Rusdianto Samawa, Ketua Umum FNI

Rokhmin Dahuri Dinilai Mampu Wujudkan Visi Poros Maritim Dunia

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Senin, 15 Juli 2019 - 10:08 WIB

Rokhmin Dahuri/Dokumen Pribadi
Rokhmin Dahuri
Foto: Dokumen Pribadi

Pemikiran dari Guru Besar Kelautan IPB itu dianggap bisa merealisasikan visi Presiden Jokowi sejak 2014, yakni mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

TOKOHKITA. Bursa nama dan tokoh untuk menduduki jabatan menteri yang mengisi kabinet pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo sudah bermunculan dan diusung oleh sejumlah kelompok masyarakat. Salah satu tokoh yang digadang-gadang layak masuk kabinet mendatang adalah Rokhmin Dahuri.

Adapun di antara pos kementerian yang menjadi sorotan ialah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mana jabatan menteri perlu diisi oleh orang yang mengerti betul sektor tersebut. Terkait hal itu, Front Nelayan Indonesia (FNI) berdasarkan hasil rapat internalnya sudah mengajukan nama Rokhmin Dahuri untuk mengisi pos tersebut.  

Ketua Umum FNI Rusdianto Samawa menilai, sosok Rokhmin dianggap layak memegang jabatan itu berdasarkan pengalaman dan kapasitasnya di bidang kelautan dan perikanan. Rokhmin juga sudah memiliki agenda pembangunan kelautan-perikanan yang selama ini cukup matang dan dapat diterima publik.

“Begitu juga atas kinerjanya, Prof Rokhmin secara sukarela untuk memperbaiki kondisi Kelautan, kemaritiman dan perikanan. Sehingga ke depan bisa membimbing bangsa dan negara ini atas berbagai masalah yang dihadapi untuk menuju jalan keluar bagi Bangsa Indonesia. Harapannya INdonesia bisa melaju pembangunannya dalam Visi Poros Maritim Dunia,” kata dia dalam keterangan resminya, Senin (15/7/2019).

Pemikiran dari Guru Besar Kelautan IPB itu dianggap bisa merealisasikan visi Presiden Jokowi sejak 2014, yakni mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Program yang dibangun Rokhmin, dinilai mampu membawa Indonesia lebih maju, sejahtera, dan berdaulat berbasis pada ekonomi kelautan, hankam dan budaya maritim. “Tentu, hal inilah harapan besar Prof Rokhmin bahwa Indonesia bisa menjadi rujukan bagi bangsa-bangsa lain di dunia dalam berbagai bidang kelautan,” sebut Rusdianto.

Menurut dia, dalam jangka pendek dan menengah (2015–2020), sektor-sektor ekonomi kelautan dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan internal, sehingga secara simultan bisa berkontribusi signifikan dalam mengatasi sejumlah permasalahan bangsa. Sebab itu, Rokhmin  sebagai tokoh kemaritiman, kelautan dan perikanan akan menjadi magnet bagi para pengusaha, akademisi, pejabat, nelayan, petani garam, petani rumput laut, dan budidaya se-Indonesia untuk berbuat secara optimal dalam bidangnya masing-masing.

“Atas jasa dan kiprahnya itulah, kelayakan untuk menjadi menteri kelautan dan perikanan sudah tidak diragukan lagi. Karena pemikiran, gagasan, gerakan dan visinya sudah ditunjukan kepada dunia bahwa visi poros maritimnya sangat luar biasa brilliant,” tukas Rusdianto.

Asal tahu saja, pada 18 Juli 2019 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rokhmin akan memaparkan pemikirannya dalam workshop nasional bidang Kemaritiman RPJMN 2020-2024 dengan tema “Pembangunan Kemaritiman Menuju Visi Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Maritim Dunia”. Tentunya hal tersebut menjadi ajang pembuktian bagi pria asal Cirebon ini dalam menuangkan gagasannya guna mewujudkan cita cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER