Mulai Maret 2019, VietJet Air Terbangi Indonesia

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Minggu, 20 Januari 2019 - 16:12 WIB

VietJet Air/Istimewa
VietJet Air
Foto: Istimewa

Kepastian itu disampaikan oleh Managing Director VietJet Air, Mr. Do Xuan Quang pada event ASEAN Tourism Forum (ATF) 2019, yang juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Teknologi Informasi, Samsriyono Nugroho.

TOKOHKITA. Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka rute baru ke Indonesia mulai triwulan pertama 2019 ini. Penerbangan akan dimulai pada Maret 2019 dengan rute Ho Chi Minh - Denpasar Bali dengan durasi 3,5 jam. Dilanjutkan dengan rute Ho Chi Minh - Jakarta yang dimulai pada akhir 2019.

Kepastian itu disampaikan oleh Managing Director VietJet Air, Mr. Do Xuan Quang pada event ASEAN Tourism Forum (ATF) 2019, yang juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Teknologi Informasi, Samsriyono Nugroho.

“Saya pastikan bulan Maret 2019 akan terbang ke Denpasar, Bali. Semua persiapan sudah kami lakukan. Enam bulan pertama, kami akan terbang 4 kali seminggu, selanjutnya akan menjadi _daily_ atau 7 kali seminggu,” kata Mr. Do Xuan Quang dalam keterangan resminya, Minggu (20/1/2019).

Jenis pesawat yang akan digunakan adalah Airbus 321 terbaru dengan kapasitas 226 penumpang. Do Xuan bilang, sekitar Desember 2019, Vietjet Air berencana terbang Ho Chi Minh–Jakarta, untuk memenuhi permintaan pasar dari businessman dan government relation.

Promosi akan digencarkan setelah tahun baru Imlek, atau akhir Januari hingga awal Februari mendatang. Penjualan tiket secara umum akan dimulai pada Maret 2019. “Sebagai bentuk komitmen kami, untuk mendorong Pariwisata Indonesia, dari originasi Vietnam, maka KBRI Hanoi pun akan ikut menyebarluaskan informasi ini,” kata Duta Besar Ibnu Hadi di Ha Long Bay City.

Menurut dia, pembukaan rute tersebut menjadi fokus dan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai perdagangan maupun investasi bilateral kedua negara. Pariwisata Vietnam, lanjutnya, telah berkembang pesat, termasuk pembangunan destinasinya.

“Lebih dari 5 juta wisatawan mancanegara (wisman) dari Tiongkok datang ke Vietnam, pada 2018 lalu. Lebih dari 3 juta wisman dari Korea Selatan juga terbang ke Vietnam. Mereka membangun destinasinya sangat serius. Diaspora-nya dilibatkan penuh untuk membangun Pariwisata Vietnam. Itu yang bisa kita pelajari dari Vietnam,” jelas Ibnu Hadi.

Sementara Menpar Arief Yahya mengatakan, pada 2018, Vietnam tumbuh paling cepat dengan angka 21%. sedangkan Indonesia masih di angka pertumbuhan 14%. Tahun 2017, Vietnam juga meningkat dengan pertumbuhan 30%, Indonesia masih di angka pertumbuhan 22%. “Kuncinya ada di deregulasi dan penerapan teknologi, dalam hal ini digital technology,” kata Arief.

Untuk membantu memudahkan VietJet terbang ke Indonesia, Kemenpar juga akan membantu promosi rute penerbangan baru ke Denpasar, Bali tersebut. Menurut Menpar, 75% orang ke Indonesia datang menggunakan transportasi udara, sehingga kunci utamanya ada di Airport, Airlines, dan AirNav (Authority).

“Saya biasa menggunakan rumus 3A, Atraksi, Akses, Amenitas dalam mengembangkan destinasi. Dengan target 20 juta wisman di 2019, maka akses menuju ke tanah air harus dibuat lebih lebar, lebih luas, dan lebih mudah," ujarnya.

Hadirnya VietJet memperkuat konektivitas udara ke tanah air ini memang menjadi harapan baru. Maskapai berbasis biaya rendah ini atau Low Cost Carrier (LCC) sudah membuka rute di 35 kota di Tiongkok, yang berangkat dari Vietnam.

Editor: Tokohkita

TERKAIT