Ini Dia Komunitas Depok Banget

  1. Beranda /
  2. Komunitas /
  3. Minggu, 5 Mei 2019 - 00:38 WIB

Komunitas Depok Banget/Tokohkita
Komunitas Depok Banget
Foto: Tokohkita

Nama Depok Banget ini juga tidak muncul begitu saja, tapi tidak terlepas dari banyak pemikiran hingga pencarian di mesin Google, yang mana dari berbagai referensi yang ada Depok Banget identik dengan hal yang terbilang negatif seperti macet, banjir, panas, sering tawuran pelajar, narkoba, dan lainnya.

TOKOHKITA. Keberadaan kelompok komunitas bisa dibilang tumbuh subur di Depok. Mereka tergabung tidak hanya berlatar hobi, minat atau kecintaan yang sama terhadap sesuatu hal. Ada komunitas yang anggotanya para penggila sepeda motor, mobil antik, atau terhimpun dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, seni budaya, hingga olahraga.

Komunitas di Depok juga hadir sebagai respon atas keresahan terhadap kondisi kota yang terletak di pinggiran Ibukota ini. Nah, salah satunya adalah Komunitas Depok Banget. Adalah WaliKota Depok Mohammad Idris yang meresmikan tonggak berdirinya Komunitas ini pada acara Grand Launching Komunitas Depok Banget di Ropisbak Ghifari, Jalan Margonda Raya, Depok, Sabtu (4/5/2019).

Dalam kesempatan itu, WaliKota Depok berharap, adanya kolaborasi kegiatan dengan komunitas yang digagas para mahasiswa ini sejalan dengan program Kota Depok. Menurut Ketua Komunitas Depok Banget Alfian Tegar Prakasa, berdirinya komunitas ini awalnya dari proses skripsi yang sedang ia susun sebagai syarat tugas akhir kualiah di Universitas Indonesia, jurusan administrasi niaga.

Adapun temanya skripsi yang diangkat Tegar soal kesiapan Kota Depok dalam implementasi smart city. Maklum, sejak tahun 2015 lalu, penerapan program smart city, yang mana sebagian besar pelayanan publik di Kota Depok telah terintegrasi dengan layanan berbasis aplikasi. Tetapi ketika terus menggali dan mendalami isu tersebut, justru membuat Tegar resah.

Pasalnya, masih banyak kekurangan dan persoalan di dalamnya. Depok ini sekilas tampak baik-baik saja. Sebuah kota yang berkembang pesat, banyak bermunculan apartemen dan mal, tapi keberadaan pasar tradisional dan PKL yang mulai tersisihkan. Padahal, secara lokasi Depok ini dekat dengan Ibukota Jakarta, sehingga punya potensi yang bisa digali selain pembangunan infrastruktur komersil.

Meski terlihat maju dari segi infrastruktur, di sisi lain, Depok juga memiliki wajah kota yang semrawut, macet dan kerap banjir di sejumah titik. “Pada mulanya, saya cuma bisa ngeluh saja dan tak tak bisa berbuat apa-apa. Nah, dari keresahan itu saya kepikiran apa yang bisa diberbuat sesuatu ketimbang hanya berkeluh-kesah. Beranjak dari situ, saya kumpulin teman-teman, ajak ngobrol dan diskusi, coba merumuskan konsep kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, ada kepanitiaan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat," bebernya.

Sebagai permulaan, kelompok diskusi ini baru melibatkan para mahasiswa UI dan terbentuk pengurus inti sebanyak 14 orang. Selanjutnya, diskusi semakin intensif mematangkan konsep program kegiatan pemberdayaan masyarakat. Menurut Tegar, dari Januari-Maret 2019, pihaknya banyak turun ke lapangan dan mempelajari permasalahan, berkomunikasi dengan tokoh masyarakat seraya meminta pendapat dan masukan. Hal ini juga sekaligus bahan pembelajaran bagi para mahasiswa dan bersosialisasi dengan masyarakat.

Hingga beberapa pekan yang lalu, pengurus membuat rekrutmen terbuka. “Alhamdulillah responnya sangat baik dari masyarakat. Cukup banyak yang mendaftar jadi pengurus tidak hanya mahasiswa UI tapi pelajar SMA dan yang sudah bekerja juga ingin bergabung jadi pengurus. Akhirnya, terjaring 40 pengurus komunitas,” ungkapnya.

Dari hasil pembicaraan para pengurus, Komunitas Depok Banget ini punya value muda berkarya-Depok berdaya. Artinya, dengan bersama-sama para anak muda dan mereka yang semangat kempemudaan mampu membuat karya yang bermanfaat bagi masyarakat. “Visi Komunitas Depok Banget adalah menghubungkan pemuda dan bergerak untuk kebermanfaatan,” sebut Tegar.

Adapun misi komunitas ini adalah membangun kondisi internal yang hangat dan totalitas dalam bekerja; menjalankan program-program yang tepat guna dan tepat sasaran bagi daerah binaan; dan membangun relasi yang baik kepada publik dan seluruh mitra komunitas. 

Menurut Tegar, Depok Banget sebagai identitas komunitas ini berlatar dari pemikiran kalau Depok ini menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi warga Depok, karena sejak lahir, masa kecil, hingga sekarang, berada dan besar di kota ini. Dengan demikian, Depok Banget itu adalah komunitas dari anak muda Depok untuk Depok.

Sedangkan nama Depok Banget ini juga tidak muncul begitu saja, tapi tidak terlepas dari banyak pemikiran hingga pencarian di mesin Google, yang mana dari berbagai referensi yang ada Depok Banget identik dengan hal yang terbilang negatif seperti macet, banjir, panas, sering tawuran pelajar, narkoba, dan lainnya.

“Berpikir dari situ, kami ingin menampilkan sisi baik Depok. Kami ingin mengubah paradigma sebagian warga Depok dengan hal yang positif. Kami pun sadar, untuk mengatasi persoalan persoalan tersebut tidak bisa semuanya dilakukan oleh pemerintah. Kami sebagai warga berharap bisa berpartisipasi untuk bersama-sama membuat solusi dan menyelesaikan persoalan di Depok,” ungkapnya.

Tegar bilang, dari diskusi sesama pengurus maka dirumuskan fokus dari Komunitas Depok Banget di tiga sektor yakni kesehatan, ekonomi, dan kota layak anak.“Fokus program kami adalah menanamkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular pada usia produktif, memaksimalkan dan mengembangkan potensi lokal dalam hal kewirausahaan, dan mendukung tercapainya Kota Depok sebagai kota layak anak,” bebernya.

Implementasi program ini secara bertahap mulai satu titik dan akan terus merambah titik lainnya. Untuk tahap awal sebagai bagian dari pengenalan Komunitas Depok Banget, lokasi binaan berada di RW 04, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung.

“Kami istilahkan sekarang ini memasuki tahun 0. Sedangkan program yang akan dilaksanakan pada tahun 0 diantaranya pesantren kilat, buka bersama masyarakat, penyuluhan Posyandu, pelatihan keuangan, dan menginisiasi taman baca,” sebutnya.

Targetnya, setelah masa pengenalan dengan berbagai kegiatan jangka pendek tersebut, masuk di tahun 2020 bakal lebih intensif lagi program yang dijalankan oleh komunitas. Meski demikian, program apa saja yang akan digenjot nanti tergantung evaluasi dari kegiatan sekarang. Bisa jadi nanti program akan bertambah atau sebaliknya ada yang dikurangi.

“Kami sebagai mahasiswa, sambil belajar juga beraktivitas di komunitas. Lagian, kalau kegiatan langsung intensif sejak awal, kami pun belum paham betul dengan kondisi lapangan yang komplek, sehingga di tahun 0 ini lebih fokus pengenalan dulu komunitas kepada masyarakat,” tukas Tegar.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER