Kolaborasi Gradana dan RenovAsik di Program Renovasi Rumah

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. PROPERTI /
  4. Senin, 6 Januari 2020 - 21:16 WIB

Salah satu perusahaan yang menaruh perhatian pada pemulihan paska banjir adalah Gradana. Menurut Angela Oetama, co-founder perusahaan peer to peer lending khusus properti tersebut, pekerjaan rumah paling besar justru setelah banjir surut yaitu memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh debit air yang masuk.

TOKOHKITA. Banjir di kawasan Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang yang berlangsung selama beberapa hari sejak tahun baru 2020 berangsur-angsur mulai surut. Meski di beberapa titik masih terjadi genangan air, namun beberapa perumahan di kota-kota tersebut mulai mengering. Dampak banjir yang menerjang wilayah Jabotabek berakibat pada rusaknya bangunan-bangunan dan aset properti seperti rumah, ruang usaha seperti warung dan kios, khususnya yang dimiliki oleh masyarakat.

Salah satu perusahaan  yang menaruh perhatian pada pemulihan paska banjir adalah Gradana. Menurut Angela Oetama, co-founder perusahaan peer to peer lending khusus properti tersebut, pekerjaan rumah paling besar justru setelah banjir surut yaitu memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh debit air yang masuk.

“Biasanya pemilik rumah, kantor dan toko baru mulai kebingungan setelah banjir surut. Banyak yang harus diperbaiki mulai dari bangunan yang retak-retak, keramik yang pecah dan kotor, plafon yang jebol, kerusakan kusen  dan sebagainya. Tentu hal ini membutuhkan biaya tambahan lagi untuk renovasi.”

Angela mengatakan, Gradana sebagai sebuah entitas bisnis didirikan dengan misi untuk membantu sesama melalui business activity yang berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. “Ketika banjir ini terjadi, kami terus berpikir bagaimana caranya bisa membantu melalui kompetensi bisnis yang kita miliki serta komunitas dan mitra-mitra Gradana. Awalnya kami hanya mulai dengan memberikan biaya administrasi secara gratis. Namun hal ini tidak cukup. Somebody needs to do the job untuk memperbaiki dan merenovasi kerusakan akibat banjir tersebut. Maka kami pun berkolaborasi dengan salah satu mitra kami, Renovasik, dan berdiskusi bagaimana kita bisa membangun kontribusi yang lebih luas.”

Gradana, tutur Angela, bekerjasama dengan RenovAsik memberikan solusi perbaikan rumah dan tempat usaha bagi masyarakat yang membutuhkan biaya renovasi di bawah 100 juta rupiah. “Untuk masa banjir ini, kami membebaskan biaya admin dan mengenakan bunga nol persen bagi masyarakat  yang rumahnya terkena dampak langsung. Kita ingin mereka tidak terbebani dengan kesulitan finansial ketika harus merenovasi.”

Biasanya renovasi paska banjir berkaitan dengan peninggian dan penguatan material bangunan agar terhindar dari resiko air kembali masuk di kemudian hari. 

Senada dengan itu, Indra Setiawan, pendiri dan CEO RenovAsik mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Gradana didasarkan pada solusi yang dibutuhkan konsumen secara riil, salah satunya karena platform ini tidak memberikan persyaratan agunan untuk pinjaman renovasi. Menurutnya, konsep seperti ini yang sangat dibutuhkan masyarakat khususnya bagi mereka yang masih memiliki status pinjaman KPR.

“Rata-rata institusi keuangan seperti bank dan BPR mengharuskan agunan. Tentu ini sangat berat bagi calon peminjam, apalagi yang terkena dampak banjir dan butuh untuk segera merenovasi rumahnya.”

Indra menambahkan, berdasarkan hasil riset internalnya, kebanyakan calon konsumen yang mau renovasi selalu terbentur biaya, seperti biaya cicil kendaraan dan bahkan biaya KPR rumah itu sendiri. “Tanpa rekanan pembiayaan, biasanya dibutuhkan pembayaran di muka untuk renovasi. Padahal banjir merupakan bencana yang tidak terduga, otomatis pengeluaran rumah tangga meningkat drastis. Tidak heran paska banjir ini permintaan renovasi naik 20 persen, dan saya pikir nantinya akan bertambah lagi seiring dengan surutnya banjir.”

Program renovasi Gradana dan RenovAsik khusus korban banjir itu sendiri berlaku hingga 31 Januari 2020 dan dikhususkan untuk pemilik properti yang berdomisili di kawasan Jabodetabek.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER