PMII Inginkan Perubahan di Kota Depok

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Jumat, 20 November 2020 - 00:14 WIB

“Dengan Pradi-Afifah akan ada pusat kebudayaan daerah, dimana pemuda dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kreatifitas yang dimiliki,” tegas Waras.

TOKOHKITA. Anggota Komisi I DPRD Jabar dari Fraksi PDIP, Waras Wasisto bertemu dengan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Depok, Kamis (19/11/2020). Waras paparkan program pemuda paslon Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah) dalam Pilkada Depok yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020.

“Peran pemuda sangat penting bagi pembangunan Kota Depok. Tidak dapat dipungkiri mereka inilah penerus estafet pembangunan Kota Depok,” ujar Waras.

Dia mengutarakan, sangat disayangkan 15 tahun kepemimpinan partai sebelumnya, peran pemuda tidak dimaksimalkan. Bahkan bisa dikatakan dianggap tidak ada. Justru Pilkada Depok adalah momen anak muda di Depok untuk bangkit, menyatakan sikap, dan ikut serta menyukseskan Pilkada Depok 2020.

“Pemuda wajib dilibatkan dalam pemerintahan. Wadah yang mereka naungi harus di dukung, dan diperhatikan pemimpin kotanya, jangan didiamkan. Mereka ini kan generasi penerus bangsa, harus dirangkul,” harap Waras. Waras pun memaparkan program dari pasangan nomor urut satu tersebut, untuk mendukung pemuda. Diantaranya membangun pusat kebudayaan daerah, serta sekolah madrasah baru dan insentif bagi siswa berprestasi.

Berbicara mengenai pusat kebudayaan, ini adalah wadah untuk menaungi pemuda dalam berkreatifitas. Tidak adanya gedung kesenian di Kota Depok, membuat pemuda mencari wadahnya masing-masing. Ada ditaman kelurahan, fasus perumahan, atau disekolah dan kampusnya masing-masing.

“Dengan Pradi-Afifah akan ada pusat kebudayaan daerah, dimana pemuda dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kreatifitas yang dimiliki,” tegas Waras.

Ketua PC PMII Kota Depok, Qiwamudin bilang, sebagai organisasi akan bersikap netral. Tapi, pilihan akan diserahkan ke ribuan anggotanya di Depok, dan pastinya anggota PMII yang tersebar di beberapa kampus di Depok mengetahui track record masing-masing paslon.

“Mengambil sikap tidak berpihak ke paslon mana pun. Tetapi, anggota sendiri pasti melihat visi misi serta program paslon, dan apa saja yang telah dilakukan pemimpin sebelumnya selama belasan tahun masa kepemimpinannya di Kota Depok,” “Masyarakat Depok dan pemuda sangat cerdas dalam menentukan masa depan kotanya,” terangnya.

Pastinya, lanjut Qiwamudin, pihaknya ingin perubahan dalam Kota Depok, tentu kearah yang lebih baik. Karena itu, PMIItidak pernah bosan untuk melakukan komunikasi, sekaligus membedah program paslon dalam Pilkada Depok, paslon mana yang dapat memberi wadah bagi pemuda. “Kami tidak ingin yang hanya slogan mendukung pemuda, tapi realitanya nol,” pungkasnya.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER