Wapres JK: Inspirasi HR Rasuna Said Harus Dicontoh Para Muslimah

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Senin, 29 Juli 2019 - 12:36 WIB

Jusuf Kala/Istimewa
Jusuf Kala
Foto: Istimewa

Menurut Jusuf Kalla inspirasi dari tokoh perempuan HR Rasuna Said harus menjadi contoh bagi anggota Ipemi untuk semakin sukses dalam berbisnis.

TOKOHKITA.Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong para pengusaha muslimah yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) agar meniru kiprah Hajjah Rangkayo Rasuna Said (HR Rasuna Said) dalam hal berbisnis. Inspirasi dari tokoh perempuan HR Rasuna Said ini harus menjadi contoh bagi anggota Ipemi untuk semakin sukses dalam berbisnis.

"Di Jakarta ini ada namanya Jalan Rasuna Said. Itu pengusaha muslimah, pengusaha wanita yang tentu mendapat penghargaan,  sehingga dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Setau saya, tidak ada penamaan jalan dasarnya dari pengusaha laki-laki di Jakarta," kata JK pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Ipemi di Jakarta, Senin, (29/7/2019).

Asal tahu saja, HR Rasuna Said merupakan tokoh pergerakan nasional yang juga seorang pengusaha. Ia lahir pada 15 September 1910 di Sumatra Barat. Rasuna Said kemudian aktif sebagai tokoh yang menentang kolonialisme dan perjuangan hak kaum wanita. Rasuna juga menjadi perempuan pertama yang ditangkap Belanda karena penggunaan kata-kata sangat tajam dengan tuduhan ujaran kebencian. Rasuna mendirikan sekolah putri dan majalah Menara Poeteri. "Harapan saya bahwa Ipemi ini dapat memajukan usaha para anggotanya dan mengajak muslimah lainnya menjadi pengusaha," harap politisi Partai Golkar ini yang juga dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia.

JK juga menekankan, penambahan pengusaha perempuan saat ini sangat mungkin terjadi. Dengan semakin baiknya tingkat pendidikan perempuan serta dengan kemajuan teknologi, maka akses untuk membuka usaha semakin terbuka. Keberadaan pengusaha ini punya peran penting bagi negara karena memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak. "Para pengusaha yang maju mampu pajak, sehingga memajukan negeri ini. Tanpa penerimaan pajak tidak mungkin negeri ini maju. Tanpa orang bekerja tidak mungkin negeri ini makmur," sebut JK.

Kembali pada soal pengusaha muslim, JK menilai, perempuan memiliki peran penting dalam kegiatan perekonomian khususnya untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Sebab itu, Ipemi diharapkan dapat mengajak Muslimah lain untuk terjun ke dunia usaha. JK pun menceritakan keberhasilannya hingga saat ini yang juga tidak lepas dari peran dua perempuan yang terjun di dunia bisnis, yaitu ibunya, Athirah Kalla dan istrinya, Mufidah Mi'ad Saad.

"Ibu saya, waktu ekonomi keluarga mengalami krisis karena krisis dunia, dialah yang mendukung kami semua. Juga saya di Jakarta ini kalau dihitung penghasilan saya sebagai wapres tidak bisa berjalan baik tanpa dukungan istri saya yang juga pengusaha," ujar Pendiri Grup Kalla ini. Atas dasar itu, dukungan dan peran perempuan dalam dunia usaha menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah pengusaha muslimah sekaligus memperkuat perekonomian.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil mengatakan, Rakernas ke-IV diselenggarakan untuk memberikan pelatihan serta bertukar pikiran antara Muslimah pengusaha dalam mengelola bisnis. Melalui rakernas, Ingrid berharap Ipemi mampu meningkatkan peran dan fungsi strategis dalam membantu pengembangan usaha para Muslimah untuk berkembang dalam pembangunan nasional.

Lebih lanjut Ingrid menjelaskan, Ipemi telah menginjak usia empat tahun. Artinya usia yang masih muda sebagai organisasi nasional. Berkat kepercayaan dari masyarakat, kini Ipemi sudah menjangkau kepengurusan di 34 provinsi, dan 340 kabupaten/kota bahkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Bahkan, Ipemi memiliki perwakilan di luar negeri yakni, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Turki, dan Amerika Serikat.

Yang terang, animo masyarakat yang besar tersebut dalam menerima kehadiran Ipemi karena tidak terlepas dari komitmen dan kontribusi nyata Ipemi untuk merangkul para pengusaha muslimah dan para muslimah yang ingin berwira usaha. "Ipemi ingin membangkitkan muslimah Indonesia yang punya percaya diri untuk maju berwirausaha. Sebab salah satu kendala dari para muslimah memulasi usaha sendiri adalah kurangnya rasa percaya diri. Di Ipemi, kami dorong dan bantu mereka untuk maju. Kami siapakan perangkat dasarnya apa saja. Dan banyak pengusaha besar juga bantu kawan-kawan yang baru, merintis ingin menjadi pengusaha," beber Ingrid.

Adapun anggota Ipemi terdiri dari muslimah yang telah menjadi pengusaha, muslimah yang ingin belajar menjadi pengusaha, dan muslimah yang ingin mendapat tambahan pendapatan untuk keluarga. Sementara program pengembangan dan pemberdayaan ekonomi oleh Ipemi mencakup warung muslimah, salon muslimah, penerbitan majalan Madani, serta pelatihan bisnis dan manajemen.

Editor: Tokohkita


TERPOPULER