Hanya Butuh 1,5 Hari CEO Ini Dapat Gaji Setara Upah Tahunan Pekerja

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Internasional /
  4. Sabtu, 16 Februari 2019 - 08:57 WIB

Austin Avuru/Istimewa
Austin Avuru
Foto: Istimewa

Global CEO Index menganalisis seberapa cepat CEO bisa mendapatkan upah rata-rata tahunan pekerja. Di Amerika Serikat (AS), CEO perusahaan ternama hanya perlu 1,5 hari untuk mendapatkan gaji yang setara dengan rata-rata gaji tahunan pekerjanya.

TOKOHKITA. Para chief executive officer (CEO) perusahaan di dunia bisa mengantongi rata-rata gaji tahunan pekerjanya hanya dalam hitungan hari. Bloomberg menganalisis kesenjangan upah antara CEO dan pekerja di 22 negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, dan India.

Global CEO Index menganalisis seberapa cepat CEO bisa mendapatkan upah rata-rata tahunan pekerja. Di Amerika Serikat (AS), CEO perusahaan ternama hanya perlu 1,5 hari untuk mendapatkan gaji yang setara dengan rata-rata gaji tahunan pekerjanya. 

Penulis buku The Case of Maximum Wage, Sam Pizzigati mengatakan, kesenjangan upah pekerja dengan CEO di AS pada 2016 naik delapan kali lipat dibanding tahun 1980. "Di mayoritas perusahaan besar, pekerja perlu bekerja lebih dari 300 tahun untuk memperoleh gaji setara gaji CEO setahun. Di McDonald's, pekerja biasa bahkan perlu waktu 3.101 tahun," kata Pizzigati seperti dikutip BBC.

Maklum saja, eksekutif-eksekutif puncak perusahaan yang bermarkas di AS memperoleh rata-rata gaji tahunan lebih dari US$ 14 juta. AS memuncaki Global CEO Index dengan rasio upah antara CEO dan rata-rata pekerja 265:1.

Sementara itu, CEO perusahaan di India hanya perlu sepertiga hari untuk mendapatkan gaji setara dengan rata-rata gaji tahunan para pekerjanya. CEO di Afrika Selatan hanya perlu tiga hari untuk mendapatkan upah pekerja rata-rata tahunan dan China 2,11 hari.

Para CEO di Swedia, negara terkenal dengan masyarakatnya yang lebih egaliter, memiliki rata-rata gaji tahunan sebesar US$ 2,79 juta. Dengan begitu, mereka hanya membutuhkan waktu 5,5 hari untuk menyamakan penghasilan tahunan rata-rata pekerjanya yang sebesar US$ 42.393.

Para CEO di negara Nordik lainnya yakni Norwegia juga bisa melebihi gaji tahunan para pekerjanya hanya dalam 15 hari. Mereka bisa mendapatkan penghasilan 20 kali lebih banyak dari upah tahunan pekerjanya yang rata-rata sebesar US$ 51.212.

Nigeria juga seakan tak mau kalah. Menurut laporan keuangan perusahaan, Seplat Petroleum Development Company menggaji CEO-nya, Austin Avuru sebesar US$ 1,3 juta per tahun. Padahal, menurut SalaryExplorer.com, upah rata-rata tahunan di Nigeria adalah sekitar US$ 16.700. Dengan begitu, Austin mampu menyamakan upah rata-rata tahunan pekerja di negara tersebut hanya dalam waktu kurang dari lima hari.

Negara lain yang tercatat memiliki kesenjangan penghasilan tinggi adalah Rusia. Menurut Forbes 2016, 25 CEO Rusia dengan bayaran tertinggi mendapatkan gaji tahunan rata-rata US$ 6,1 juta. Jika dibandingkan dengan upah tahunan rata-rata Rusia yang sebesar US$ 8.040, para CEO tersebut bisa mendapatkan gaji tersebut hanya dalam waktu setengah hari.

Sementara di Brazil, para CEO-nya bisa mendapatkan gaji rata-rata US$ 322.000 per tahun atau setara dengan delapan hari upah rata-rata tahunan nasional. Tak mau kalah, CEO di Meksiko bahkan menghasilkan rata-rata US$ 1,29 juta per tahun atau setara dengan empat hari upah rata-rata tahunan nasional.

Asisten profesor administrasi bisnis Harvard Business School Ethan Rouen mengatakan, publik dan pekerja memang perlu mendapat penjelasan dari angka-angka tersebut. Meskipun begitu, menurut dia, perbedaan upah tersebut harus dilihat dalam konteks yang lebih luas daripada hanya membandingkan angka rata-rata.

Apple misalnya, yang membayar CEO Tim Cook lebih dari 250 kali gaji tahunan rata-rata pekerja di AS. Menurut dia, hal ini disebabkan karena Apple mempekerjakan lebih banyak orang daripada perusahaan teknologi lain di dunia

Editor: Tokohkita

TERKAIT