Adji Kurniawan

Ini Top 10 Negeri di Atas Awan dari Torut sampai Lambar, Buat Liburan Lebaran

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Pariwisata /
  4. Senin, 20 Mei 2019 - 01:46 WIB

Liburan Lebaran bersama keluarga, kerabat, teman, dan atau orang tersayang, biar variatif jangan cuma ke pantai, taman rekreasi, kebun binatang, mall, kawasan kota tua, dan atau ke museum.

Nah, kalau suka juga dengan suasana pegunungan berudara dingin, sambangilah destinasi berjuluk 'Negeri di Atas Awan' yang ada di sejumlah daerah di Tanah Air. Edisi spesial Minggu ini, TravelPlus Indonesia mengangkat Top 10 Negeri di Atas Awan yang tersebar di beberapa destinasi di Sulawesi, Jawa, dan Sumatera.

Kesepuluh destinasi berlabel Negeri di Atas Awan ini bisa Anda jadikan alternatif menarik untuk liburan Lebaran tahun ini agar lebih bervariasi dan tentunya berkesan.

Destinasi pertama yang berpredikat Negeri di Atas Awan adalah Toraja Utara (Torut) di Sulawesi Selatan (Sulsel), tepatnya di Kampung Lolai, Lembang Benteng Mamullu, Kecamatan Kapalapitu, sekitar 20 Km arah Utara Rantepao, Ibukota Torut.

Puncak kampungnya yang terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan kerap diselimuti hamparan awan, membuatnya dijuluki 'Negeri di Atas Awan'. Kalau Anda ingin mendapati pemandangan cantik di atas awan dari Lolai yang pernah didatangi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan istrinya, Mufidah JK tahun 2017 lalu hingga membuat nama Lolai mendunia, Andai tentu harus mencapai puncaknya.

Tapi tenang saja, Anda tak perlu bersusah payah mendaki ke Puncak Lolai. Soalnya Anda bisa langsung mencapai lokasinya dengan kendaraan roda empat dan dua. Keistimewaan lainnya, ada deretan Tongkonan (rumah tradisional orang Toraja) dan juga Lumbung di Puncak Lolai yang menambah pesona pemandangan alamnya dengan ornamen unsur tradisional.

Anda bisa bermalam di Puncak Lolai dengan menginap di Lumbung ataupun Tongkonan tersebut dengan tarif bervariasi dari Rp 200 ribuan sampai Rp 1 jutaan per malam.

Kabupaten Torut berada di utara Makassar. Bisa Anda tempuh via overland atau jalur darat yang membentang kurang lebih 330 kilometer selama sekitar delapan jam dengan bus umum, baik reguler maupun eksekutif.

Pilihan lain yang lebih cepat, Anda bisa naik pesawat dari Makassar ke Palopo lalu overland sekitar dua jam menuju Torut. Dari Sulawesi, TravelPlus Indonesia lanjutkan ke Tanah Jawa. Nah, di sini boleh dibilang gudangnya Negeri di Atas Awan.

Sekurangnya ada 8 destinasi yang mendapat gelar itu yakni Gunung Sikunir di Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng);  Gunung Putri di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar); Gunung Luhur di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten; dan Kebun Buah Mangunan di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Kemudian Bukit Pamoyanan di Jl. Pamoyanan, Kawungluwuk, Lembang, Kabupaten Subang, Jabar; Bukit Alesano di Kampung Pasir, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jabar; dan Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jatim, khususnya di Pananjakan 29 (P29) di Dusun Pundak Lembu, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Bukit 29 (B29) dan Bukit 30 (B30) yang sama-sama berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang; serta Bukit Mbayon di Desa Widoro, Kecamatan, Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jatim.

Berikutnya di urutan terakhir atau kesepuluh, TravelPlus Indonesia bawa Anda menyebrang ke Sumatera, tepatnya di Lampung. Di sana ada destinasi yang juga pantas berstatus Negeri di Atas Awan yaitu Bukit Batu Bawang Bakung Geredai atau orang lebih sering menyebutnya Bukit Geredai. Lokasi tepatnya di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Batu Brak, Liwa, Lampung Barat (Lambar).

Selain udara yang dingin dan segar, Anda bisa menyaksikan kabut di langit Kota Liwa, Ibukota Lambar dan pucuk-pucuk pepohonan di hutan serta kebun kopi.

Dari puncak bukitnya, Anda juga melihat Gunung Pesagi, yang merupakan gunung tertinggi di Lampung serta pemandangan memukau Gunung Seminung yang berada di perbatasan antara Lampung dengan Sumatera Selatan.

Kelebihan lainnya di Bukit Geredai, Anda bisa mendapatkan dua momen indah yakni pesona matahari terbit dan tenggelam. Ketika sunrise yang jadi obyek pemandangannya adalah Gunung Pesagi. Sedangkan saat sunset, panorama utamanya Gunung Seminung. Tak begitu sulit menjangkau Negeri di Atas Awan-nya Lambar. Dari Kota Bandar Lampung, Anda butuh waktu perjalanan sekitar  6,5 jam dengan kendaraan roda empat.

Ada dua pilihan, Anda bisa lewat Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) dan Jalur Lintas Barat (Jalinbar).
Kalau Anda memilih Jalinteng, akan melewati beberapa kabupaten seperti Lampung Selatan (Lamsel), Pesawaran, Lampung Tengah (Lamteng), dan Lampung Utara (Lampura).

Jika Anda ambil Jalinbar akan melalui Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Kabupaten Pesisir Barat. Dari pusat Kota Liwa, hanya butuh sekitar 15-20 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor ke lokasi. Setibanya di Liwa, arah selanjutnya menuju Kecamatan Batu Brak. Wilayah ini berada sebelum masuk Kota Liwa.

Sesampainya di Batu Brak, Anda bisa bertanya kepada masyarakat setempat rute menuju Bukit Geredai. Patokannya ada sekolah dasar di pinggir jalan dan sebuah masjid di Batu Brak, lalu berbelok untuk mengikuti jalan aspal kecil menuju lokasi.

Travel Tips 
Biar nyaman menikmati destinasi bergelar Negeri di Atas Awan, yang berada di atas bukit bahkan gunung, sebaiknya Anda bawa jaket tebal, sarung tangan, dan balaklava. Kalau Anda ingin menginap di lokasi sembari menunggu sunrise atau sunset-nya, bisa mendirikan tenda di tempat yang sudah disediakan.

Jangan lupa bawa logistik (makanan dan minuman ringan) buat ngemil cantik atau sarapan di atas awan, ah mantul.

Kalau Anda hobi fotografi,  sebaiknya membawa tripod jika ingin menghasilkan foto deretan awan yang super keren. Kalau tak mau nenda (kemping) tapi ingin melihat sunrise, sebaiknya Anda berangkat saat Subuh atau sebelum matahari terbit dari penginapan terdekat.

Sambil menikmati hamparan awan nan menawan, nyanyikan lagu 'Negeri di Awan'  karya Katon Bagaskara, biar lebih syahdu. Begini liriknya:

"Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Dimasa lalu

Kau datang padaku
Kau tawarkan hati nan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri

Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesana

Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih".

Naskah: Adji Kurniawan-TravelPlus

Editor: Tokohkita

TERKAIT