Ansoruna Lahirkan Investor Lawat Sekolah Pasar Modal Syariah di Pasuruan

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. EDUKASI /
  4. Sabtu, 6 Juli 2019 - 16:28 WIB

Sekolah Pasar Modal Syariah merupakan ikhtiar GP Ansor agar pada kader melek investasi syariah. Menyambut industri 4.0, investasi syariah khususnya di Pasar Modal Syariah menjadi salah satu instrument insvestasi yang paling cocok bagi warga NU.

TOKOHKITA. Ansoruna Business School kembali mewujudkan komitmennya dalam mengedukasi sekaligus melahirkan investor baru di Pasar Modal Syariah. Salah satu lewat PC Ansor Kota Pasuruan dengan menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah, yang tujuannya agar kader Ansor-Banser khususnya di Kota Pasuruan bisa berdaya dan mandiri secara finansial.

Kegiatan yang digelar Gedung PC NU, Kota Pasuruan, Sabtu (6/7/2019) mendapat respon luar biasa dari kalangan warga Nahdliyin. Hal itu terihat dari jumlah pendaftaran online melalui website www.ansoruna.com sebanyak 180 orang. Namun keterbatasan Kouta, hanya 120 peserta hadir dalam acara tersebut. 

Menurut Alim A Sidik, Pengurus Ansoruna Business School, Sekolah Pasar Modal Syariah merupakan ikhtiar GP Ansor agar pada kader melek investasi syariah. “Menyambut industri 4.0, investasi syariah khususnya di Pasar Modal Syariah menjadi salah satu instrument insvestasi yang paling cocok bagi warga NU. Mengapa? Selain murah dan mudah, dengan Jumlah warga NU termasuk kader GP Ansor jika didorong masuk berinvestasi ke dalam industri Pasar Modal Syariah tentu nilai investasinya sangat besar, sehingga dapat memberikan kontribusi besar terhadap PDB indonesia," paparnya.

Adapun acara ini dibuka oleh perwakilan PCNU kota Pasuruan, Gus Zubair Hamzah. Pada kesempatan ini Gus Zubair menekankan pentingnya kader Ansor terlibata aktif mencari potensi usaha baru dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga. "Nah, salah satunya di industri Pasar Modal Syariah," ujarnya.

Sementara materi tentang regulasi dalam produk investasi keuangan disampaikan oleh Fetri Andriani dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Malang. Dalam paparannya, Fetri bilang pentingnya memahami produk – produk investasi keuangan sehingga tidak terjerumus ke dalam investasi bodong. “Ada banyak pilihan produk investasi, ada saham, reksa dana, dan lainnya." ungkapnya.

Fetri mengingatkan para peserta untuk cermat dan teliti memilih invetasi dengan memahami karakter investasi, yaitu keuntungan yang masuk akal, memiliki skema investasi jelas, dan pada perusahaan terdaftar serta masuk dalam pengawan OJK.

Materi kedua tentang pengantar dan mekanisme transaksi pasar modal syariah oleh  Al Gifari Hasnul dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menekankan bahwa investasi sangat penting untuk masa depan. Masalahnya, literasi masyarakat terhadap investasi masih perlu ditingkatkan. “Dari dulu kita dapat doktrin untuk menabung. Sekarang tidak cukup. Zaman now perlu menabung dan berinvestasi, bahkan saham bisa dijadikan kado ulang tahun maupun mas kawin,” ungkapnya.

Salah satu peserta sempat bertanya terkait saham syariah apa yang paling baik dan menguntungkan? Al Ghifari menjelaskan, semua saham syariah investasi memiliki fundamental yang berbeda, untuk investasi jangka pendek prinsipnya beli saat harga murah dan jual saat harga tinggi. “Dan yang penting, berani dulu untuk memulai,” tukasnya.

Di akhir sesi, peserta diperkenalkan metode analisis teknikal dan fundamental sekaligus diajak membuka rekening saham melalui Mandiri Sekuritas. Mereka dibimbing secara langsung oleh fasilitator dari Mandiri Sekuritas dari pengisian formulir pembukaan rekening hingga teknis transaksi.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER