Calon Ibukota Baru

Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Senin, 26 Agustus 2019 - 15:53 WIB

Penentuan calon ibukota baru ini berdasarkan riset selama tiga tahun. Maka terpilih Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, yang dianggap paling ideal.

TOKOHKITA. Presiden Joko Widodo resmi memilih Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai lokasi ibukota baru. Lokasi CALON ibukota itu sebagian di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurut Presiden, lokasi tersebut dipilih karena masuk dalam kriteria yang ditetapkan pemerintah, yakni bebas dari potensi bencana alam serta dekat dengan kota yang telah ada.

Memang, lokasi ibukota baru tersebut dekat dengan Kota Balikpapan dan Samarinda yang telah memiliki infrastruktur. Pemerintah juga telah memiliki lahan di lokasi itu yang cukup untuk pembangunan tahap awal. "Lahan seluas 180.000 hektare (ha) yang dikuasai pemerintah," terang Jokowi dalam konferensi peres seperti dikutip dari Kontan, Senin (26/8/2019).

Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir mendampingi Jokowi dalam konferensi pers tersebut. Hadir pula sejumlah menteri seperti Memgeri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan A Djalil, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Ada pula kepala daerah yang hadir dalam konferensi pers tersebut, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Sejatinya, pemerintah telah melakukan kajian terkait pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta. Dari tiga opsi, Jokowi memutuskan ibu kota negara pindah ke luar pulau Jawa. Sebelumnya ada opsi ibu kota tetap di Jakarta namun dengan pembuatan distrik khusus bagi kantor pemerintahan. Selain itu ada pula opsi untuk pemindahan dengan jaraknyang tidak jauh dari Jakarta seperti Jonggol, Jawa Barat dan Maja, Banten. Dari lokasi di luar Pulau Jawa, Jokowi mengerucutkan pilihan terhadap empat provinsi yaitu Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kaltim, dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Empat lokasi itu dipilih selain karena bebas dari wilayah bencana, juga dianggap berada di tengah wilayah Indonesia sehingga lebih representatif. Pada bulan Juli, lokasi ibukota baru kembali mengerucut. Jokowi memastikan bahwa lokasi ibu kota baru berada di Kalimantan, tetapi masih belum ada wilayah spesifik.

Penentuan calon ibukota baru ini berdasarkan riset selama tiga tahun. Maka terpilih Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, yang dianggap paling ideal. Ada lima alasan kenapa dua tempat itu yang dipilih. Pertama, risiko bencana minimal, baik banjir, gempa, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor.

Kedua, lokasi strategis, ada di tengah-tengah Indonesia. Secara geografis, jarak rata-rata Kalimantan Timur ke seluruh Provinsi di Indonesia memang cukup pendek, yakni 893 km--terpendek kedua di antara lima calon ibu kota lainnya, atau di bawah Kalimantan Tengah yang jarak rata-rata ke seluruh provinsinya sejauh 792 km. Ketiga, kabupaten itu ada di dekat perkotaan yang sudah berkembang, yakni Balikpapan dan Samarinda. Keempat, infrastruktur yang relatif lengkap.

Kelima, di dua tempat itu tersedia lahan yang sudah dikuasai pemerintah, seluas 180.000 hektare. Jokowi mengatakan setelah ini pemerintah akan mulai merancang UU Ibukota Baru. Pada 2020 akhir, pemerintah akan memulai konstruksi, dan pada 2024, pemindahan akan dilakukan secara bertahap. Pembangunan akan dilakukan bersama swasta. Untuk APBN hanya menyumbang 19?ri total biaya yang dibutuhkan. Kelak, Jakarta akan tetap jadi pusat bisnis dan perdagangan yang berskala global.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER