Gusti Randa

Dari Samsul Bahri, Menjadi Pengacara hingga Berlabuh di PSSI

  1. Beranda /
  2. Kiprah /
  3. Senin, 25 Maret 2019 - 10:30 WIB

Gusti Randa/Istimewa
Gusti Randa
Foto: Istimewa

Pergerakannya belakangan inipun kian kencang. Kini, Gusti Randa mendapat tugas memimpin PSSI, organisasi olahraga tertua di Indonesia. Gusti mengaku ditunjuk Plt Ketua Umum Joko Driyono yang memilih nonaktif untuk memfokuskan diri pada status tersangka dalam perusakan barang bukti pengaturan skor.

TOKOHKITA. Sepertinya, polemik seakan tak kunjung usai membelit kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai induk organisasi sepakbola di Tanah Air. Terbaru, munculnya sosok Gusti Randa. Memang, artis yang belakangan lebih banyak di dunia pengacara ini, bukan sosok bau kencur di tubuh PSSI.

Pergerakannya belakangan inipun kian kencang. Kini, Gusti Randa mendapat tugas memimpin PSSI, organisasi olahraga tertua di Indonesia. Gusti mengaku ditunjuk Plt Ketua Umum Joko Driyono yang memilih nonaktif untuk memfokuskan diri pada status tersangka dalam perusakan barang bukti pengaturan skor.

"Karena ini sifatnya penugasan, jadi dikeluarkan SK dari Ketua Umum (Joko Driyono). Tugas saya menyelenggarakan KLB," kata Gusti yang berkarier di PSSI sejak 2001 sebagai Ketua Badan Futsal Nasional seperti ditulis detikhot.

Penunjukkan tersebut dilakukan melalui rapat komite eksekutif (exco) PSSI, lembaga asal dirinya. Namun belakangan, Gusti memberi klarifikasi, termasuk membantah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PSSI. "Saya luruskan. Itu bukan keputusan Exco, itu diskresi kewenangan ketum. Saya menerima. Pak Joko tunjuk saya, makanya langkah pertama saya lakukan rapat Exco," jelas Gusti dilansir Liputan6.com.

Sementara dalam laman resmi PSSI, Gusti mengatakan penugasan itu berdasarkan surat tugas nomor 1015/UDN/568/III-2019 bertanggal 19 Maret 2019. “Ini penugasan biasa dengan agenda khusus, durasinya tidak terikat," katanya, Rabu (20/3). Jadi, Gusti punya tugas mempersiapkan dan melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2019 di Bali. Gusti pun menyebutkan tak ingin disebut Plt Ketum PSSI karena jika begitu dirinya dan Joko melanggar Statuta PSSI.

Pasalnya, seperti diatur dalam pasal 41 ayat 6 menyatakan Wakil Ketum PSSI akan menggantikan apabila Ketum atau Plt Ketum berhalangan. Jadi bila merujuk ke aturan ini, Iwan Budiyanto, semestinya menjalan peran Plt Ketum karena jabatannya sebagai Wakil Ketum PSSI.

Pemberian tugas oleh Ketum atau Plt Ketum pun sebenarnya tak ada dalam Statuta PSSI. Dalam pasal 40 soal kewenangan Ketum dinyatakan bahwa bila dirinya berhalangan maka Wakil Ketum yang akan menggantikan. Bahkan dalam ayat 7 disebutkan bahwa setiap kekuasaan tambahan dari Ketum PSSI harus dicantumkan dalam peraturan organisasi internal PSSI. Tidak diketahui apakah internal PSSI sudah mencantumkan itu.

Yang jelas, Gusti pun mengakui soal penugasan ini memang tak termuat dalam Statuta PSSI. "...ini sifatnya penugasan. Di Statuta PSSI juga tidak ada," ujar Gusti. Ini memang kontroversial. Namun, seperti dikatakan Gusti, paling penting adalah organisasi PSSI tetap berjalan.

Bagi Gusti, ini adalah pekerjaan tambahan setelah dirinya menjadi Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB). Penunjukkan Gusti sebagai komisaris dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/2). Penunjukan Gusti pun cukup mengejutkan. Apalagi eks-pemain film ini pernah menyampaikan PT LIB antara iya dan tidak menjadi operator Liga 1 dan 2 musim 2019.

