Tulus Abadi,  Ketua Pengurus Harian YLKI

Tip Mudik Lebaran Menggunakan Transportasi Umum

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Rabu, 29 Mei 2019 - 00:54 WIB

Tulus Abadi/Istimewa
Tulus Abadi
Foto: Istimewa

Menurut data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mudik Lebaran kali ini diperkirakan terdapat 22,83 juta pemudik yang akan menggunakan angkutan umum. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,41 persen daripada tahun sebelumnya, 2018.

TOKOHKITA. Mudik Lebaran tidak harus menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan menggunakan angkutan umum pun bisa lebih nyaman, aman dan efisien.

Menurut data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mudik Lebaran kali ini diperkirakan terdapat 22,83 juta pemudik yang akan menggunakan angkutan umum.  Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,41 persen daripada tahun sebelumnya, 2018. Peningkatan paling tinggi pada penumpang bus umum, sebesar 3,88 persen yakni dari 4,51 juta penumpang pada 2018 menjadi 4,68 juta penumpang pada 2019.

Agar mudik pulang ke kampung halaman berlangsung aman, lancar dan selamat selama di perjalalanan, Tulus Abadi,  Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berbagi tip yang perlu diperhatikan konsumen sebelum mudik menggunakan transportasi umum.

Pertama, datang lebih awal di stasiun/terminal bus/pelabuhan/bandara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sehingga proses persiapan (check in dll) tidak terhambat. Sebab itu, pastikan tiket/ kode booking dan kartu identitas yang masih berlaku tidak tertinggal.

Kedua, hindari membawa barang terlampau banyak, dan siapkan uang tunai secukupya. Estimasi berapa biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan seperti makan, minum dan biaya-biaya kecil lainnya. "Tetaplah waspada, selama musim mudik tingkat kejahatan di terminal, stasiun, pelabuhan maupun bandara relatif meningkat," saran Tulus, Selasa (29/5/2019).

Selain itu, YLKI menyarankan agar pemudik membawa obat-obatan pribadi, terutama jika memiliki riwayat gangguan kesehatan yang bisa muncul tiba-tiba. Bawa obat-obatan penting seperti obat anti mabuk, obat sakit kepala, dan pegal-pegal untuk antisipasi. "Vitamin juga diperlukan," sebutnya.

Ketiga, yang juga tidak kalah penting,cTulus menyebutkan, pemudik harus mencatat nomor penting akses poin pengaduan. Manfaatkan nomor tersebut jika terjadi permasalahan dalam perjalanan selama mudik. "Sampaikan pengaduan dengan bahasa yang baik, sopan dan kronologis yang jelas," jelasanya.

Terakhir, upayakan menunggu jemputan keluarga atau transportasi umum di tempat yang ramai guna menghindari tindak kejahatan, terutama jika tiba ditujuan masih/sudah malam. "Dengan begitu, memperkecil peluang terjadi tindak kejahatan," tukas Tulus.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER