Terdampak Covid-19

Pemkab Garut Mulai Pulangkan Warga yang Terisolasi di Papua

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Jumat, 26 Juni 2020 - 16:04 WIB

Sejatinya, masih banyak warga asal Garut yang putus rezekinya akibat Covid-19 ini dikarenakan pembatasan jam aktivitas terutama warga yang hanya pedagang keliling seperti tukang sendal, roti, kaca mata dan lainnya.

TOKOHKITA. Pemerintah Kabupaten Garut berhasil memulangkan sejumlah warga Garut yang terisolasi hampir empat bulan di Jayapura, Papua, akibat pemberlakuan pembastasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penularan virus corona di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Sebagian dari warga tersebut pergi ke Papua untuk menyelesaikan kontrak pekerjaan, namun tidak bisa pulang lantaran tidak ada penerbangan sipil setelah pemerintah setempat menutup akses bandara untuk menekan penyebaran Covid-19. Warga asal kota dodol ini meminta dievakuasi lantaran kehabisan bekal, bahkan diantaranya ada yang sakit karena malaria.

 Adapun evakuasi tahap pertama sebanyak delapan orang dari total 19 warga yang terdampak Covid-19. Proses pemulangan sempat terkendala karena kondisi lapangan yang cukup sulit dan terbatasnya jadwal penerbangan dari Papua.

"Alhamdulillah dengan berbagai keterbatasan Pemda Garut dapat memfasilitasi pemulangan warga Garut di perantauan hal ini berkat kerjasama dengan semua pihak, Pemkot dan Pemda di Papua, pihak media massa, Paguyuban  dan pihak-pihak terkait," kata Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, H Muksin, Jumat (26/6/2020).

Menurut dia, proses pemulangan warga tersebut hasil kerjasama semua pihak dengan pertimbangan sosial dan kemanusiaan, terkait penanganan dampak pandemi corona. "Untuk itu, Bupati dan Wakil Bupati Garut atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan semoga dengan kebersamaan ini kita bisa menghadapi masa sulit pademi Covid-19 dengan baik," ucap Muksin.

Terkait protokol kesehatan Covid-19,  Muksin menambahkan, seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya, akan dijemput oleh Dinas Sosial Kabupaten Garut di bandara dengan memperhatikan protokol kesehatan. "Selanjutnya yang bersangkutan wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari," imbuhnya. Asal tahu saja, sejumlah wilayah di Jayapura masih berstatus zona merah Covid-19, sedangkan Garut sudah memasuki fase new normal dengan relaksasi PSBB.

Hal senada disampaikan pihak Paguyuban Sunda Ngumbara Provinsi Papua yang mamfasilitasi proses pemulangan warga terdampak Covid-19. "Kami atas nama Paguyuban Sunda Ngumbara Provinsi Papua menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak Bupati  Grut, kadinsos, kadis Kominfo dan media massa yang sudah membantu melancarkan pengurusan dan pemulangan warga Garut yang terisolasi di Jayapura, Papua akibat dampak Covid-19," ujar Paguyuban Sunda Ngumbara Provinsi Papua Iriyanto Pawika.

Sejatinya, masih banyak warga asal Garut yang putus rezekinya akibat Covid-19 ini dikarenakan pembatasan jam aktivitas terutama warga yang hanya pedagang keliling seperti tukang sendal, roti, kaca mata dan lainnya. "Semoga dengan kejadian ini, Pemprov Jabar bisa lebih memerhatikan warganya yang ada di tanah perantauan seperti di Papua," harap Iriyanto.

Asep Koswara, salah satu warga yang terisolasi di Jayapura merasa senang dan bersyukur bisa segera pulang ke kampung halaman karena sudah cukup lama menunggu dievakuasi. "Alhamdulillah, saya atas warga Garut mengucapkan banyak-banyak terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada bapak Bupati, Wakil Bupati, Dinas Komimfo, Dinas Sosial dan Asda I Garut," tuturnya.

Di samping itu, Asep pun menghaturkan banyak terimakasih kepada pihak Paguyuban Sunda Ngumbara Provinsi Papua. "Saya juga sangat berterima kasih kepada Kang Iriyanto [Paguyuban] atas fasilitas dan bantuan baik pengurusan administrasi dan kebutuhan pangan kami selama di penampungan di Jayapura. Semoga Allah SWT membalas segala amal baiknya," pungkasnya.

Editor: Tokohkita

TERKAIT