Kaka Slank: Kurangi Sampah Plastik, Perbanyak Kran Air Minum Gratis

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Selasa, 12 Februari 2019 - 17:26 WIB

Kaka Slank/Tokohkita
Kaka Slank
Foto: Tokohkita

Pemerintah atau pihak terkait diharapkan dapat memperbanyak kran air minum gratis di sejumkah lokasi tujuan wisata. Dengan memperbanyak fasilitas ini, setidaknya bisa meminimalisasi sampah plastik.

TOKOHKITA. Mengurangi penggunaan sampah plastik atau reduce bisa dilakukan siapa saja, dan harus berawal dari kesadaran diri sendiri. Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka Slank mengatakan, banyak aktivitas wisata laut yang melibatkan penggunaan kemasan atau botol plastik sekali pakai. Akibatnya, sampah plastik banyak mengotori pantai.

“Saat ada aktivitas di darat atau sedang diving, kami pungut sampah-sampah plastik ini,” ungkapnya di sela-sela kegiatan Diskusi Publik "Menakar Komitmen Capres 2019-2024 yang digagas Yayasan Econusa dan Komunitas Pandu Laut Nusantara di D Lab, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Kaka Slank juga mengimbau pemerintah atau pihak terkait untuk memperbanyak kran air minum gratis di lokasi wisata. Dengan memperbanyak fasilitas ini setidaknya bisa meminimalisasi sampah plastik. “Kan, bisa minum dari air kran ini pakai botol tumbler,” ujarnya.

Dalam upaya pengurangan sampah plastik tersebut, Kaka Slank meminta agar semua pihak untuk tetap optimistis bahwa sekecil apapun yang dilakukan itu baik dan bermanfaat bagi lingkungan. “Kalau terpaksa harus buka tutup botol yang baru, coba dipakai dua sampai tiga kali tidak langsung dibuang,” tuturnya.

Yang terang membatasi penggunaan botol sekali pakai efeknya bakal besar dari satu orang yang sudah aware terhadap kelestarian lingkungan. "Apalagi kalau bisa dilakukan secara massif,” tuturnya. Nah, dengan tindakan kecil seperti itu, Kaka Slank bilang, “Alam akan berterima kasih.”  

Pada kesempatan yang sama, Kaka Slank juga menyerahkan surat laut kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Jokowi-Maruf Amin. Kaka Slank merupakan aktivis Pandu Laut Nusantara. Menurut dia, sebagai negara maritim, penting bagi pemimpin mendatang untuk menjadikan laut sebagai perhatian utama. "Mudah-mudahan isu laut ini bisa diangkat atau dikemukakan dan bisa terbuka. Karena, suara laut ini menurut saya cukup vital dan bisa memotivasi capres mendatang," ujarnya.

Kaka Slank menyebutkan, sejak awal, Pandu Laut Nusantara yang terbentuk pada tahun lalu dengan memberikan perhatian yang besar terhadap kelestarian lingkungan khususnya laut. "Tapi karena ini isunya dekat pilpres, kan, jadi Pandu Laut itu mikirnya what can we do. Akhirnya, kami buka acara diskusi ini, panggil dua tim pemenangan untuk diajak diskusi dan kita kasih masukan. Salah satunya tentang sampah plastik," bebernya.

Ia berharap penyampaian usul ini bisa digunakan para paslon capres untuk menyusun program kelautan. Setidkanya, capres yang terpilih nanti bisa mempertimbangkan usulan program dari masyarakat. "Untuk memberikan input kepada yang dalam hal ini dari tim Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi. Kalau istilah anak saya, mudah-mudahan ini menjadi insight, paling enggak nanti next debate isu laut bisa diangkat," kata Kaka Slank.

Adapun surat tersebut dititipkan ke kubu Jokowi melalui Influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, Roosdinal Salim, sedangkan kubu Prabowo-Sandi akan dititipkan melalui Jubir BPN Prabowo-Sandi, Viva Yoga, yang tidak hadir.

Roosdinal berjanji usulan-usulan tersebut akan diteruskan ke Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, dan akan disampaikan juga dalam rapat TKN yang akan datang. "Jadi saya pastikan ini akan saya sampaikan ke ketua tim pemenangan TKN Jokowi Maruf Amin, Pak Erick Thohir, untuk nanti disampaikan langsung ke Pak Presiden. Insya Allah tanggal 14 Februari akan rapat untuk debat nanti dan akan saya sampaikan karena masukan ini sangat penting," sebutnya.

Berikut isi Surat Laut untuk Capres
1. Memastikan pengelolaan laut yang berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung dukungan termasuk penggunaan penggunaan plastik dan pelarangan plastik sekali pakai.
2. Menjamin hak nelayan kecil untuk mencari ikan dan secara berkelanjutan.
3. Menghentikan segala bentuk kegiatan illegal di laut termasuk penangkapan ikan illegal dan prilaku merusak ekosistem laut Indonesia.
4. Memperhatikan kerentanan pulau pulau kecil Indonesia dari dampak perubahan iklim.
5. Memastikan kementerian dan lembaganya yang mengurus laut di Indonesia dipimpin individu yang profesional tidak memiliki kepentingan politik.
6. Memprioritaskan pemberdayaan sumber daya manusia di bidang kemaritiman.
7. Memperhatikan kesetaraan hak hak perempuan nelayan dalam memperoleh fasilitas perlindungan nelayan.
8. Membangun konektivitas yang dapat mendukung ekonomi kelautan.
9. Membuat program-program kelautan yang lebih terukur untuk memudahkan pengawasan masyarakat.
10. Perampingan birokrasi.
11. Penguatan pemahaman kemaritiman di masyarakat agar masyarakat dapat menjadi penyangga laut

Editor: Tokohkita

TERKAIT