Rahmad Handoyo

Tugas Pokok Bulog Dipreteli, Siapa yang Akan Serap Panen Petani

  1. Beranda /
  2. Parlemen Kita /
  3. Selasa, 20 Agustus 2019 - 21:03 WIB

Rahmad Handoyo/Istimewa
Rahmad Handoyo
Foto: Istimewa

Tugas pokok dan fungsi Bulog ada dua, yakni menjaga stabilitas harga dan menjaga stock. Tatkala kedua fungsinya itu “dipreteli” bagaimana Bulog mau bekerja, siapa lagi yang akan menarik atau menyerap panen raya petani kalau bulog tidak diberi peran

TOKOHKITA. Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo menyayangkan, hasil keputusan rapat koordinasi tingkat menteri yang memutuskan bahwa Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak lagi memasok bansos rastra per akhir Agustus 2019 mendatang.

Menurut dia, tugas pokok dan fungsi Bulog ada dua, yakni menjaga stabilitas harga dan menjaga stock. Tatkala kedua fungsinya itu “dipreteli” bagaimana Bulog mau bekerja, siapa lagi yang akan menarik atau menyerap panen raya petani kalau bulog tidak diberi peran terkait program-program pemerintah. Beras yang dibeli dari petani itu mau dibawa kemana?

"Bulog tidak sebatas komersil, tugas Bulog itu menjaga stabilitas harga dan menjaga stock. Jangan dibawa kemana-mana. Ketika bulog sudah bisa menjaga stock, maka harga pangan akan relatif terkendali. Namun Ketika itu sudah diberikan ke Bulog, kemudian ditarik lagi, saya benar-benar menyayangkan hal itu. Tolong dicermati lagi, kembalikan lagi Bulog untuk mengelola bahan-bahan pangan nasional,,”ujar Rahmad handoyo, sesaat sebelum memasuki ruang sidang paripurna, Senayan Jakarta, Selasa (20/8).

Bahkan, lanjut Rahmad, kalau perlu BPNT diganti lagi dengan program-program pemerintah seperti sebelumnya. Seperti beras untuk PNS, TNI, Polri melalui Bulog, Rastra melalui Bulog, BPNT melalui Bulog. Jika selama ini dikatakan, beras Bulog bermasalah dan tidak bermutu menurut politisi dari Fraksi PDI Perjuangan, ya, harus diperbaiki dan disempurnakan kualitasnya. Meski sejauh ini ia meyakini bahwa beras Bulog saat ini kualitasnya jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Jangan memerintahan Bulog ketika powernya sudah tidak ada, seperti memberikan senjata tapi tidak ada pelurunya. Mereka disuruh menyerap gabah, ketika sudah dilakukan, tidak tahu akan dibuat apa gabah-gabah itu. Saya berharap ini dicarikan solusi, pasti ada jalan. Kami juga di Komisi IV tidak pernah lelah menyuarakan ini. Istilahnya jangan sampai rumahnya dibakar, hanya karena ada tikus didalamnya,” tegasnya.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER