Adji Kurniawan

Liburan Saat Low Season, Ini Sederet Keuntungannya

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Gaya Hidup /
  4. Kamis, 14 Februari 2019 - 17:28 WIB

Suka liburan ke destinasi populer, favorit ataupun yang tengah ngehits tapi selagi pengunjungnya tak membeludak? Ya sekarang inilah waktunya, saat low season atau musim rendah kunjungan wisatawan

TOKOHKITA. Low season merupakan masa sepi pengunjung di suatu destinasi atau daya tarik wisata. Sebab, pada periode ini biasanya tidak banyak orang yang berwisata. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya musim senyap pengunjung tersebut.

Pertama, karena bukan hari libur. Soalnya orang Indonesia cenderung enggan mengambil cuti kerja atau minta izin hanya untuk berlibur. Umumnya orang kita liburan saat ada tanggal merah, akhir pekan, hari libur atau musim liburan anak sekolah.

Faktor lainnya lantaran musim hujan. Maklum, orang kita pun umumnya kurang suka jalan-jalan saat musim hujan karena becek, basah, banjir, dan alasan lain terkait cuaca kurang bersahabat.

Setiap tahun, sejak pertengahan Januari sampai awal April, lalu awal September hingga pertengahan Desember merupakan periode low season di sejumlah destinasi di Indonesia.

Berlibur saat musim minim pengunjung tersebut, justru amat menguntungkan buat Anda yang tidak suka keramaian. Ya, karena pengunjungnya tak sepadat saat high season (musim tinggi), apalagi peak season (musim puncak) liburan.

Keuntungan lainnya, biasanya pas musim paceklik wisatawan ini justru bejibun diskon dan promo tiket pesawat atau hotel murah, dan ditambah bermacam event dengan sederet acara menarik serta bertabur diskon belanja.

Destinasi Jogja misalnya saat low season, sepanjang Februari ini menyuguhkan berbagai event antara lain Jogja Heboh, Jogjavaganza, dan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta untuk menjaring wisatawan.

Destinasi favorit di Indonesia lainnya seperti Bali, Lombok, Bandung, Bopuncur (Bogor-Puncak-Cianjur), Malang, dan lainnya saat low season, biasanya sejumlah hotelnya menawarkan diskon dan promo menarik dengan tarif yang lebih rendah. Begitu pun dengan sejumlah tempat wisatanya.

Andaipun tarif kamar hotelnya, tetap ada keuntungannya karena Anda akan jauh lebih mudah mendapatkan kamar kosong saat memesan langsung, tanpa harus booking beberapa hari sebelumnya.

Keuntungan lainnya, Anda tidak akan mengalami kemacetan ke tempat wisata tujuan, tidak akan mengantri panjang saat membeli tiket masuknya, dan juga tidak akan kesulitan mendapatkan tiket angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.

Buktinya saat ini ada Bus Trans Jawa dari PO Putera Mulya Sejahtera (Puma's) yang menawarkan promo tiket bus tingkat (double decker) untuk first executive class (dek atas) tujuan Jakarta-Semarang-Solo hanya Rp 50.000 saja.

Promo tiket untuk keberangkatan pagi tersebut berlaku mulai tanggal 12 Februari, khusus keberangkatan tanggal 14-18 Februari 2019 dengan pemesan maksimal dua tiket per sekali pemesanan di redbus.id.

Intinya, liburan saat musim sepi pengunjung merupakan pilihan terbaik jika Anda mendambakan suasana yang tenang dan lengang dengan biaya yang lebih hemat.

Tapi, jika Anda hanya punya kesempatan berlibur dalam periode musim tinggi seperti libur sekolah (Juni-Juli) juga Agustus, libur nasional seperti libur Lebaran/Imlek, dan liburan long weekend atau akhir pekan panjang, maka tak ada cara lain selain mempersiapkannya dengan matang supaya Anda nanti tak dibuat pusing hanya untuk urusan mencari moda transportasi dan akomodasi.

Satu lagi, yang pasti Anda harus menyiapkan anggaran jauh lebih besar karena biasanya pada periode musim tinggi tersebut, biaya tikey transportasi naik beberapa persen dan tarif kamar sejumlah hotel pun akan meningkat cukup signifikan sekitar 30% hingga 50?ri harga normal.

Apalagi saat musim puncak (liburan Natal dan tahun baru), tarif kamar sejumlah hotel bisa naik berlipat-lipat. Reservasinya pun harus Anda lakukan jauh-jauh hari, minimal dua bulan sebelumnya.

Kendati biayanya membengkak, tapi liburan saat musim tinggi dan musim puncak sebetulnya menyenangkan kalau Anda menyukai kerumunan, hiruk-pikuk, dan ingar-bingar lantaran atmosfir liburannya lebih terasa.

Tapi jika Anda termasuk penganut kesunyian yang kerap merasakan ketidaknyamanan berlibur pas musim ramai (high & peak season), maka liburan saat low season seperti sekarang inilah solusinya dengan catatan tetap mengedepankan safety traveling.

Naskah & foto: Adji Kurniawan-Travelplus

Editor: Tokohkita

TERKAIT