Alasannya, pada 28 Januari, banyak hal yang mesti dipertimbangkan sebelum menentukan nasib PT LIB sebagai operator Liga 1. Antara lain format kompetisi, sponsor, dan dampak dari kasus pengaturan skor. "Setiap tahun, ada yang harus dilakukan yaitu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), apalagi CEO (maksudnya Dirut PT LIB) Berlinton Siahaan kan mundur (dari LIB) sehingga harus dilakukan RUPS," tutur Gusti dikutip BolaSport.com.

Gusti akhirnya ditunjuk menjadi komisaris. Gusti pun perlu mengawal rencana untuk memulai (kick-off) Liga 1 2019 pada 1-9 Mei 2019 nanti.

Namun, kabar mengejutkan datang dari LIB. Dua petingginya, yakni Tigor Shalomboboy dan Risha Adiwijaya dicopot jabatannya. Risha yang sebelumnya menjabat sebagai CEO sudah non aktif sejak pekan lalu. Dan, Tigor yang mengemban tugas sebagai Chief Oprating Officer (COO) juga menyusul akhir pekan ini. Keduanya dipastikan sudah tak lagi mengurus kompetisi musim depan.

Keduanya dipecat oleh kepengurusan PSSI baru yang tak lain dibawah kendali Gusti Randa dan Dirk Soplanit. Soal pemecatan tersebut, Gusti Randa tidak banyak bicara. "Soal kabar tersebut silakan ditanyakan ke direksi, ya. Direksinya pak Dirk Soplanit," ujarnya Gusti seperti dilansir Indopos, Senin (25/3/2019). "Soal pemberhentian (Tigor dan Risha) itu kewenangan Direksi PT LIB," timpal dia.

Fakta seputar Gusti Randa:

Publik lebih mengenal Gusti Randa sebagai sosok Samsul Bahri di sinetron Siti Nurbaya. Sinetron yang diangkat dari novel karya Marah Rusli itu amat terkenal pada tahun 1990-an. Pada 1997 Gusti menikahi Nia Paramita. Sempat bercerai pada 2006, keduanya kembali atau rujuk pada 2010. Sebelum terjun ke dunia sepak bola, Gusti sempat maju menjadi calon anggota legislatif dari wilayah Sumatera Barat. Ia menggunakan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) untuk maju ke parlemen pada pemilihan umum 2009. Sayang, upayanya gagal menjadi anggota DPR RI.

Kiprah Gusti di dunia sepak bola berawal dari keterlibatannya mempopulerkan futsal pada 2009 bersama legenda sepak bola Indonesia Ronny Pattinasarani. Langkahnya tak main-main. Ia kemudian membentuk Persatuan Olahraga Futsal Indonesia (POFI).

Namun upayanya mendapat protes dari federasi. Justru dari situlah karir Gusti di sepak bola mulai menanjak. Ia pernah menjadi Ketua Badan Futsal Nasional. Lalu pada 2011 dirinya sempat menjadi anggota tim verifikasi calon Ketua Umum PSSI.

Latar belakangnya sebagai pengacara membawanya terlibat dalam sengketa di tubuh klub Persija Jakarta. Saat terjadi dualisme di tubuh PSSI, Gusti berada di kubu Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang dimotori La Nyalla Mattalitti. Ia juga pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua Asosiasi Provinsi PSSI DKI Jakarta.

Di era kepemimpinan Ketua Umum Edy Rahmayadi, Gusti masuk di jajaran Komite Eksekutif. Di tengah kesibukannya mengurus PSSI, ia masih sempat mendampingi pemain Persija Jakarta Marko Simic yang tersandung kasus hukum di Australia. Pada Februari lalu, melalui rapat umum pemegang saham, Gusti ditunjuk menjadi komisaris PT Liga Indonesia Baru. Hal itu ditempuh lantaran posisi komisaris ditinggalkan oleh Glen Sugita.

Terakhir, Plt Ketua PSSI Joko Driyono menunjuknya menjadi pelaksana tugas harian. Dengan kata lain, saat ini Gusti Randa menjabat tiga posisi, yakni sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI, pelaksana tugas harian PSSI, dan Komisaris PT Liga Indonesia Baru.

Editor: Tokohkita

TERKAIT