Jamkrindo dan Salarea Foundation Merilis Program Barista Santri

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Sabtu, 13 Januari 2024 - 17:23 WIB

Di awal tahun 2024 ini, Salarea Foundation bersama Jamkrindo merilis pelatihan barista khusus untuk kalangan santri. Sebanyak 20 peserta sudah terdaftar dan 10 peserta dari pelajar Program Paket C

TOKOHKITA. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rasio jumlah wirausaha di Indonesia masih sebesar 3,47% atau hanya sekitar 9 juta orang dari total jumlah penduduk. Angka ini masih rendah dibandingkan dengan Singapura yang mencapai 8,5%. Malaysia dan Thailand juga sudah mencapai 4,5%. Indonesia menargetkan peningkatan persentase wirausaha mencapai 3,9%-4% pada tahun 2024. 

Atas dasar itu, Kelompok Kerja Salarea (Salarea Foundation) bersama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menginisiasi Salarea Mengajar, sebuah program social entrepeneurship education yang menyasar kelompok anak muda. Salah satu kelas yang sudah berjalan adalah barista. Pada akhir Desember 2023, 20 peserta SMA PGRI telah menyelaikan pelatihan barista muda yang ditutup dengan kegiatan Edutrip Kopi Cibatu. 

Diawal tahun 2024 ini, Salarea Foundation bersama Jamkrindo merilis pelatihan barista khusus untuk kalangan santri. Sebanyak 20 peserta sudah terdaftar dan 10 peserta dari pelajar Program Paket C. Adapun peluncuran barista santri digelar BLKK PP Darul Mu’minin, Desa Padasuka, Kecamatan Cibatu, Garut, pada Sabtu (13/1/2024).

Peresmian ditandai dengan pengenaan apron celemek barista kepada dua peserta oleh Camat Cibatu Sardiman Tanjung dan Direktur Kerjasama Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto. Hasadir dalam acara ini Kepala Bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Jamkrindo Nenden Kania Puji Asri, Pendiri Salarea Foundation Dadan M Ramdan, Kades Padasuka Solahal Gina Gunawan, Kepala BLKK PP Darul Mu'minin Aceng Fuad, perwakilan Asisten Perhutani (Asper) Cibatu, pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Fatayat dan Muslimat NU, Ansor-Banser, kelompok tani kopi, dan lainnya.

Selain diisi dengan demo menyeduh kopi, launching barista santri ditutup dengan talkshow bertema inspirasi kewirausahaan dengan pembicara Direktur Kerjasama UI Toto Pranoto, Kepala BLKK PP Darul Mu'minin Aceng Fuad, Kades Padasuka Solahal Gina Gunawan, dan praktisi digital marketing, Andri Suhendar.

Camat Cibatu Sardiman Tanjung mengapresiasi program-program pemberdayaan masyarakat khususnya petani kopi yang dijalankan oleh Jamkrindo dan Salarea Foundation. "Kami dari pihak pemerintahan tentunya harus mendukung upaya-upaya yang sudah dijalankan Jamkrindo dan Salarea Foundation karena sangat positif dan tentu bermanfaat bagi warga Cibatu. Kami berharap acara pelatihan barista santri ini membawa berkah untuk kita semua," tuturnya. 

Kepala Bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Jamkrindo Nenden Kania Puji Asri menyampaikan, sejak tiga tahun yang lalu, Jamkrindo menjalankan program pemberdayaam kepada petani kopi di Cibatu bersama Salarea Foundation dari hulu hingga hilir. "Di hulu dengan membangun demplot kopi, rumah semai dan pelatihan-pelatihan bagi petani kopi, sedangkan di hilir lewat pelatihan pengolahan kopi dan barista. Jamkrindo juga memfasilitasi pelatihan dan rintisan usaha kopi bagi pelajar difabel di SLB YKB Garut," ungkapnya.

Pendiri Salarea Foundation Dadan M Ramdan menyebutkan, dari pelatihan barista santri diharapkan akan muncul barista-barista muda di Cibatu yang punya talenta di dunia perkopian. "Kami berharap santri itu engak cuma jago baca kitab kuning tapi juga piawai meracik kopi. Makanya, Salarea bersama IPNU-IPPNU Cibatu menginisiasi pelatihan barista santri yang juga bagian dari program pemberdayaan bersama Jamkrindo," paparnya.

Selain itu, Dadan bilang, barista santri yang menjadi bagian dari program Salarea Mengajar diharapkan bisa memberikan perspektif lain pada generasi muda untuk memiliki mindset seorang entrepreneur. Artinya, bisa peka membaca peluang yang ada. "Lebih jauhnya, anak muda bisa tertarik masuk dunia kewirausahaan," imbuhnya.

Menurut Dadan, Komunitas Salarea secara berkesinambungan mengembangkan komoditas kopi tapi juga menyiapkan sumber daya manusianya. "Sehingga, suatu saat nanti saya berharap bisa lahir barista berhijab dari Cibatu bisa mencetak prestasi gemilang di kompetisi kopi," sebut Owner Pawon Kopi Salarea ini.  

Kepala BLKK PP Darul Mu'minin Aceng Fuad menambahkan, saat ini Cibatu tengah berkembang menuju kawasan industri seriring dengan berdirinya pabrik-pabrik yang tengah dibangun. Sudah ada dua pabrik yang segera rampung pembangunannya dan siap menyerap tenaga kerja. Pabrik lainnya juga akan segera masuk.

"Dengan kondisi ini, saya secara pribadi tidak ingin anak anak muda di Cibatu setelah selesai sekolah orientasinya hanya bekerja jadi buruh di pabrik. Itu pilihan terakhir. Makanya, adanya pelatihan barista ini sangat baik untuk menyiapkan SDM yang profesional apalagi tren kopi dan barista terus berkembang pesat," terang Aceng yang juga Ketua KNPI Kecamatan Cibatu.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER