Pengembangan Perikanan Budidaya Harus Berbasis Keunggulan Lokal

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Kamis, 9 Desember 2021 - 05:29 WIB

Untuk kabupaten/kota non-pesisir, komoditas/spesies unggulannya adalah jenis-jenis ikan perairan tawar, seperti ikan nila, gurame, mas, patin, lele, baung, lobster air tawar, udang galah, dan ikan hias.

TOKOHKITA. Penguatan dan pengembangan usaha perikanan budidaya di setiap kabupaten dan kota seharusnya berbasis komoditas unggulan setempat (lokal). 

Demikian diutarakan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan  IPB University,  Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS saat menjadi narasumber  Rapat Koordinasi Penguahan Kelembagaan Pengelola Perairan Umum Daratan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, di Takengon, Rabu (8/12/2021).

Menurut dia, untuk kabupaten/kota non-pesisir, komoditas/spesies unggulannya adalah jenis-jenis ikan perairan tawar, seperti ikan nila, gurame, mas, patin, lele, baung, lobster air tawar, udang galah, dan ikan hias.

Sedangkan untuk kabupaten/kota pesisir, komoditas unggulan di perairan laut adalah  kakap putih, kerapu, kerang hijau, kerang darah, gonggong, lobster, bawal bintang, dan rumput laut (Euchema spp).  Kemudian, komoditas unggulan perairan payau (tambak) adalah  udang vaname, nila salin, bandeng, kepiting, dan rumput laut (Gracillaria spp). 

“Sedangkan komoditas unggulan di perairan tawar yang bisa dikembangkan adalah ikan nila, gurame, mas, patin, lele, baung, lobster air tawar, udang galah, dan ikan hias,” papar  Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu. 

Rokhmin juga membeberkan tentang perikanan tangkap dan hal-hal lain terkait pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan, perikanan dan perairan umum darat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi inklusif, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat Aceh secara berkelanjutan.

Kepala DKP Aceh Kepala DKP Aceh, Aliman menambahkan kondisi perikanan secara umum di Provinsi Aceh sangat baik, sehingga perlu ada dorongan agar potensi perikanan bisa diekspor langsung dari Aceh. “Makanya, kami juga mengundang para investor, agar bisa membangun could storage di Aceh,” jelasnya.

Dengan adanya could storage, ikan-ikan yang berasal dari Aceh, bisa tertampung sehingga dari sisi harga jual dapat terjaga dengan baik. “Harapan kita, di masa yang akan datang ikan kita tidak lagi di ekspor dari Sumatera Utara, tetapi bisa langsung dikirim dari Aceh, ke beberapa negara tujuan ekspor,” tuturnya.

Berkaitan dengan potensi sumberdaya perairan umum darat, Provinsi Aceh, memiliki beberapa aliran sungai, waduk, danau, rawa, dan genangan air seluas 63.079 hektar yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Potensi sumber daya ikan di kawasan PUD terdapat beberapa jenis ikan endemik seperti ikan depik, kerling, luloh, udang galah serta berapa jenis lainya.

Adapun dalam rakor itu diikuti dengan penebaran benih ikan di Danau Lut Tawar, Takengon. Penebaran benih ikan dilakukan oleh Bupati Aceh Tengah  Shabela Abubakar, Sekda, Dandim, Polres dan Forkompimda.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER