Idris Sandiya

Ini Cara Unik Dekati Relawan dan Calon Pemilih

  1. Beranda /
  2. Parlemen Kita /
  3. Selasa, 12 Februari 2019 - 21:49 WIB

Idris Sandiya/Dokumen pribadi
Idris Sandiya
Foto: Dokumen pribadi

Mulai dari video blog (vlog) saat bertemu relawan, wefie bersama relawan, hingga foto-foto calon pemilih yang ditemuinya. "Sekarang sudah zaman now, kan kita juga mesti berkolaborasi dong dengan perkembangan zaman sekarang."

TOKOHKITA. Akun Instagram dan Facebook calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) Idris Sandiya dipenuhi dengan beragam sajian konten setiap harinya. Idris merupakan caleg DPR yang maju dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VI. Dapil itu mencakup Kota Bekasi dan Kota Depok. Melalui akun Instagram @idrissandiya dan akun Facebook H.Idris Sandiya, pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1969 ini menampilkan berbagai konten seputar aktivitasnya sebagai caleg.

Mulai dari video blog (vlog) saat bertemu relawan, wefie bersama relawan, hingga foto-foto calon pemilih yang ditemuinya. "Sekarang sudah zaman now, kan kita juga mesti berkolaborasi dong dengan perkembangan zaman sekarang. Kalau mungkin zamannya dulu kan orang masih pake SMS gitu kan, karena memang sekarang kan lagi booming internet kan, media sosial itu," kata Idris seperti dikutip dari Kompas.com.

Tak sampai di situ, konten yang disajikan Idris dan tim medianya di Instagram dan Facebook juga membahas banyak hal lain, seperti kata-kata motivasi, tips memanfaatkan masa muda, tips menjalani aktivitas produktif, tips liburan, tips menjadikan keseharian lebih ceria sampai tips hidup hemat. "Itu memberi motivasi saja kepada mereka, supaya berusaha ya, memberi pandangan, kan mereka juga perlu di-support," kata dia.

Selain itu, Idris juga menyajikan fakta-fakta terkait dapilnya. Kemudian juga ada referensi menarik, seperti rekomendasi film yang menginspirasi, tempat instagramable di Depok, tempat wisata seru di Bekasi, coffee shop terkenal di Bekasi sampai jajanan kuliner enak di Depok dan Bekasi. "Nonton, tempat kuliner, itu kan sebenarnya gini, misalnya kamu orang Jakarta, tapi kan belum tentu juga tahu bakmi yang enak di mana, itu kan belum tahu juga kan kadang. Nah (informasi) itu kita googling, kita informasikan, ya kita kasih informasi yang belum tahu, apa," kata Idris.  

Terkadang, Idris menemukan banyak tempat menarik di wilayah Depok dan Bekasi yang belum diketahui banyak orang. Sehingga, ia merasa perlu berbagi dengan menginformasikannya di akun media sosialnya. "Ternyata banyak tempat-tempat yang menarik di Bekasi, banyak hal yang belum dikenal gitu, di Depok juga sama kayak gitu. Kalau semua tahu, tereksplor ya jadi mereka yang dari daerah lain misalnya mau jalan ke sana, ekonominya bisa jalan semua kan tuh," ungkap Idris.  

Idris menilai apa yang dilakukannya di media sosial untuk mendekatkan diri dan memberi perhatian ke calon pemilih.Meski demikian, Idris juga tetap memprioritaskan bertemu secara tatap muka dengan calon pemilih. Sebab, calon pemilih juga perlu mengenal lebih jauh calon pemimpinnya secara langsung. "Kita kan mesti bersosialisasi dengan masyarakat. Masyarakat itulah yang mesti kita sentuh, ya kan. Mereka bisa menilai dari leaflet, bisa searching tapi kan harus diajak bicara, diberikan pengertian, ya kan, memahami program-programnya," tutur dia.  

Idris ingin menjangkau calon pemilih dari beragam kalangan dan usia. Oleh karena itu, ia memanfaatkan media sosial, di sisi lain juga fokus bertemu langsung dengan calon pemilih. "Ya sebenarnya yang paling efektif itu kan tatap muka ya. Tentunya media sosial kita manfaatkan untuk hal-hal positif, memberikan gambaran mengenai diri kita, program-program kita, masyarakat ada edukasinya," ungkap Idris.  

"Semua kita sentuh, baik yang generasi milenial, terus generasi umur 40, 50 kan yang 50, 60 juga mesti diperhatikan bahwa mereka diserap aspirasinya mereka. Itu kan perlu disosialisasikan ke mereka dan mereka butuh perhatian juga," lanjutnya. Ia memandang tantangan mendapatkan dukungan calon pemilih yang beragam pada dasarnya tak ada perbedaan spesifik. Sebab, menurut Idris, dukungan calon pemilih bisa diraih berdasarkan sejauh mana seorang caleg mampu menjelaskan profil, program kerja yang jelas dan sesuai, hingga mengapa mereka harus memberikan hak suara kepada caleg.  

Idris mengatakan, alasannya maju menjadi caleg ingin mendorong perbaikan taraf hidup bagi masyarakat Kota Depok dan Kota Bekasi. Ia menaruh perhatian pada dua hal yang selalu disampaikan masyarakat kepada dirinya. "Ketika melakukan sosialisasi kebanyakan masyarakat itu minta aspek pendidikan, dipermudah. Itu ada sampai ibu-ibu bicara, tolong supaya diperjuangkan di kecamatan saya ada SMA karena anak saya mau ke SMA jauh enggak bisa dan kuotanya terbatas gitu, dan terutama lagi lapangan pekerjaan," kata Idris. 

Terkait lapangan pekerjaan, Idris selalu berupaya mendorong agar masyarakat bisa memberdayakan dirinya, yaitu melalui wirausaha. Ia berkeyakinan setiap anggota masyarakat memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan melalui wirausaha. "Misalnya ojek ya, sekarang booming karena di-monetize kan, dikembangkan lewat aplikasi. Nah, masyarakat kan butuh monetize seperti itu kan, yang bisa apa. Tapi kan tidak mungkin semua jadi tukang ojek, ya kan," ujar dia.

"Bikin yang lain. Misalnya, bikin cireng, kue, tapi kan kadang tidak tahu (cara mengembangkannya), itu perlu dipromosikan, diberikan pelatihan kewirausahaan, gitu," sambungnya.

Editor: Tokohkita

TERKAIT