Rokhmin Dahuri

Tuntutan Pembangunan Kemaritiman, Seskoal Perlu Memperkuat Kurikulum

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Rabu, 27 September 2023 - 20:05 WIB

Seskoal dapat lebih aktif memanfaatkan jaringan alumni yang luas untuk mendukung pembangunan kemaritiman.

TOKOHKITA. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menyebutkan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) memiliki peran penting dalam pembangunan kemaritiman menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Atas dasar itu, Seskoal perlu memperbarui dan memperkuat kurikulumnya agar lebih sesuai dengan tuntutan pembangunan kemaritiman, termasuk peningkatan hukum laut internasional, manajemen sumber daya laut, teknologi maritim, keamanan maritim, dan ekonomi kelautan. Di samping itu, perlu aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak eksternal seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), industri maritim, dan lembaga penelitian maritim.

Paparan tersebut  diutarakan Prof Rokhmin  saat menjadi pembicara pada Seminar Maritim Nasional Pengelolaan dan Pengawasan Pencemaran Laut Guna Mewujudkan Blue Economy dalam Rangka Pembangunan Berkelanjutan, yang diadakan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Rabu (27/9/2023).

"Kerjasama ini dapat mencakup pertukaran pengetahuan, SDM, dan dukungan dalam pengembangan proyek-proyek maritim," ujar Rokhmin dalam makalahnya bertajuk Blue Economy sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia ini, Seskoal harus memperkuat bagian penelitian dan pengembangan (litbang) dengan fokus pada isu-isu maritim, khususnya yang relevan dengan pembangunan kemaritiman Indonesia. "Dari hasil riset dan inovasi yang dihasilkan dapat menjadi sumber daya berharga bagi pemerintah dan sektor swasta," terang Rokhmin.

Di sisi lain, Seskoal juga dituntut untuk memperluas jaringan kerjasama internasional dengan lembaga pendidikan militer dari negara-negara lain yang memiliki kepentingan maritim serupa. Dengan demikian, Seskoal dapat lebih aktif memanfaatkan jaringan alumni yang luas untuk mendukung pembangunan kemaritiman. "Alumni Seskoal yang berkarier di berbagai sektor dapat berperan sebagai duta kemaritiman dan membantu mempromosikan pembangunan kemaritiman di Indonesia," kata Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan 2020 – Sekarang.

Tak cuma itu, Seskoal musti fokus pada kesiapan strategis, termasuk perencanaan dan simulasi untuk menghadapi situasi darurat maritim, seperti bencana alam atau ancaman keamanan. Menerapkan teknologi terbaru, seperti simulasi komputer dan kecerdasan buatan, dalam pelatihan dan pengembangan strategi maritim.

"Kita berharap Seskoal dapat memainkan peran aktif dalam edukasi masyarakat tentang pentingnya kemaritiman melalui program-program pendidikan, seminar, lokakarya, dan kampanye informasi yang ditujukan kepada masyarakat umum," sebut Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan 2020–Sekarang

Rokhmin bilang, Indonesia memiliki potensi (modal dasar) pembangunan yang sangat besar dan lengkap untuk menjadi negara-bangsa yang maju, adil-makmur, dan berdaulat (Indonesia Emas). Potensi tersebut tidak lain adalah sektor kelautan dan perikanan atau blue economy.

Mengutip World Bank, Blue Economy sendiri adalah penggunaan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan umat manusia, dan secara simultan menjaga kesehatan serta keberlanjutan ekosistem laut. "Blue economy adalah penggunaan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan umat manusia, dan secara simultan menjaga kesehatan serta keberlanjutan ekosistem laut," ujar Rokhmin.

"Ekonomi kelautan meliputi semua kegiatan ekonomi yang berlangsung di wilayah pesisir dan lautan, dan di wilayah darat yang menggunakan bahan baku atau sumber daya alam yang berasal dari pesisir dan lautan," paparnya.

 

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER