Badrul Kamal: Kalau Pradi-Afifah Terpilih, Jangan Alergi Minta Bantuan Pemerintah Pusat

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Jumat, 25 September 2020 - 10:34 WIB

Afifah-Badrul-Pradi/Istimewa
Afifah-Badrul-Pradi
Foto: Istimewa

Di hadapan Pradi dan Afifah, Badrul Kamal tanpa ragu memberikan wejangan terkait cara menata dan mengelola pemerintahan di Kota Depok. Pradi-Afifah harus mampu mewujudkan pembangunan fisik yang monumental, utamanya infrastruktur jalan.

TOKOHKITA. Mantan Walikota Depok, Badrul Kamal, mengaku tidak mengetahui jika namanya bakal dipropagandakan dan diklaim sebagai pendukung pasangan calon dari PKS, yaitu Mohammad Idris-Imam Budi Hartono.

Hal tersebut justru baru diketahui Badrul setelah mendapatkan informasi dari sejumlah sahabatnya yang mengatakan, di Kota Depok lagi ramai, foto dirinya bersama Idris diperbincangkan banyak orang, bahkan muncul di berbagai media.

Dalam pengakuannya kepada depoktren.com, saat difoto bersama Mohammad Idris pada Rabu (23/9/2020), dirinya tidak menyadari jika dua jari tangannya yang diperlihatkannya tersebut adalah sebagai simbol kampanye, ‘Salam Dua Periode atau Lanjutkan’.

“Saya bener-bener tidak tahu kalo jari tangan seperti itu adalah kode atau simbol propaganda politik mereka (Idris-IBH). Saya disuruh berfoto seperti itu, saya ikutan aja, saya tidak ngarti, ” ungkap Badrul Kamal di kediamannya di kawasan Ciawi, Bogor, Kamis malam (24/9/2020).

Badrul pun menyesalkan adanya pihak yang beranggapan foto tersebut sebagai bentuk dukungan politiknya kepada pasangan Idris-IBH, “Tidak benar itu. Saya tidak melontarkan statement dukungan,” ujarnya.

Ditegaskan Badrul, siapapun yang menemui dirinya untuk bersilaturahmi tentunya akan disambut hangat, termasuk Mohammad Idris dan tim suksesnya. Namun ajang temu kangen tersebut seyogianya tidak dinodai dan dijadikan propaganda untuk kepentingan politik pilkada.

“Bukan hanya pak Idris, sekitar dua bulan lalu juga ada salah satu bakal calon yang silaturahmi ke saya. Bahkan jauh sebelumnya Nur Mahmudi saat ingin menyalonkan diri yang kedua kalinya juga menemui saya,” ungkap Badrul Kamal.

Jadi Bapak dan Ibu
Lebih jauh Badrul mengatakan, dirinya menyukai sosok Pradi Supriatna. Pasalnya dia cukup lama mengenal Pradi. Saat pilkada 2010 silam dirinya sempat tertarik dengan Pradi. Namun keputusan politik pada saat itu tidak merestui dirinya berpasangan dengan Pradi.

“Pradi sudah seperti adik saya. Beliau anak muda yang cakap, dinamis dan smart. Dulu saya ingin banget berpasangan dengan Pradi, tapi keputusan politik berbicara lain, kami dipisahkan. Kini Pradi sudah menjadi sosok yang matang. InsyaAlloh Pradi bersama Afifah akan menjadi pemimpin yang dapat mengayomi semua warga Depok. Jadilah Bapak dan Ibunya masyarakat Depok,” harap Badrul Kamal.

Di hadapan Pradi dan Afifah, Badrul Kamal tanpa ragu memberikan wejangan terkait cara menata dan mengelola pemerintahan di Kota Depok. Pradi-Afifah harus mampu mewujudkan pembangunan fisik yang monumental, utamanya infrastruktur jalan, salah satunya melanjutkan membangun jalan Juanda yang terputus hingga ke wilayah Limo, dan melebarkan jalan Raya Sawangan.

“Di era saya dahulu duit APBD-nya sedikit, hanya sekitar 350 miliar, tapi alhamdulillah Depok bisa membangun,” kata Badrul. Dia menambahkan, apabila terpilih di pilkada mendatang, Pradi-Afifah diarahkan Badrul untuk tidak ‘alergi’ meminta bantuan pemerintah pusat untuk menopang kelancaran pembangunan di Kota Depok

“Saya menyakini duet Pradi-Afifah akan mampu membenahi Depok menjadi lebih baik. Tapi dengan satu catatan, yaitu harus diniati sejak awal. Niatnya berbuat yang terbaik hanya untuk masyarakat Depok,” pesan Badrul Kamal yang diamini oleh Pradi dan Afifah, serta tokoh masyarakat Sukmajaya Haji Sarmilih.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER