Bisnis Properti Lippo Kini di Tangan John Riady

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Selasa, 12 Maret 2019 - 21:44 WIB

John Riady/Istimewa
John Riady
Foto: Istimewa

Perseroan mengumumkan penunjukan John Riady sebagai Chief Executive Officer (CEO), Surya Tatang sebagai Chief Financial Officer(CFO), Peter Yu sebagai Director of Projects, dan Bret Matthew Ginesky sebagai Head of Investor Relations

TOKOHKITA. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan perubahan strategi bisnis secara menyeluruh untuk merekapitalisasi perseroan. Salah satu upayanya dilakukan dengan mengubah jajaran dewan komisaris dan direksi perseroan. Adapun direksi baru terdiri dari beberapa nama terkemuka di sektor real estat dan investasi global.

Jajaran dewan komisaris yang baru ditunjuk, terdiri dari John Prasetio, Presiden Komisaris Independen, bersama dengan Stephen Riady, George Raymond Zage III, Kin Chan, dan Anangga W. Roosdiono sebagai komisaris.

Selain itu, perseroan juga mengumumkan penunjukan John Riady sebagai Chief Executive Officer (CEO), Surya Tatang sebagai Chief Financial Officer(CFO), Peter Yu sebagai Director of Projects, dan Bret Matthew Ginesky sebagai Head of Investor Relations.

Marshall Martinus akan melanjutkan tugasnya sebagai Chief Operating Officer (COO). "Saya merasa terhormat untuk memegang jabatan sebagai CEO perseroan. Saya melihat peluang yang besar untuk membangun salah satu pengembang real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia, untuk mendorong keunggulan operasional, fokus, dan pendekatan yang lebih disiplin dalam alokasi modal," kata John Riady dalam keterangan resminya, Selasa (12/3/2019).

Dia juga berharap dapat bekerjasama dengan dewan komisaris dan tim manajemen LPKR yang baru untuk memberikan nilai yang lebih besar kepada para pemegang saham perseroan.

John Prasetio, Presiden Komisaris Independen menambahkan, dewan komisaris yang baru akan berfungsi sebagai penjaga visi, tata kelola, dan transparansi perseroan. "Kami berharap dapat memberikan pengawasan dan bekerja sama dengan Bapak John Riady serta tim manajemen Perseroan untuk mewujudkan kinerja LPKR dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar dia.

Sebagai bagian dari rencana transformasi, Perseroan telah menetapkan program pendanaan senilai
US$1.010 juta, yang terdiri dari: dana senilai US$ 730 juta dari hasil rights issue yang dijamin sepenuhnya oleh keluarga Riady (rights issue) dan dana senilai US$ 280 juta dari penyelesaian rencana divestasi aset.

Sebagai bukti kepercayaan terhadap strategi dan prospek LPKR, Bapak George Raymond Zage III1 dan Chow Tai Fook Nominee Limited2, masing-masing telah menandatangani perjanjian untuk membeli rights dan setuju untuk membeli saham melalui Rights Issue dengan komitmen total senilai USD70 juta.

Program pendanaan ini ditujukan untuk (i) mengoptimalkan neraca LPKR melalui penurunan rasio utang dan pelunasan kewajiban-kewajiban utang hingga US$ 275 juta; (ii) menyediakan buffer likuiditas yang cukup bagi LPKR untuk mendanai kewajiban bunga utang dan sewa REIT hingga akhir tahun 2020; dan (iii) mengoptimalkan nilai pemegang saham melalui investasi di proyek-proyek utama yang sedang berjalan.

Sejalan dengan komitmen Perseroan untuk menciptakan nilai pemegang saham melalui pembangunan platform real estat terintegrasi terbaik di industri, Perseroan telah mengidentifikasi tiga kompetensi inti sebagai fokus bisnis ke depan–perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls dan layanan kesehatan:

Pertama, dalam segmen perumahan di daerah perkotaan, LPKR akan fokus pada perluasan produk Urban Homes dan mengembangkan proyek-proyek value-added mixed-use untuk menangkap peluang peningkatan populasi masyarakat segmen menengah atas di Indonesia, di mana LPKR mempunyai posisi yang baik dengan memanfaatkan persediaan lahan luas yang diperoleh Perseroan di masa lalu dengan harga rendah.

Kedua, untuk segmen lifestyle malls, Perseroan akan berusaha mempertahankan kepemimpinan pasarnya di segmen ini, memanfaatkan potensi konsumsi domestik Indonesia yang besar, meningkatkan hasil aset melalui penyewaan secara proaktif dan pelaksanaan yang lebih baik, serta mengoptimalkan pendapatan melalui strategi daur ulang aset yang efisien.

Ketiga, untuk segmen layanan kesehatan, LPKR akan terus memberikan tingkat kualitas pelayanan klinis dan perawatan pasien terbaik, dan pada saat yang sama berupaya memberikan kinerja keuangan yang kuat dari aset-aset perseroan yang ada.

Dalam tiga tahun ke depan, LPKR akan menginvestasikan hingga US$ 100 juta dari penerimaan pendanaan dalam pengembangan delapan proyek utama yang saat ini sedang dibangun – Holland Village, Millenium Village, Monaco Bay Residences, St Moritz Makassar, Perkantoran Kemang, Embarcadero, Perkantoran Lippo Thamrin dan Holland Village Manado. Biaya untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan ini diperkirakan mencapai sekitar US$ 275 juta, dan akan sepenuhnya didanai oleh (i) modal investasi US$ 100 juta; (ii) piutang dagang yang akan diterima dari unit yang telah dijual; dan (iii) penjualan di masa mendatang dari proyek yang sudah selesai dan proyek dalam masa konstruksi.

Selain itu, LPKR bermaksud untuk menginvestasikan hingga US$ 200 juta dari penerimaan pendanaan untuk mengembangkan Meikarta dengan persetujuan untuk membeli berdasarkan hak yang dimiliki pro-rata 54,4%, dan bertindak sebagai pembeli siaga untuk setiap hak tersisa yang tidak digunakan oleh pemegang saham lain dari PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), dalam rencana Penawaran Umum Terbatas LPCK senilai US$ 200 juta. Proyek Meikarta diharapkan menjadi terobosan pengembangan terintegrasi berikutnya yang akan menjadi proyek infrastruktur dan fasilitas kelas dunia yang membanggakan termasuk di dalamnya pusat perbelanjaan, rumah sakit bertaraf internasional, universitas, pusat pameran internasional, serta pusat keuangan dan teknologi.

Terakhir, sebagai bagian dari penjualan Puri Mall, Perseroan harus membayar pajak dan biaya-biaya lain terkait transaksi tersebut serta kewajiban sewa REIT sebesar US$ 60 juta. Selain itu, LPKR berkomitmen untuk mempertahankan 30,7% sahamnya di LMIRT dengan berpartisipasi dalam rencana penggalangan modal oleh LMIRT di masa yang akan datang yang terkait dengan akuisisi Puri Mall. Hal ini diperkirakan akan membutuhkan sekitar US$ 60 juta dana dari LPKR.

Editor: Tokohkita

TERKAIT