Jusri Pulubuhu, Training Director JDDC

Hati Hati, Arus Balik Lebih Berisiko Ketibang Mudik

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Gaya Hidup /
  4. Minggu, 9 Juni 2019 - 13:40 WIB

Jusri Pulubuhu, Training Director JDDC/Istimewa
Jusri Pulubuhu, Training Director JDDC
Foto: Istimewa

Kenapa lebih berisiko, karena rata-rata orang itu sudah kelelahan usai Lebaran atau berlibur, jadi dengan tubuh yang sudah lelah, otomatis akan sangat berdampak pada konsentrasi saat berkendara.

TOKOHKITA. Masa libur Lebaran 2019 akan segera berakhir. Beberapa pemudik yang sebelumnya berangkat meninggalkan Jakarta untuk pulang ke kampung halaman, sekarang sudah mulai memadati sejumlah ruas Tol menuju ke arah Ibu Kota. 

Nah, memasuki musim arus balik, para pengendara mobil pribadi diminta lebih berhati-hati saat berkendara. Menurut Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, pada umumnya arus balik memiliki tingkat risiko yang lebih besar dibandingkan arus mudik. 

"Kenapa lebih berisiko, karena rata-rata orang itu sudah kelelahan usai Lebaran atau berlibur, jadi dengan tubuh yang sudah lelah, otomatis akan sangat berdampak pada konsentrasi saat berkendara. Itu baru dari faktor fisik, belum lagi dari beragam faktor lain, mulai dari kendaraan sampai yang kurang diperhitungkan adalah unsur psikologis," ucap Jusri seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (9/6/2019). 

Unsur psikologis yang dimaksud adalah beban pikiran yang ada di benak para pemudik saat akan kembali ke kota asal untuk menjalankan rutinitas sehari-hari.  Contoh paling sederhana, mengenai tabungan sudah habis usai digunakan pulang kampung. Belum lagi ditambah dengan beban-beban lainnya, seperti masih adanya biaya yang harus dikeluarkan usai sampai di Jakarta. 

Misal, membayar cicilan kendaraan atau rumah, mengeluarkan uang untuk keperluan anak sekolah, dan lain sebagainya.  "Meski sifatnya personal, tapi ini menjadi beban yang bila diakumulasikan dengan rasa lelahnya setelah mudik dan berlibur akan sangat mempengaruhi faktor keselamatan ketika berkendara. Konsetrasi akan teralihkan dengan pikiran tersebut, ditambah dengan rasa lelah mungkin saat berkendara akan mudah terpancing emosi, parahnya bila sampai hilang kendali," ucap Jusri. 

Guna menghindari hal buruk sepanjang perjalanan balik, para pemudik disarankan sudah memiliki banyak waktu untuk istirahat. Jusri juga mengingatkan agar tidak memaksakan terus berkendara bila badan sudah lelah atau mengantuk, tetap jaga konsentrasi dan menahan emosi agar selamat sampai tujuan. 

"Terlepas dari adaya rekayasa lalu lintas seperti one way saat balik, pengendara wajib memastikan benar-benar siap untuk mengemudi. Bila sudah lelah, segera menepi di tempat yang sudah disediakan, jangan paksa mengejar waktu tempuh," ujar Jusri.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER