Terdampak Covid-19

Dinsos dan Sijeruk Garut jemput warga yang terisolasi di Papua

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Jumat, 26 Juni 2020 - 22:37 WIB

Tim Dinsos Garu/Istimewa
Tim Dinsos Garu
Foto: Istimewa

Terkait protokol kesehatan Covid-19, Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, H Muksin menerangkan, seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya, akan dijemput oleh Dinas Sosial Kabupaten Garut di bandara dengan memperhatikan protokol kesehatan.

TOKOHKITA. Pemerintah Kabupatan Garut, Jawa Barat, mengirimkan tim untuk menjemput warga Garut di Bandara Soekarno-Hatta, yang dipulangkan dari daerah Papua, setelah terisolasi hampir empat bulan akibat terdampak pembatasan sosial berkala besar (PSBB). Sebelumnya, kepulangan mereka tertahan karena tidak ada penerbangan sipil dan transportasi laut karena operasional pelabuhan dan bandara ditutup sementara oleh pihak otoritas setempat demi mencegah penyenyebaran virus corona (Covid-19) lebih luas lagi di wilayah Indonesia paling timur tersebut.

Adapun tim yang dikirim untuk penjemputan berasal dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Public Safety Center (PSC) 119 Sijeruk Garut, dan armada travel yang menyediakan akomodasi untuk mengangkut warga tersebut. "Kami tim dari Dinsos empat orang, travel tiga orang dan tim dari Sijeruk Garut, serta dari Dinkes dua orang," terang Rendy Mizhar, Kepala Seksi Perlindungan Korban Tindak Kekerasan dan Perdagangan Manusia (KTKPM) Dinas Sosial Kabupaten Garut, Jumat (26/6/2020).

Menurut Rendy, tim ini memang disiapkan untuk menangani pemulangan para pekerja migran dari Papua, termasuk antisipasi Covid-19. Saat ini, rombongan warga yang didampingi tim Paguyuban Sunda Ngumbara Provinsi Papua, yang membantu proses pemulangan sudah diterbangkan dari Papua dan diperkirakan tiba di Jakarta sekitar pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, perjalanan ke Garut dilanjutkan dengan menempuh jalur darat.

Asal tahu saja untuk, tahap pertama evakuasi ini sebanyak delapan orang yang dipulangkan via penerbangan sipil dari total 19 warga yang terisolasi di Jayapura, Papua. Sebagian dari warga tersebut pergi ke Papua untuk menyelesaikan kontrak pekerjaan, namun tidak bisa pulang akibat tidak ada penerbangan setelah pemerintah setempat menutup akses bandara. Warga asal kota dodol ini meminta dievakuasi lantaran kehabisan bekal, bahkan diantaranya ada yang sakit karena malaria.

Terkait protokol kesehatan Covid-19,  Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, H Muksin menerangkan, seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya, akan dijemput oleh Dinas Sosial Kabupaten Garut di bandara dengan memperhatikan protokol kesehatan. "Selanjutnya yang bersangkutan wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari," jelasnya. Memang, sejumlah wilayah di Jayapura masih berstatus zona merah Covid-19, sedangkan Garut sudah memasuki fase new normal dengan relaksasi PSBB.

"Alhamdulillah, dengan berbagai keterbatasan Pemda Garut dapat memfasilitasi pemulangan warga Garut di perantauan hal ini berkat kerjasama dengan semua pihak, Pemkot dan Pemda di Papua, pihak media massa, Paguyuban dan pihak-pihak terkait," sebut Muksin.

Editor: Tokohkita

TERKAIT