Wayan Supadno

Berprestasi Lalu Berbagi

  1. Beranda /
  2. Opini /
  3. Senin, 18 Maret 2019 - 21:04 WIB

Wayan Supadno/Istimewa
Wayan Supadno
Foto: Istimewa

Untuk itu, mari kita bersatu bersinergi lalu berbagi kiat-kiat di lapangan maraih predikat sukses buat masyarakat dan bukan sekedar bukan buat diri sendiri. Jadi, hakekat sukses bukan sekedar sukses buat diri sendiri, tapi juga mampu mereplikan kesuksesannya kepada sekitarnya.

Dalam sebuah buku psikologi anak, berpendapat bahwa, "Jika kita menyalahkan anak muda maka sama artinya kita menyalahkan cermin di saat kita sedang ada di depannya. Anak muda apapun kenyataannya itulah sesungguhnya wujud nyata karya kita selaku orangtua yang mendidiknya. Jika parameternya hanya pelajaran formal sesungguhnya belumlah terdidik.” Artinya, jika kita mau menyelesaikan sebuah pekerjaan untuk jangka panjang, maka libatkanlah anak muda. Jika mau menyelesaikan pekerjaan besar, maka libatkanlah bersama orang banyak. Tapi jika pekerjaan kecil jangan tunda cukup dikerjakan sendiri saja.

Pekerjaan yang paling mudah adalah meniru, latah dengan apa yang sudah ada, apalagi jika itu ada di kelopak mata yang nyata memberi nilai tambah laba dan menambah nilai manfaatnya. Saya begitu bangganya jika melihat sosok anak muda tanpa banyak bicara tinggi-tinggi teoritis akhirnya terkesan tinggi hati, yang penting buktinya berprestasi dilandasi sikap rendah hati lalu mau slalu berbagi.  Karena proses upaya merefleksikan dirinya sendiri berikut di antaranya;

Pertama, Mas Rio Erlangga, sosok anak muda yang 2,5 tahun silam masih culun lugu datang ke rumah saya dengan berpakaian dinas perusahaan tempat dia bekerja. Tapi kini telah punya usaha mandiri, memiliki puluhan karyawan dan di atas 100 kepala keluarga (KK) petani plasmanya, karena telah menjadi pemgusaha agribisnis hilir, menampung hasil petani lalu disuplai ke supermarket dan  pabriknya sebagai bahan bakunya.Tapi, begitu loyalnya saat saya diminta memberi pembekalan di STPP (Polbangtan) Bogor lalu mengajak Mas Rio yang jawabnya slalu hanya," Siap pak, dilaksanakan."

Kedua, Mas Hadi, sosok anak muda berprestasi pemilik pabriknya pabrik inovasi di Malang, berkali - kali dapat juara lomba inovasi, produknya mesin inovasi telah banyak beredar termasuk ke berbagai negara, visinya memberi solusi dengan inovasi membumi.

Telah melibatkan tenaga kerja tak kurang dari 1.500 orang, sungguh sangat menginspirasi di saat banyak pengangguran yang umumnya sulit melangkah nyata tapi datang ke Mas Hadi langsung dapat pencerahan dan solusi nyata, ada mesin inovasi solusi berikut proposal sederhana kajian kelayakan bisnisnya, mulai kajian pasar, bahan baku, estimasi cash flow, harga pokok produksi (HPP) dan percepatan kembalinya modal (ROI).

Tapi juga begitu loyalnya, di saat ada Kampus di Surabaya UK Widia Mandala, meminta saya jadi narsumber, sehari sebelumnya saya telepon Mas Hadi agar ikut juga jadi narasumber, jawabnya hanya "Siap Pak, dilaknakan."

Ketiga, Bang Ody, anak muda di Medan, hebat pengusaha agroedukasi terintegrasi terpadu dan mandiri, ada kebun jeruk lemon, hutan aren dan ternak sapi dan lainnya. Luar biasa kecintaan yang teramat pekat kepada profesinya. Plasmaya juga ratusan KK Petani, dihimpun dirangkul dan dipersatukan menuju satu visi misinya mengibarkan nama besar bangsanya di pasar dunia internasional.

Tapi juga begitu loyalnya, saat saya mengisi acara di Kampus Wilmar Bisnis Indonesia yang target lulusannya wajib 100% jadi pengusaha walaupun mahasiswanya dominan dari kalangan keluarga Petani menengah ke bawah. Saat Bang Ody saya minya ngajar berbagi kisah kiatnya, jawabnya cuma satu saja, "Siap Pak, dilaksanakan".

Sesungguhnya, tentu masih banyak lagi anak muda rendah hati yang telah banyak mengukir prestasi emas buat bangsanya yang gemar berbagi kiat suksesnya agar makna hidup lebih terjabarkan secara nyata di lapangan, misal Agung Weda (eksportir) di Bali, Dr Purwanto (petani) di Banyuwangi, Mas Sutarjo (petani) di Bogor, Mas Ari (petani) di Bogor, Cak Zakky (eksportir) di Surabaya, Bang Andi Sirait (eksportir), Mas Winde (peternak) di Kediri dan lain sebagainya.

Untuk itu, mari kita bersatu bersinergi lalu berbagi kiat-kiat di lapangan maraih predikat sukses buat masyarakat dan bukan sekedar bukan buat diri sendiri. Jadi, hakekat sukses bukan sekedar sukses buat diri sendiri, tapi juga mampu mereplikan kesuksesannya kepada sekitarnya.

*Pengusaha dan praktisi pertanian juga banyak menjadi pembicara pada pelatihan dan seminar seputar bisnis investasi di sektor agribisnis

Editor: Tokohkita

TERKAIT