Marwan Jafar

Pemerintah Sudah Sigap dan Tanggap Atasi Virus Corona

  1. Beranda /
  2. Parlemen Kita /
  3. Rabu, 4 Maret 2020 - 08:53 WIB

Marwan Jafar/Istimewa
Marwan Jafar
Foto: Istimewa

Para pejabat harus melakukan komunikasi publik yang menenangkan dan akurat. Termasuk saatnya kita menguatkan solidaritas sosial di seluruh komponen masyarakat. Karena ini menyangkut sektor stabilitas ekonomi, kesehatan serta menjaga kepercayaan sosial dan tidak boleh ada kegaduhan.

TOKOHKITA. Di tengah ditemukannya dua orang di Depok yang positif terinfeksi virus Corona, bahkan Presiden Jokowi yang mengumumkan, sejumlah pihak malah menyalahkan atau menyerang pemerintah. Seharusnya, kita jujur mengapresiasi beberapa kebijakan atau langkah antisipatif pemerintah melalui sejumlah pemangku kebijakan kementerian dan lembaga terkait, terutama sejak sebelum ditemukannya dua orang positif Corona di Depok itu.

"Bukankah kita masih ingat benar, sudah jauh-jauh hari pemerintah tanggap dan sigap mengantisipasi sejak korban maupun suspect virus Corona sebelum sedramatis seperti sekarang," kata aAggota DPR RI dari Fraksi PKB Marwan Jafar di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Menurut dia, beberapa hari lalu, persisnya pertengahan Februari lalu, pihak pemerintah sudah memulangkan sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang langsung mengkarantina dan mengobservasi selama 14 hari di wilayah Kepulauan Natuna. "Saat itu, jumlah korban Corona di China baru.sekitar 600 orang. Itu kan bukti konkrit dan terang benderang langkah antisipatif dan tanggap pemerintah yang mesti kita hargai," ujar Marwan yang mantan Ketua Fraksi PKB di DPR RI.

Seperti diberitakan banyak media, ke-238 WNI yang menjalani observasi terdiri atas 158 orang perempuan dan 80 laki-laki. Usia termuda dari mereka yakni 5 tahun dan usia tertua 64 tahun. Mereka diobservasi selama 14 hari di hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Natuna. Di bawah pengawasan organisasi kesehatan dunia (WHO), mereka dinyatakan sangat sehat dan mendapat sertifikat sehat seusai observasi. Mereka didampingi Menteri Kesehatan RI saat terbang dari Natuna ke Bandara Halim Perdanakusuma, dan kemudian diterima pemerintah daerah sebelum pulang kampung halaman. 

Marwan bilang, pemerintah juga telah memulangkan ke Indonesia dan mengobservasi 188 Warga WNI di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. Mereka adalah para pekerja kapal World Dream yang diangkut dengan KRI Suharso. "Sebelum pemulangan dan mengobservasi ratusan WNI di kedua lokasi tersebut, sejumlah rumah sakit di Jakarta seperti RSPAD Gatot Subroto  RS Suliantoro Sulaiman dan RS Persahabatan serta sejumlah rumah sakit di daerah juga sudah disiapkan buat mengantisipasi suspect Corona, to," tegas Marwan mantan Menteri Desa-PDTT.

Dia juga mengingatkan, sebaiknya kita membantu beberapa kementerian atau lembaga pemerintah maupun kerja sama dengan sejumlah pihak lain yang pasti akan terus bersinergi mewaspadai, mencegah dan mensosialisasikam cara-cara hidup sehat buat mengantisipasi paparan virus Corona. Jangan kita malahan menambah kepanikan yang tidak perlu kepada warga masyarakat.

"Kita memuji solidaritas berbagai pihak yang terus menumbuhkan optimisme, terus mewaspadai virus Corona dengan mempraktekkan cara-cara hidup sehat. Seperti waspada gejala demam, etika batuk, gunakan masker, sering cuci tangan, cuci tangan pakai sabun serta jangan paksakan aktivitas di luar rumah dan membatasi kontak dengan orang lain," tuturnya.

Marwan pun menyarankan dua solusi konkrit. Pertama, para pejabat harus melakukan komunikasi publik yang menenangkan dan akurat. Termasuk saatnya kita menguatkan solidaritas sosial di seluruh komponen masyarakat. Karena ini menyangkut sektor stabilitas ekonomi, kesehatan serta menjaga kepercayaan sosial dan tidak boleh ada kegaduhan. Kedua, Perlu dibentuk gugus satuan tugas secara terintegrasi dan komprehensif, dan satu komando untuk mengorkestrasi dan mengakselerasi pencegahan dan pemulihan akibat dampak multisektor virus corona.

"Tak kalah penting, sekali lagi pemerintah pusat dan daerah juga harus saling koordinasi dan saling memberikan informasi yang akurat. Mari kita bangun bersama-sama nurani dan kepercayaan publik," pungkasnya mengingatkan.

Laporan: Zaenal Wafa

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER