimbingan kepada orangtua, keluarga, wali, atau pihak-pihak lain yang mengasuh anak. Tujuannya, agar anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan stabil, serta dalam suasana bahagia plus penuh kasih sayang.

Nane kembali menekankan, program kegiatan untuk meningkatkan ketahanan keluarga perlu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan pemerintah terkait dengan pemenuhan hak-hak anak.

Editor: Tokohkita

TERKAIT