Ria Raya, CEO Icreate.id

Wanita Pekerja Keras yang Bermental Gagal

  1. Beranda /
  2. Kiprah /
  3. Kamis, 28 November 2019 - 21:32 WIB

Ria Yasa/Dokumen pribadi
Ria Yasa
Foto: Dokumen pribadi

Icreate menyediakan beragam pilihan produk furnitur dan dekorasi yang unik dengan menawarkan kemudahan dan tawaran potongan harga menarik. Riya Yasa, CEO Icreate.id mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman belanja online furniture dan dekorasi rumah yang berbeda dari lainnya.

TOKOHKITA. Cukup lama bergelut sebagai konsultan ritel dan manufaktur, menjadi modal utama bagi Ria Yasa mendirikan toko online furniture dan dekorasi, yakni Icreate.id yang gerai toko offline akan dirilis dalam waktu dekat ini di Pesona Square. Icreate adalah rumah dekor online di Indonesia, yang menjadi media bagi konsumen untuk memvisualisasikan desain dan tata ruang rumah sebelum produk-produk tersebut dibeli.

Icreate menyediakan beragam pilihan produk furniture dan dekorasi yang unik dengan menawarkan kemudahan dan tawaran potongan harga menarik. Riya Yasa, CEO Icreate.id mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman belanja online furniture dan dekorasi rumah yang berbeda dari lainnya. “Saat ini memang sudah ada e-commerce yang menjual produk-produk furniture, tapi yang benar-benar toko online dengan spesifikasi furniture dan dekorasi rumah belum banyak,” ungkapnya.

Ria mengklaim, Icreate berbeda dengan toko online lainnya karena memiliki fitur Icreater, semacam aplikasi gime yang memungkinkan pelanggan dengan mudah merancang desain dan tata ruang rumah sesuai keinginan mereka.”Meski sebagai pendatang baru, kami optimistis bisa memberikan kepuasan, kenyamanan dan pengalaman berbelanja online yang berbeda,” ujar dia.
 
Bagi Ria, menjalankan bisnis ritel online furniture ini adalah tantangan yang harus berbuah benefit kendati tidak mudah. Maklum, kudu bersaing dengan sejumlah brand-brand ternama dengan modal investasi jumbo. Tapi hal itu tak menyurutkan tekadnya untuk mengembangkan Icreate, sehingga terus bertumbuh dan ke depan menjadi perusahaan besar. “Modal utama dalam merintis bisnis ini pertama adalah nyali dan kedua kekuatan jaringan,” sebuntnya.

Nyali yang dimaksud Ria adalah menyiapkan mental gagal. Artinya, harus siap untuk menghadapi kondisi dan situasi terburuk, usaha menemui kegagalan dan hancur. Berani gagal ini bagaimana menyiapkan diri kita untuk mengantisipasi potensi-potensi yang tidak diinginkan sekaligus menyiapkan rencana berikutnya. “Punya modal tapi enggak punya nyali, usaha juga sulit jalan,” terang Ria.

Menurut Ria, Icreate adalah perusahan kedua yang ia bidani. Sebelumnya, pada November 2016 silam, Ria mendirikan Katoen Retail Consultancy. Konsep usaha ini tidak hanya menjual produk living home tapi sekaligus memberikan jasa konsultasi meliputi branding, manajemen kategori, pengembangan produk, pengembangan format toko, konsep toko, dan merchandising visual. Gerai Katoen ada di Depok Town Square dan Pesona Square Depok.

Ria pun berkisah ketika memutuskan buka usaha sendiri dengan mendirikan Katoen. Di mata kawan dan rekan bisnis, wanita cantik ini memang dikenal sebagai pekerja keras yang pantang menyerah. Rekam jejak karir Ria mulai dari Toko Gunung Agung, PT Home Center Indonesia, PT Pongs Indonesia, PT Hias Indonesia, dan PT Sully Abadi Jaya. Ia pun cukup andal menangani problem sejumlah perusahaan ketika masih menekuni profesi sebagai konsultan ritel dan manufaktur.

“Saat bekerja di perusahaan orang lain, dana banyak tersedia dan tim juga lengkap, dengan gaji cukup besar. Saat menjadi konsultan, tugas saya adalah bagaimana menyehatkan perusahaan yang sakit kembali produktif. Setelah berhasil, selesai sudah tugas saya dan perusahaan tidak butuh lagi jasa konsultan,” jelas Ria.

Waktu pun terus berlalu, lama kelamaan muncul perasaan jenuh dan ingin sebuah tantangan baru. Sebagai karyawan perusahaan dengan gaji besar, sebenarnya apa lagi yang mau dicari. Tapi tidak dengan Ria. “Saya bisa mengelola uang perusahaan. Saya juga mampu menyehatkan perusahaan-perusaaan yang sakit, tapi itu perusahaan orang, duit orang lain, kita hanya digaji,” terangnya.

Berbekal uang tabungan beberapa ratus juta, Ria pun nekad membuka usaha sendiri dengan mendirikan Katoen. “Kalau ditana punya modal berapa saat itu, saya bilang enggak punya. Kalau tabungan, ya ada tapi enggak banyak. Nah, dari uang tabungan ini saya memberanikan buka usaha. Kebayang kan kalau sampai gagal, uang bisa habis begitu saja, sedang keluarga masih butuh biaya,” akunya.

Beruntung modal nekad berani ini didukung jaringan luas selama bekerja di sejumlah perusahaan, termasuk saat menjadi konsultan ritel ini sedikit banyak membantu Ria dalam menghadapi tantangan merintis usaha mandiri. Yang terang, Ria bilang, keberadaan jaringan sangat penting karena menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam berbisnis. Dengan banyak jaringan dan relasi bisnis tentu banyak pula peluang yang bisa dijajaki untuk membesarkan bisnis yang dijalankan.

”Makanya saya suka nanya kepada teman yang akan buka usaha, apakah sudah siap gagal. Punya jaringan bisnis enggak. Kalau mentalnya sukses, ya tinggal duduk manis saja, tak ada yang perlu diantisipasi. Mental gagal itu harus berpikir jauh ke depan dan harus mengantisipsi segala kemungkinan terburuk,” tukas Ria kembali.

Kini, sejumlah agenda besar di Icreate.id tengah menanti Ria. Ya, bagaimana perusahaan dekor online ini bisa kompetitif dan terus menelurkan inovasi-inovasinya di industri furnitre dan dekorasi di tanah air. “Suatu saat, kami juga ingin ekspansi keluar negeri, sehingga bisa membawa produk-produk lokal ke pasar global. Dari sisi kualitas, produk lokal juga tak kalah kompetitif, kok,” tutup Ria.     

Editor: Tokohkita

TERKAIT