Rachmat Gobel

Ingin Menjadikan Indonesia Negara Industri

  1. Beranda /
  2. Parlemen Kita /
  3. Rabu, 2 Oktober 2019 - 13:25 WIB

Rachmat Gobel /Istimewa
Rachmat Gobel
Foto: Istimewa

Sebelum menjadi kader Partai Nasdem, Gobel lebih dulu menduduki jabatan Menteri Perdagangan kabinet Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ia ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai menteri dari kalangan non-parpol pada 27 Oktober 2014.

TOKOHKITA. Nama Rachmat Gobel tak asing dalam dunia politik di Indonesia, meskipun dia memulai kariernya sebagai pengusaha. Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, penerus tahta Panasonic Gobel Group, Rachmat Gobel, memang memiliki karier politik yang cukup moncer.

Hingga akhirnya politisi Partai Nasdem ini ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR periode 2019-2024 dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10). Gobel dipastikan melenggang ke Senayan setelah memperoleh 146.067 suara dari total 721.032 suara di Provinsi Gorontalo pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Sebelum menjadi kader Partai Nasdem, Gobel lebih dulu menduduki jabatan Menteri Perdagangan kabinet Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ia ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai menteri dari kalangan non-parpol pada 27 Oktober 2014. Namun, jabatan itu hanya bertahan selama 10 bulan sebelum posisinya digantikan oleh Thomas Lembong.

Tercatat, Gobel baru bergabung dengan Partai Nasdem pada 2016 lalu. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menunjuk Gobel sebagai Anggota Dewan Pertimbangan. Meskipun terhitung belum terlalu lama menjadi kader, Partai Nasdem mengajukan Gobel sebagai Wakil Ketua DPR periode 2019-2024.

Rachmat angkat bicara soal visinya ketika ditunjuk menjadi salah satu pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. Ia menyatakan ingin mewujudkan Indonesia menjadi negara industri dalam lima tahun mendatang. Ia menyebutkan, selama ini masih ada sejumlah kementerian dalam fungsi operasionalnya saling tumpang tindih.

"Masih ada kementerian yang suka overlap, tidak saling mendukung. Nah, ini tantangan bagi kita agar dalam lima tahun mendatang, Indonesia menjadi negara industri,” katanya ketika ditemui usai dikukuhkan sebagai Wakil Ketua DPR RI di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.

Selain itu, menurut Rachmat, yang perlu dilakukan untuk mewujudkan Indonesia jadi negara industri adalah membangun nilai tambah terhadap produk-produk yang dihasilkan di dalam negeri. “Dari pengalaman saya, bahwa kalau kita ingin sukses, apalagi kita memasuki era globalisasi, adalah bagaimana kita membangun nilai tambah,” katanya

Tapi sebelum membangun nilai tambah, legislator dari Fraksi NasDem tersebut menyampaikan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas di dalam negeri. oleh karena itu ia menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air, sehingga kemampuan SDM tidak hanya dilihat dari ijazah. “Kita mesti mendorong pendidikan yang tidak hanya memberikan ijazah, tapi juga memberikan ketangkasan dan keahlian kepada mereka yang bisa langsung diimplementasikan,” ujarnya.

Ke depan, Rachmat menyampaikan akan mewujudkannya melalui program-program yang diperjuangkan selama menjabat sebagai anggota DPR RI. “Nanti kita bahas dalam program-program untuk mensinkronisasi tujuan tersebut,” katanya.

Editor: Tokohkita

TERKAIT