Rokhmin Dahuri

Manfaatkan Era Industri 4.0 untuk Pembangunan Perikanan Budidaya

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Kamis, 14 Februari 2019 - 22:36 WIB

Rokhmin Dahuri/Dokumen pribadi
Rokhmin Dahuri
Foto: Dokumen pribadi

Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penggunaan sistem informasi teknologi (IT) dalam berbagai aktivitas ekonomi dan bisnis harus mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas SDM dan daya saing suatu bangsa dalam berbagai bidang, termasuk sektor perikanan budidaya.

TOKOHKITA. Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Rokhmin Dahuri mengatakan, jika pemanfaatan era industri 4.0 yang ditandai dengan penggunaan teknologi dan sistem informasi dalam aktivitas ekonomi dapat mendorong produktivitas pembangunan perikanan budidaya di Indonesia karena memiliki potensi besar tapi masih belum tergarap secara maksimal.

“Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penggunaan sistem informasi teknologi (IT) dalam berbagai aktivitas ekonomi dan bisnis harus mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas SDM dan daya saing suatu bangsa dalam berbagai bidang, termasuk sektor perikanan budidaya,” ujarnya saat menjadi narasumber inti pada lokakarya “Aquaculture Innovation Challenge” di Hotel Apita, Cirebon. Kamis (14/2/2019).

Acara lokakarya tersebut dihadiri oleh pegusaha tambak, peneliti, dosen, dan birokrasi pemerintahan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Donor Internasional Soludaridad, FPIK IPB, Seafood Alliance dan Fresh Fish.

Dalam paparannya, Guru Besar Fakultas Perikanan IPB sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menjabarkan jika potensi dan tingkat produksi akuakultur Indonesia dengan total produksi 4,9 juta ton pada tahun 2009. Indonesia sejak itu merupakan produsen akuakultur terbesar di dunia, di bawah China.

Adapun pada 2014 total produksinya mencapai 14 juta ton, dan 2016 mencapai 16 juta ton yang sebesar 11 juta ton diantaranya berupa rumput laut. “Dengan produksi sebesar itu, berarti baru 16?ri total potensi produksi sebesar 100 juta ton per tahun. Padahal total potensi nilai ekonomi aquaculture Indonesia sekitar US$ 210 milyar per tahun,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rokhmin mengajak para pelaku usaha di sektor perikanan budidaya memanfaatkan kehadiran revolusi industri 4.0 dalam meningkatkan efektivitas, produktivitas, keuntungan dan daya saing. Apalagi menurut dia, di era global sekarang ini suatu bangsa yang maju adalah ketika bisa menghasilkan produk berdaya saing tinggi.

Editor: Tokohkita

TERKAIT