Golongan Hutan, Gerakan Anak Milenial Selamatkan Hutan dari Korupsi SDA

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Rabu, 16 Januari 2019 - 08:40 WIB

Gerakan Anak Muda Selamatkan Hutan/Tokohkita
Gerakan Anak Muda Selamatkan Hutan
Foto: Tokohkita

Kelompok milenials menjadi target kampanye yang disasar oleh para kandidat capres-cawapres, mengingat angkanya yang sangat besar dan sebagian besar diantaranya adalah swing voters.

TOKOHKITA. Pemilu sebentar lagi akan berlangsung, untuk memilih presiden-wakil presiden, wakil rakyat di parlemen dan senator. Putaran debat kandidat capres-cawapres juga sudah di depan mata, diantaranya debat tema 1 yang akan mengupas korupsi, penegakan hukum dan HAM, dan debat tema tentang energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Para kandidat pun sudah menebar janji kampanye dengan berbagai aktivitas dan target kampanye. Kelompok milenials menjadi target kampanye yang disasar oleh para kandidat capres-cawapres, mengingat angkanya yang sangat besar dan sebagian besar diantaranya adalah swing voters.

Sayangnya, isu lingkungan hidup, hutan dan korupsi sumber daya alam masih menjadi isu pinggiran, belum banyak dibahas oleh sebagian besar publik atau pemilih, juga kelompok muda.  Padahal fakta menunjukkan Indonesia terus kehilangan hutan alamnya disulap jadi perkebunan sawit skala luas, industri tambang dan industri kertas.

Dan semua terjadi salah satunya akibat praktik pengelolaan sumber daya alam yang koruptif. Seluruh dunia mengakui bahwa Indonesia adalah pemilik hutan tropis ketiga di dunia, dan para koruptor telah mengakibatkan hutan kita terus terancam. https://www.golonganhutan.com/info-golhut/detail/hutan-indonesia-dalam-ancaman.

Bencana ekologis, hilangnya kebudayaan dan identitas masyarakat adat karena hutannya hilang, dan bahkan negara mengalami kerugian ekonomi, akibat dari deforestasi. (https://www.golonganhutan.com/info-golhut/detail/hutan-ditebang-bencana-datang). Sehingga, KPK menyatakan bahwa kerusakan lingkungan hidup adalah kerugian negara. https://www.golonganhutan.com/info-golhut/detail/daftar-koruptor-sda-kelas-kakap.

Kita tentu tidak mau anak muda mengenal hutan tropis kebanggaan Indonesia hanya dari cerita, juga tidak mau bencana ekologis terjadi dan memakan korban yang besar. Untuk itulah organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari WALHI, Coaction Indonesia, Kemitraan, Madani Berkelanjutan, Greenpeace Indonesia, Change.org, Rekam Nusantara Foundation, Econusa, dan HuMa yang selama ini memiliki perhatian dan kerja-kerja kampanye dan advokasi penyelamatan hutan, lingkungan hidup dan sumber daya alam, berkolaborasi membangun inisiatif bernama Golongan Hutan.

Khalisah Khalid, Koordinator Golongan Hutan mengatakan bahwa “gerakan ini adalah sebuah inisiatif dan gerakan bersama untuk menggandeng anak muda untuk bukan hanya melek politik, tetapi juga mengambil peran aktif untuk menyelamatkan hutan Indonesia, salah satunya dengan menjadi warga negara atau pemilih yang cerdas dan aktif.

Mencari tahu visi misi kandidat baik capres-cawapres, DPR/DPRD dan DPD, sejauhmana komitmen mereka dalam penyelamatan hutan dan pemberantasan korupsi yang mengancam hutan Indonesia. "Kami mengajak kelompok muda untuk aktif bertanya kepada kandidat, termasuk tidak ragu menanyakan dari mana sumber pendanaan atau dana kampanye kandidat, apakah ada dari perusahaan atau pebisnis yang merusak hutan dan menyingkirkan sumber-sumber kehidupan masyarakat,” katanya.

Golongan Hutan menyiapkan materi dan informasi terkait dengan kondisi hutan Indonesia dan ancamannya, serta pertanyaan-pertanyaan kunci yang bisa dilempar kandidat sebagai salah satu referensinya dan bertanya pada kanal sosial media. Harapan kami, gerakan dari publik, khususnya kelompok muda ini akan “memaksa” kandidat untuk membahas isu lingkungan hidup, bagaimana langkah-langkah menyelamatkan hutan Indonesia dan apa langkah konkret kandidat menyelamatkan bangsa ini dari kerugian negara karena korupsi SDA.

"Gerakan dari kelompok muda ini juga diharapkan akan terus “mengawal janji capres-cawapres” yang terpilih. Karena masa depan bangsa dan penyelamatan hutan dan sumber daya alam Indonesia ada di tangan anak muda," tegas Khalisah.

Editor: Tokohkita