Merasa Iri dengan Tangsel, Ini yang Akan Dilakukan Pradi

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Selasa, 23 Juni 2020 - 07:36 WIB

Pradi Supriatna/Istimewa
Pradi Supriatna
Foto: Istimewa

Di sela-sela kesibukan, saya sengaja untuk menyempatkan diri jalan-jalan ke daerah atau kota-kota sekitar Depok, salah satunya Tangsel. Selain mencari inspirasi, saya juga coba membandingkan perkembangan Depok dengan Tangsel. Walaupun usianya relatif lebih muda dari Depok, saya akui Tangsel lebih maju," sebut Pradi

TOKOHKITA. Kota ini dulunya sawah dan perkebunan kareat. Tapi kini, berubah menjadi kota satelit, itulah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Saat ini, wajah Tangsel berubah menjadi hutan beton dengan penopang pusat industri dan jasa yang besar.   

Kota Tangsel sudah banyak mengalami perubahan, menjadi kota satelit DKI Jakarta, dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat sekitar 7% sebelum merebaknya pandemi corona (Covid-19). Nah, dari jumlah itu, sebanyak 14% di antaranya banyak disumbang oleh aktivitas industri kecil dan menengah (IKM). 

Tangsel telah menjadi kota perdagangan dan jasa. Alhasil, restoran dari masakan sederhana sampai masakan skala internasional, semua ada di kota ini. Memang, sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tangsel, banyak disumbang oleh restoran dan hotel-hotel berbintang yang tumbuh subur, dari mulai Pondok Aren, sampai dengan Serpong.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Pemkot Tangsel menargetkan realisasi PAD sebesar Rp 2 triliun pada tahun ini. Dari PAD tersebut, Pemkot Tangsel menargetkan penerimaan dari pajak daerah mencapai Rp 1,71 triliun. Sementara itu, target retribusi daerah tahun ini dipatok sebesar Rp109,87 miliar. Sedangkan APBD Tangsel tahun 2020 ditetapkan sebesar Rp 3,9 triliun.

Sejatinya, Tangsel terus berkembang sejak dimerkarkan dari pemerintah induk Kabupaten Tangerang, pada 2008 lalu. Selama 12 tahun, berbagai kemajuan telah dicapai oleh Pemkot Tangsel. Selain pertumbuhan ekonomi yang bertumbuh cepat, hal ini juga seiring dengan peningkatan usia harapan hidup, indeks pembangunan manusia (IPM), dan angka pengangguran serta kemiskinan yang rendah.

Kemajuan Tangsel yang terbilang pesat ini mendapat perhatian khusus dari Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna. Betapa tidak, Pradi secara jujur mengakui kalau Kota Depok kalah dari Kota Tangsel. Padahal usia Depok sudah menginjak 21 tahun, tepat pada 27 April 2020 lalu. Pemkot Depok terbentuk pada 27 April 1999, yang sebelumnya berada di kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Di sela-sela kesibukan, saya sengaja untuk menyempatkan diri jalan-jalan ke daerah atau kota-kota sekitar Depok, salah satunya Tangsel. Selain mencari inspirasi, saya juga coba membandingkan perkembangan Depok dengan Tangsel. Walaupun usianya relatif lebih muda dari Depok, saya akui Tangsel lebih maju," sebut Pradi saat berbincang dengan Tokohkita, baru-baru ini.

Semestinya, Depok dengan usia yang lebih tua dari Tangsel bisa memiliki capaian yang lebih baik. Namun, dalam 15 tahun terakhir ini, perkembangan di Depok tidak begitu siginifikan bahkan cenderung stagnan. Memang, kalau melihat perkembangan Kawasan Margonda Raya terlihat menggeliat pembangunan infrastrukrurnya terutama sektor properti dengan kehadiran pusat perbelanjaan baru, apartemen, dan hotel. 

"Tapi pembangunan infrastruktur tidak merata di kawasan lainnya. Misalnya daerah Sawangan, masalah yang dihadapi justru kemacmatan parah yang dikeluhkan warga. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Depok," jelas Pradi.

Sebagai salah satu langkah solusi atas persoalan tersebut, Pradi berharap, ada penambahan ruas-ruas jalan baru agar bisa saling terkoneksi, khususnya di wilayah rawan macet. “Selain itu saya juga mengusulkan adanya pelebaran jalan, khususnya di kawasan yang super padat,” tuturnya

Sejumlah wilayah yang dianggap rawan terjadinya macet itu yakni, Kawasan Margonda, Perempatan Limo, Perempatan Sandra, Jembatan Serong Kecamatan Cipayung, Jalan Raya Sawangan, Citayam, perempatan Kukusan dan di wilayah Beji.  “Ini perlu diintervensi, ini lah upaya-upaya ke depan, yang akan kami lakukan,” ungkapnya.

Pradi menilai, selain infrastruktur yang lebih berkembang dan merata, Kota Tangsel juga berhasil mengembangkan industri jasa dan hunian, sehingga menjadi kota satelit penyanga Ibukota DKI Jakarta, termasuk dalam menangani sampah, bajir, dan kebutuhan air bersih. Secara geografis, posisinya yang dekat dengan wilayah-wilayah sentral ibukota menjadi sebuah keuntungan. Faktanya, Tangerang Selatan termasuk wilayah yang sangat strategis untuk tempat tinggal, bisnis, dan juga investasi. 

"Depok pun harus ramah terhadap investasi dengan perizinan yang mudah dan cepat. Selama ini keluhan investor adalah ada kesan birokrasi yang berbelit-belit dalam perizinan. Untuk itu, kami juga terus memperbaiki soal kemudahan investasi dan perizinan ini," janji orang nomor dua di Depok yang berlatar belakang pengusaha ini.

Di sisi lain, sambung Pradi, fokus selanjutnya adalah membangun apa yang saat ini belum dibangun, mengembangkan dan meningkatkan pelayanan dan infrastruktur di bidang kesehatan, pendidikan dan kualitas SDM, serta kapasitas UMKM. "Efek pandemi Covid-19 menghantam hampir semua level tapi yang paling terpuruk adalah pelaku usaha kecil dan menengah. Pemulihan ekonomi ini menjadi tantangan lumayan berat dalam beberapa tahun ke depan akibat krisis pandemi," imbuhnya.

Gambaran saja, kebutuhan pos anggaran belanja daerah pada APBD Depok tahun 2020 sebesar Rp 3,47 triliun yang berarti terjadi kenaikan sebesar Rp 122,840 miliar atau naik sebesar 3,67?ri anggaran belanja sebelumnya pada APBD (murni) tahun 2019 sebesar Rp 3,345 triliun. Sedangkan, pendapatan daerah ini bersumber dari pos PAD sebesar Rp 1,269 triliun dana perimbangan sebesar Rp1,036 triliun dan lain- lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 622,047 miliar.

Beberapa fokus anggaran belanja di tahun 2020 diantaranya adalah bantuan siswa miskin dan rawan putus sekolah (DO), pelayanan Puskesmas rawat inap 24 jam di setiap kecamatan, pembangunan RSUD wilayah timur, pelaksanaan Pemilukada tahun 2020, pembangunan taman terpadu di setiap kelurahan dan pembebasan lahan saran prasarana umum.

Editor: Tokohkita

TERKAIT