Karya Bakti TNI AL 2019

Lantamal V-Pemprov Jatim Siap Merenovasi 867 Rumah Tidak Layak Huni

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Kamis, 22 Agustus 2019 - 06:57 WIB

Karya Bakti TNI Angkatan Laut Tahun 2019/Dokumen Lantamal V
Karya Bakti TNI Angkatan Laut Tahun 2019
Foto: Dokumen Lantamal V

Adapun tujuan dari Kerja Bakti TNI AL dalam program RTLH ini harus tepat sasaran, yaitu bagi masyarakat yang memang rumahnya tidak nyaman, tidak layak huni, tidak sehat

TOKOHKITA. Karya Bakti TNI Angkatan Laut Tahun 2019 dalam Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kerjasama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2019 siap merenovasi 867 unit rumah tidak layak huni terpilih di kawasan pesisir Jawa Timur.

Upacara Pembukaan Peresmian Karya Bakti TNI AL dalam Program Renovasi RTLH kerjasama Lantamal V - Pemprov Jatim untuk kali ke-6 ini, dipusatkan di Alun Alun Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (21/8).
Gubernur Jawa Timur Dra.Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. didampingi Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono, S.H., CHRMP meresmikan secara langsung kegiatan tahuan kerjasama Pemprov Jatim dengan Lantamal V ini.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan H. Fadeli, S.H., M.M, Wakil Bupati Dra. Kartika Hidayati, M.M, MHP. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Jatim, para Asisten Danlantanla V, para Danlanal jajaran Lantamal V, Kadispotmar, anggota Forkompinda Lamongan dan undangan lainnya.

Menurut Khofifah, masih dalam suasana HUT RI tahun 2019, kita masih diberi kesemaptan untuk bersinergi secara baik antara Pemprov Jatim dengan Lantamal  dan jajarannya serta pemerintah Kabupaten Kota dijajaran Prov Jatim. "Terimakasih kepada Lantamal V dan jajarannya, ini menjadi sinergitas produktif untuk meningkatkan kesejahtetaan masyarakat Jawa Timur yang salah satunya melalui karya bakti TNI AL dalam program RTLH," terang Gubernur.

RTLH lanjutnya, harus diubah menjadi  Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), yang berarti bila sehat lahirnya, maka akan sehat pula batinnya. Dengan adanya revovasi rumah tidak layak huni menjadi Rutilahu ini, diharpakan adanya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.

Adapun tujuan dari Kerja Bakti TNI AL dalam program RTLH ini harus tepat sasaran, yaitu bagi masyarakat yang memang rumahnya tidak nyaman, tidak layak huni, tidak sehat. Begitu pula dari segi penghasilan yang masih dalam kategori yang relatif rendah. Dalam pelaksanaannya, program  ini telah dikomunikasikan kepada masyarakat khususnya penerima program RTLH, bahwa program ini bukan merupakan program bedah rumah tetapi hanya berupa renovasi rumah, sehingga tidak salah pengertian dalam pelaksanaannya.

Dengan adanya program ini, diharapkan tidak hanya akan menunjang masyarakat untuk memiliki hunian yang lebih layak, tapi juga bersih untuk mendukung kesehatan masyarakat dalam pemerataan pembangunan di wilayah Jawa Timur. Sedangkan, kriteria rumah yang mendapatkan bantuan renovasi ini antara lain adalah rumah yang masih berlantai tanah, dinding dari bilik bambu dengan atap rumbia atau daun kelapa, tidak memiliki standar dan ventilasi udara yang baik, tanah milik sendiri dan tidak bermasalah, pekerjaan tidak tetap, janda atau jompo.

Sementara itu Komandan Lantamal V mengatakan, dari 867 unit rumah tidak layak huni yang direncanakan direnovasi tersebut, tersebar di pesisir Kabupaten Probolinggo 60 unit, Pasuruan 100 unit, Lamongan 84 unit, Tuban 26 unit, Bangkalan 31 unit, Sampang 10 unit, Pamekasan 159 unit, Banyuwangi 115 unit, Situbondo 65 unit, Jember 30 unit, Malang 25 unit, Trenggalek 50 unit, Tulungagung 32 unit, Blitar 30 unit dan Pacitan 50 unit.

Pada pelaksanaan Karya Bakti TNI AL dalam Program Renovasi RTLH ini, dalam pengerjaannya dilaksanakan oleh empat satuan pelaksana dijajaran Lantamal V, yaitu Lanal Batuporon untuk wilayah Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep, Lanal Banyuwangi mencapkup wilayah Banyuwangi, Probolinggo, Jember dan Pasuruan, kemudian Lanal Malang mencakup wilayah Malang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Pacitan, serta Dispotmar Lantamal V mencakup Kabupaten Lamongan dan Tuban.

Usai upacara peresmian di bukanya RTLH th 2019 ini,  Gubernur dan undangan lainnya, mendapat suguhan Tari Tutup Layang yang dimainkan 5 penari Binaan Disbudpar Kab Lamongan. Adapun Pasukan yang dilibatkan antara lain  Korsik Lantamal V, 2 SST pasukan Lantamal V, 2 SST Gabungan DKP Prov Jatim dan Kab Lamongan, masing masing 1 SST dari Kodim 0812/LMG, Polres, Korpri Pemda Lamongan, Salpol PP, PMK, Dinas Perhububgan dan Siswa Pramuka.

Usai upacara, Gubernur Jatim, Danlantamal V dan undangan lainnya meninjaua langsung proses renovasi 4 unit rumah di desa Sukomulyo Kecamatan Sumber Agung, Lamongan dan menempelkan Nomor RTLH di rumah yang sidah selesai mengalami renovasi.

Asal tahu saja, pasangan Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna menang di Pilkada Depok, Jawa Barat, tahun 2015 lalu. Calon nomor dua dari PKS dan Gerindra ini mengalahkan Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi yang diusung PDIP, PAN, PKB dan NasDem. Idris Abdul Shomad adalah politikus PKS yang saat itu menjabat wakil walikota Depok. Sementera Pradi Supriatna merupakan ketua DPC Gerindra Kota Depok. Duet pasangan ini ditetapkan langsung oleh Presiden PKS saat itu Anis Matta dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Idris menggantikan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail yang juga kader PKS.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER