Julyanto Sutandang, CEO PT Equnix Business Solutions

Software Management Database Terbaru Resmi Dirilis untuk Pasar Indonesia

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Teknologi /
  4. Jumat, 20 Maret 2020 - 12:52 WIB

Julyanto Sutandang, CEO PT Equnix Business Solutions/Istimewa
Julyanto Sutandang, CEO PT Equnix Business Solutions
Foto: Istimewa

Manajemen data yang mandiri, aman, luwes, dan andal adalah kunci untuk menentukan maju tidaknya sebuah perusahaan.

TOKOHKITA. Beberapa waktu lalu Bapak Presiden RI dalam pidatonya menekankan pentingnya pusat data yang dikembangkan di Indonesia. Potensi ekonomi digital dan jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar menuntut perhatian dan dukungan yang tepat agar bisa berkembang maksimal; pusat pengembangan data (data center) adalah salah satunya.

Pentingnya pusat data dikembangkan di Indonesia tentunya sejalan dengan visi dan misi PT. Equnix Business Solutions yang selalu aktif menyikapi perkembangan teknologi dengan memperkenalkan sebuah Relational Database Management System (RDBMS) komersial bernama 11DB. Dieja seperti Elephant-DB, produk ini adalah karya anak bangsa website: 11db.asia. 11DB adalah produk dengan lisensi komersial yang bisa dengan mudah bekerja dalam sistem ANSI-SQL dan PostgreSQL open source.

“Kami yakin 11DB bisa diterima secara global, baik di Indonesia maupun diluar negeri. 11DB merupakan solusi terbaik untuk semua sektor industri bisnis dan pemerintahan, serta akademisi, karena memiliki fitur terkini yang dibutuhkan pada era komputing modern saat ini,” kata Julyanto Sutandang, CEO PT. Equnix Business Solutions.

Ditujukan untuk segmen bisnis lebih tepatnya untuk kebutuhan financial yang membutuhkan kemampuan memproses transaksi yang tinggi dan aman, 11DB menjamin semua kebutuhan utama di segmen tersebut bisa dipenuhi dengan baik karena merupakan area of core competence dari 11 DB, yakni Reliability, Availability, dan Scalability.

Memberikan solusi terbaik untuk kalangan bisnis, 11DB dibuat berbasiskan sistem open source, PostgreSQL, dengan tambahan fitur-fitur utama yang sangat dibutuhkan yaitu (a) kemudahan pengembangan dan manajemen, (b) distribusi sebagai kontainer image, (c) High Availability yang terintegrasi, (d) konfigurasi  dibuat  otomatis dan mudah, (e) kemampuan monitoringnya menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan,  (f) kemampuan backup data yang otomatis dan bertingkat, (g) matrik analisis lengkap untuk pengaturan kapasitas.

Kebutuhan akan manajemen data di Indonesia saat ini sangat tinggi sehingga banyak perusahaan asing yang berlomba masuk ke area ini. Survei yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2018 lalu, mencatat adanya lebih 2.700 pusat data yang tersebar di 630 instansi baik pusat maupun daerah. Jika ditambah dengan perusahaan swasta, maka akan ada tambahan angka yang signifikan, yang sayangnya masih bergantung pada perusahaan asing.
 
11DB dibuat berdasar standar Internasional sehingga berkualitas tinggi dalam hal jaminan kelengkapan fitur dan tentu saja keamanan. “Perusahaan yang menggunakan 11DB juga akan mendapat kenyamanan tambahan yakni lebih cepat, lebih aman, dan lebih mudah dalam melakukan troubleshooting system, karena akan ditangani langsung oleh kami," pungkas Julyanto Sutandang. 11DB dipasarkan dengan lisensi komersial perpetual yang sesuai dengan kebutuhan investasi jangka panjang, meskipun juga dapat menggunakan sistem berlangganan yang fleksibel bisa pada premise pelanggan maupun di awan komputasi.

Mengapa Open Source
Di era persaingan digital yang panas dan ketat ini, andal, lengkap, dan aman adalah tuntutan utama perusahaan dalam menerapkan standar sistem TI mereka. Sistem open source seperti PostgreSQL bisa menjadi solusi software ideal. Performanya yang tinggi dan terpercaya akan menjadikan perusahaan tidak lagi tergantung pada sistem database komersial. PostgreSQL adalah raja database open source yang dapat digunakan sebagai alternatif utama dalam dunia bisnis.

PostgreSQL adalah DBMS dengan fitur paling lengkap di dunia dan dinobatkan sebagai DBMS of the Year 2018 oleh DB-Engine selama dua tahun berturut-turut. Di sisi popularitas, DB-Engines melaporkan bahwa database open source mengalami peningkatan popularitas setiap tahunnya sejak 2013 dan telah menggerus pangsa pasar database komersial. Sekalipun database komersial masih memimpin pasar, tapi database open source menunjukkan tren penguatan.

PostgreSQL adalah contoh dari perangkat lunak open source dengan lisensi model lisensi mirip BSD yang memungkinkan siapa saja untuk memasukkan PostgreSQL Source Code ke produk lain.
Ini adalah faktor yang bagus untuk memiliki produk perusahaan yang hebat yang berasal dari PostgreSQL. Beberapa contoh produk jenis ini adalah: IBM Netezza, AsterDB Terradata, Yahoo Everest, Heroku, Greenplum, Deepgreen, PPAS EDB, PostgresPro, 2ndPostgres, Fujitsu Enterprise Postgres, dan banyak lagi lainnya.

Perusahaan di seluruh dunia telah mengakui produk open source sebagai bagian dari sistem produksi mereka, dan telah menggunakannya selama beberapa dekade. Ada beberapa produk komersial yang berasal dari open source secara langsung dan tidak langsung. Istilah open source diciptakan pada tahun 1998, dan sebenarnya dimulai sekitar 80-an telah matang dan banyak digunakan dalam bisnis.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER