Neta S Pane: Pelaku Teror Pembakaran Mobil Orang Terlatih

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Sabtu, 9 Februari 2019 - 08:26 WIB

Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch/Istimewa
Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch
Foto: Istimewa

IPW prihatin karena sudah lebih dari seminggu tapi belum ada tanda tanda kasus itu bakal terungkap. Sehingga motifnya masih misterius dan pelaku melakukan dengan sasaran acak, sehingga sulit terlacak.

TOKOHKITA. Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera mengungkap kasus pembakaran beruntun terhadap kendaraan bermotor di Jateng. Sebab dikawatirkan kasus itu bisa menjadi gangguan terhadap Pilpres 2019.

"IPW prihatin karena sudah lebih dari seminggu tapi belum ada tanda tanda kasus itu bakal terungkap. Sehingga motifnya masih misterius dan pelaku melakukan dengan sasaran acak, sehingga sulit terlacak," kata Neta S Pane, Ketua Presidium IPW dalam keterangan resminya, Sabtu (9/2/2019).

Melihat cara kerjanya, IPM menilai, aksi pembakaran ini dilakukan oleh orang yang sangat terlatih. Aksi pembakaran maupun percobaan pembakaran terhadap kendaraan di Jateng sudah terjadi 17 kali di Kota Semarang, delapan kali di Kabupaten Kendal, dan sekai di Kabupaten Semarang.

Aksi pembakaran kendaraan secara beruntun di Jateng ini adalah kejahatan baru dan merupakan teror yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Sayang, jajaran kepolisian belum bisa bekerja cepat untuk mengungkap kasus ini, sehingga modus dan pelaku maupun jaringannya belum terungkap .

Neta menyebutkan, akibatnya aksi teror model baru ini tidak hanya membuat warga Jateng resah tapi kecemasan juga melanda wilayah lain. Untuk itu, jajaran Polda Jateng dan Mabes Polri perlu bekerja keras untuk menangkap semua pelaku dan komplotannya. Polri harus mencari tahu, apakah aksi teror pembakaran kendaraan yang beruntun ini ada kaitan dengan konstelasi politik atau tidak.

Sebab jika dilihat dari modusnya, aksi pembakaran mobil secara beruntun ini bukan dilakukan pelaku kejahatan biasa dan bukan pula dilakukan oleh kelompok teroris. Dari aksi yang terlihat, pelaku tidak bekerja sendiri. "Artinya, ada kelompok lain di belakang para pelaku, yang sepertinya sengaja ingin memancing keresahan, kericuhan dan membuat kekacauan di wilayah Jateng," papar Neta.

Menurut IPW, bagaimana pun Jateng adalah wilayah paling panas menjelang Pilpres 2019. Hal ini dikarenakan Jateng merupakan lumbung suara Jokowi, sementara kubu Prabowo membangun sejumlah posko pemenangan di sini. Jadi bukan mustahil ada kelompok tertentu yang memancing di air keruh untuk membenturkan kedua kubu.

Ada pun aksi pembakaran kendaraan secara beruntun tersebut bisa jadi sebagai bagian provokasi untuk memancing di air keruh tadi. Untuk itu, Polda Jateng perlu bekerja cepat agar masyarakat tidak terprovokasi dan situasi menjelang Pilpres di Jateng tetap terkendali.

"Polda Jateng jangan takut siapa pun untuk mengungkap kasus ini. Semua yang terlibat harus ditangkap dan disapu bersih hingga ke jaringannya. Jika aksi ini dibiarkan, bukan mustahil kelompok ini beraksi ke daerah lain, misalnya ke Ibukota Jakarta atau Jawa Barat," ungkap Neta mengingatkan.

Editor: Tokohkita

TERKAIT