Afifah Alia Angkat Bicara Atas Kejahatan Seksual di Depok

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Jumat, 30 Oktober 2020 - 20:24 WIB

Afifah Alia/Istimewa
Afifah Alia
Foto: Istimewa

Kasus tersebut bermula saat korban berinisial YO (21) tengah makan di sebuah warung makan di Karet Beji, Depok, pada Rabu (28/10/2020) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku kemudian datang dan segera memegang payudara korban.

TOKOHKITA. “Alhamdulillah, pelaku sudah diamankan, sehingga tidak berkeliaran dan menimbulkan keresahan warga. Dalam hal ini, saya mengapresiasi kolaborasi warga dan polisi. Polisi dengan cepat merespon kejadian yang ada, warga juga punya kepedulian yang tinggi, sehingga korban tidak sendirian.” 

Demikian diutarakan Afifah Alia, calon wakil wali kota Depok terkait kasus begal payudara di Depok, yang sempat viral di lini masa. Sebelumnya, polisi menangkap Suryadi Putra (25) yang merupakan pelaku begal payudara di Depok, Jawa Barat. Pelaku melakukan tindakannya tersebut sebanyak dua kali di hari yang sama.

Kasus tersebut bermula saat korban berinisial YO (21) tengah makan di sebuah warung makan di Karet Beji, Depok, pada  Rabu (28/10/2020) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku kemudian datang dan segera memegang payudara korban.

Afifah satu-satunya kandidat perempuan dalam pilkada Depok 2020 menaruh perhatian serius terhadap persoalan perempuan, diantaranya pelecehan yang kerap dialami perempuan. “Begal payudara ini sangat khas perempuan, bukan sekali dua kali terjadi di kota Depok. Ke depan, tidak boleh ada lagi kasus-kasus seperti ini,” katanya, Jumat (30/10/2020).

Sebelumnya, bersama Paralegal Depok korban begal payudara mengusut masalah ini hingga ke peradilan. Meski memakan waktu yang cukup lama, setidaknya hukuman penjara yang ditimpakan kepada pelaku bisa menjadi efek jera bagi pelaku maupun orang lain yang hendak melakukan hal serupa. “Harus ada efek jera, malu juga kan kita, Depok trending topik karena begal payudara,” tegas Afifah. 

Lebih jauh, Afifah sebagai calon wakil walikota Depok mendampingi Pradi Supriatna mengusung visum gratis bagi korban kekerasan seksual. Hal ini dilatarbelakangi sulitnya korban untuk mengakses visum sebagai salah satu persyaratan laporan kasus.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER