Pradi Supriatna, Wakil Walikota Depok

Menjadi Pemecut untuk Meraih Penghargaan Lain

  1. Beranda /
  2. Perspektif /
  3. Rabu, 31 Juli 2019 - 12:25 WIB

Pradi Supriatna/Tokohkita
Pradi Supriatna
Foto: Tokohkita

Bang Pradi juga mengapresiasi dukungan dari semua pihak selama ini yang telah membantu Pemerintah Kota Depok dalam pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan.

TOKOHKITA.  Siang itu, raut muka Wakil Walikota Depok ini nampak berseri-seri. Terlihat semringah ketika disapa dan menyapa para tamu di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Nasional Ikatan Pengusaham Muslimah Indonesia (Ipemi) yang resmi dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla di The Media Hotel and Towers, Jakarta, Senin (29/7/2019) lalu.

Tak hanya itu, Pradi Supriatna yang akrab disapa Bang Pradi ini dengan ramah melayani permintaan berfoto dengan sejumlah pengurus Ipemi dari berbagai darah, tamu undangan, dan tentunya juga rombongan pengurus Ipemi Kota Depok. Bang Pradi juga hangat bercengrama penuh keakraban dengan sejumlah tokoh nasional.

Memang, hari itu menjadi momen yang penting bagi Bang Pradi karena mendapat anugrah berupa penghargaan sebagai Top Top Eksekutif Muslim 2019 Bidang Pemerintahan dari Ipemi dan Majalah Madani. Anugrah Top Eksekutif Mulsim dan Muslimah diberikan kepada para tokoh di sejumlah bidang dari seluruh Indonesia yang telah memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam hal pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat.

Atas penghargaan tersebut, Bang Pradi juga mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang selama ini telah banyak membantu Pemerintah Kota Depok dalam program pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan. "Semoga, penghargaan lainnya bisa diraih lagi oleh Kota Depok," harap Pradi. Yang jelas, semua keberhasilan tersebut merupakan kontribusi dari banyak pihak dan peran aktif dari semua stakeholder di Kota Depok.

Ke depan, Wakil Walikota ini bilang, Pemerintah Kota Depok juga berkomitmen dalam pengembangan UMKM dan mencetak entrepreneur-entrepeneur yang baru, sehingga perekonomian Depok terus bertumbuh. Lebih lanjut mengenai hal ini, berikut petikan wawancara singkat Tokohkita dengan Bang Pradi:   

Bagaimana persaaan Bang Pradi meraih penghargaan Top Eksekutif Muslim 2019?

Ya, senang. Ini yang sangat kami syukuri. Artinya ini kerja dari teman-teman di birokrat terutama dinas terkait yang memang serius menangani hal ini. Dan Insya Allah akan menjadi pemecut bagi kami untuk meningkatkan hal-hal yang lainnya. Terimakasih untuk semua pihak, peningkatan-peningkatan ini mendapat apresiasi dari level nasional. Mudah-mudahan, untuk yang lainnya, akan lebih semangat kami tinggkatkan. Yang pasti, kami tentunya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh stakeholder, apalagi ini dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kegiatan ekonomi.

Rencana selanjutnya dalam pengembangan usaha di Kota Depok?

Memang ini sesuai basic saya. Tak jauh dari dunia saya. Makanya, kami begitu intensif dan serius pada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan ekonomi . Ini saya upayakan dan bisa berada di tengah-tengah sahabat-sahabat pengusaha, tidak hanya Ipemi tapi organisasi, wadah-wadah atau bidang-bidang lainnya yang kaitan dengan peningkatan kemampuan ekonomi tadi.

Jadi dukungan seperrti apa yang Pemkot Depok berikan terrhadap pengembangan UMKM?

Yang pasti ketika mereka begitu serius, masa kami engak ada. Kami harus hadir, tentunya negara juga harus hadir. Tuntutannya harus mampu menjembatani dengan pihak investor. Pun invertor-investor melakukan hal yang sama. Nah, ketika usaha-usaha yang dilakukan dan berangkat dari pembinaan-pembinaan  lewat kerjasama  dengan dinas terkait, kami pun harus menyediakan wadah-wadah untuk memfasilitasinya. Paling tidak, kami akan mengingatkan kepada investor-investor yang terutama level besar agar bisa bermitra dan menyediakan ruang bagi para pelaku UMKM di Depok.

Kalau tidak salah menyediakan space bagi UMKM ini janji politik saat kampanye pasangan Idris-Pradi?

Iya, saya bersama Pak Walikota  menyediakan kios bagi 1.000 UMKM.  Saya terus berkomunikasi dengan Pak Walikota juga pihak lainnya untuk merealisasikan program ini. Insya Allah, menjelang akhir massa kami, bisa tuntas. Saat ini, tinggal 77 kios lagi yang belum terealisasi dari 1.000 kios.

Selain program 1.000 kios bagi UMKM, dukungan apa lagi yang diberikan Pemkot Depok untuk membantu pelaku usaha khususnya pengusaha muslim?

Ketika Ipemi Kota Depok mengadakan reposisi kepengurusan belum lama ini, kami dari Pemkot Depok  melibatkan empat dinas terkait dalam rangka mencari tahu dan mendukung apa-apa yang bisa diberikan pemerintah. Harapannya bisa membantu kebutuhan kalangan UMKM. Misalnya yang sudah diberikan adalah bantuan dan fasilitasi untuk sertifikasi halal bagi produk UMKM.  Bagi kami, hal awal yang penting itu adalah legalitas dulu seperti sertifikasi.  

Apa ada anggaran khusus untuk proses sertifikasi halal produk UMKM?

Ada, dan tidak hanya dari APBD Depok tapi juga terdapat alokasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan bantuan CSR untuk memfasilitasi sertifikasi produk halal ini. Kami terus mengajukan ke Dinas Perindustrian Jawa Barat untuk memproses sertifikasi halal ini. Tahun lalu sudah dikeluarkan 40 sertifikat halal untuk UMKM, dan tahun ini baru sekitar 30 sertifikat halal. Harapannya, akan semakin banyak UMKM di Depok yang memiliki kejelasan legalitas, salah satunya sertifikat halal ini. Dengan demikian, produk UMKM akan semakin memiliki nilai tambah sehingga punya daya saing di pasar. 

Jumlah UMKM di Depok yang sudah terdaftar ?

Kalau dari berbagai data dan laporan, ada sekitar 3.000 wirausaha. Pemerintah Kota Depok terus berupaya mencetak pengusaha-pengusaha, entrepreneur baru lainnya.  Dan tugas pemerintah untuk mengembangkan UMKM sehingga dapat berkembang dan maju. Sebab keberaadaan para wirausahawan ini memang penting untuk peningkatan ekonomi. Yang jelas, selain melahirkan entrepreneur baru, tugas kami adalah bagaimana bisa membuat mereka naik kelas. Ini pekerjaan rumah besar bagi kami. 

Tantangan utama dalam pengembangan UMKM?

Yang paling mendasar adalah komuniksi. Makanya dengan adanya wadah-wadah seperti ini [Ipemi] akan mememudahkan kami untuk berkomunikasi, mengetahui titik-titik wilayah mana yang perlu kami intervensi, support, dan perlu kami hadir. Dan allhamduliah sinkronisai data dari teman-teman semua akan menjadi solusi untuk itu.

Editor: Tokohkita

TERKAIT