Marwan Jafar

Percepat Penerbitan Ijazah Sekolah

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. EDUKASI /
  4. Rabu, 8 Januari 2020 - 21:15 WIB

Marwan Jafar/Istimewa
Marwan Jafar
Foto: Istimewa

Persoalan kelambatan penerbitan ijazah tersebut diungkapkan oleh wakil rakyat atau anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar di tengah masa resesnya kemarin (7/1/2020)

TOKOHKITA. Ratusan lulusan di berbagai daerah mulai dari SD  hingga tingkatan lanjutan seperti SMA dan SMK, hingga saat ini melaporkan belum menerima ijazah kelulusan mereka. Kenyataan tersebut tentu saja juga sangat meresahkan dan membuat ratusan orang tua sebagai wali murid juga menjadi kesal dan bertanya-tanya.

Terkait permasalahan tersebut, diharapkan pihak-pihak berwenang seperti sekolah dan dinas pendidikan setempat segera membereskannya, agar para siswa yang akan melanjutkan pendidikan tidak patah semangat. Persoalan kelambatan penerbitan ijazah tersebut diungkapkan oleh wakil rakyat atau anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar di tengah masa resesnya kemarin (7/1/2020).

Saat mengunjungi di daerah pemilihannya yakni Jawa Tengah 3 yang meliputi Kabupaten Pati, Rembang, Blora dan Grobogan, ternyata ia cukup banyak mendapat keluhan dari orangtua wali murid yang anak-anaknya telah lulus sekolah namun sampai saat ini belum menerima ijasah tanda atau bukti resmi kelulusan itu.

"Kenyataan ini sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi sejumlah siswa  terpaksa menggunakan surat keterangan lulus yang dikeluarkan sekolah untuk melanjutkan studi. Namun, itu menjadi masalah karena tak semua institusi mau mengakui surat tanda kelulusan itu sebagai pengganti ijazah hingga ijazah resmi diterbitkan pihak sekolah mereka. Meski ada lembaga seperti perguruan tinggi mau menerima surat tanda kelulusan buat mendaftar," ujar Marwan.

Mantan Ketua Fraksi PKB di DPR RI itu menambahkan, bahkan ada wali murid yang mengisahkan betapa sang anak sudah berkali-kali menanyakan kapan ijazahnya keluar ke sekolahnya, hanya mendapat jawaban sedang diproseslah dan diharap bersabar. Padahal, sang anak bertekad ingin mendaftar dan masuk sebagai taruna TNI. Orangtua murid itu juga khawatir, kalau sampai tertunda-tunda keluarnya ijazah resmi, pasti baru bisa memdaftar lagi di tahun depan.

Marwan yang juga mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini menandaskan, solusi memecahkan tersebut maka pihak dinas pendidikan di tingkat kabupaten harus segera mendistribusikan blangko ijazah semua sekolah dengan berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi maupun Kementerian Pendidikan Nasional secara secepatnya.

"Saya mendesak dan meminta persoalan keterlambatan penerbitan blangko ijazah ini menjadi skala prioritas dinas pendidikan di banyak daerah. Belum lagi ada tahapan mengisi blangko ijazah yang pasti butuh waktu dan perlu kecermatan waktu menulisnya," ujarnya mengingatkan.

 Ia tambahkan, ada pula fakta yang menunjukkan bagi lulusan SD saja ijasah baru bisa keluar atau  diterbitkan setahun setelah kelulusan dan bagi lulusan SMA minimal empat  bulan sesudahnya baru keluar. Artinya,  lagi-lagi ini menyangkut soal mata rantai birokrasi yang masih berbelit-belit, termasuk sampai ke daerah-daerah. Apakah kalau masalah ijasah ini tidak diurus oleh yang bersangkutan, maka  seumur hidup pun ijasah tidak diberikan?

Laporan: Zaenal Wafa

Editor: Tokohkita

TERKAIT