Sinar Mas Agribusiness and Food Tingkatkan Kehidupan Masyarakat di Area Perusahaan

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Kamis, 30 Juli 2020 - 20:08 WIB

Perusahaan dinilai berhasil menjalankan program CSR secara konsisten selama bertahun-tahun yang sejalan dengan kebijakan keberlanjutan perusahaan yaitu Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG). Salah satu program CSR yang selaras yaitu upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

TOKOHKITA. Dalam ajang TOP CSR Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Top Business, Sinar Mas Agribusiness and Food berhasil memenangkan dua penghargaan sekaligus yakni TOP CSR Awards 2020 #Star 5 dan TOP Leader on CSR Commitment 2020. 

Perusahaan dinilai berhasil menjalankan program CSR secara konsisten selama bertahun-tahun yang sejalan dengan kebijakan keberlanjutan perusahaan yaitu Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG). Salah satu program CSR yang selaras yaitu upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Secara spesifik terkait aspek ketahanan pangan, para ahli Perusahaan membentuk masyarakat desa dengan mengajarkan teknik pertanian yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan taraf kehidupan mereka secara mandiri. Program yang berjalan sejak 2017 ini hingga saat ini memberikan manfaat bagi lebih dari 4.000 penerimanya.

“Terlebih saat menghadapi krisis pandemi COVID-19 dan musim kemarau saat ini, Perusahaan percaya bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan hanya dapat dicapai jika kebutuhan ekonomi dan pangan masyarakat setempat juga terpenuhi”, ungkap Agus Purnomo, Managing Director, Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement, Kamis (30/7/2020). 

Kriteria TOP CSR Awards 2020 menyasar tiga aspek utama, yakni aspek kepatuhan (compliance) terhadap ISO 26000 tentang Social Responsibility, aspek Good Corporate Governance (GCG), dan aspek keselerasan program CSR dengan strategi serta daya saing bisnis perusahaan.

Secara spesifik terkait aspek ketahanan pangan, para ahli Perusahaan membentuk masyarakat desa dengan mengajarkan teknik pertanian yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Sebagai contoh di beberapa desa masyarakat diajarkan untuk menanam sayur-sayuran seperti kangkung, bayam, cabai, kacang hijau serta beternak hewan dan budidaya ikan.

Kemudian hasil panen atau hasil ternak tersebut dapat digunakan sebagai konsumsi sendiri, sehingga menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp 300.000 per bulannya dan sisanya dapat dijual dan menjadi penghasilan tambahan bagi para petani hingga Rp 500.000 per kepala keluarga setiap bulannya. Dengan demikian, masyarakat dapat mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan taraf kehidupan mereka secara mandiri. Program yang berjalan sejak 2017 ini hingga saat ini memberikan manfaat bagi lebih dari 4.000 penerimanya.

Selain dalam bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, Perusahaan juga fokus pada bidang Kesehatan dengan mengoperasikan lebih dari 140 klinik di seluruh Indonesia yang sebagian besar berlokasi di pelosok tanah air. Sebanyak 8.600 penerima manfaat mendapatkan fasilitas perbaikan kesehatan anak, vaksin dan perbaikan nutrisi.

Dalam bidang pendidikan, perusahaan juga membekali 2.160 tenaga pendidik berdedikasi tinggi yang mengajar di pedalaman dengan berbagai ilmu dan pelatihan. Ada lebih dari 40.800 murid yang belajar di 280 sekolah yang berlokasi di sekitar area operasional Perusahaan. Hal ini karena Perusahaan percaya fasilitas pendidikan yang memadai dapat menuntun generasi masa depan terbebas dari garis kemiskinan.

Tak hanya memastikan produksi sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, penghargaan TOP CSR Awards 2020 tentu akan semakin memotivasi Sinar Mas Agribusiness and Food untuk terus membantu meningkatkan kehidupan masyarakat di sekitar area Perusahaan beroperasi. 

“Dampak positif yang signifikan dari pengembangan CSR Sinar Mas Agribusiness and Food yaitu menurunnya angka kebakaran lahan, kebun, dan hutan serta meningkatnya pengetahuan masyarakat untuk memanfaatkan bahan organik sebagai pengganti bahan kimia,” tegas Agus.

 

Editor: Tokohkita

TERKAIT