Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia

EHEF 2019 Bantu Pelajar dan Akademisi Indonesia Studi di Eropa

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. EDUKASI /
  4. Senin, 4 November 2019 - 07:00 WIB

Vincent Piket/Istimewa
Vincent Piket
Foto: Istimewa

EHEF 2019 di Jakarta merupakan bagian dari rangkaian tiga pameran, yang diselenggarakan di Surabaya pada 30 Oktober, Jakarta pada 2 & 3 November dan Bandung 5 November 2109. Tentunya akan banyak pelajar mendapatkan manfaat dengan bertemu langsung para perwakilan dari Perguruan Tinggi Eropa.

TOKOHKITA. European Higher Education Fair (EHEF) yang tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-11 kalinya di Jakarta, dibuka secara resmi oleh H.E Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, bersama dengan Prof. Dr. Ali Ghufron, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (SDID), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

EHEF 2019 di Jakarta merupakan bagian dari rangkaian tiga pameran, yang diselenggarakan di Surabaya pada 30 Oktober, Jakarta pada 2 & 3 November dan Bandung 5 November 2109. Tentunya akan banyak pelajar mendapatkan manfaat dengan bertemu langsung para perwakilan dari Perguruan Tinggi Eropa.

Pameran di Jakarta akan diikuti oleh 116 institusi pendidikan tinggi yang berasal dari 14 negara anggota Uni Eropa. Penyelenggaraan di tiga kota besar mengukuhkan EHEF sebagai pameran pendidikan Eropa terbesar di seluruh dunia yang setiap tahunnya menarik partisipasi lebih dari 100 institusi pendidikan tinggi dan lebih dari 18.000 pengunjung.

Eropa menjadi tujuan yang semakin populer dan diminati oleh pelajar  dan akademisi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi maupun penelitian mereka, Dalam beberapa tahun terakhir, ketertarikan pelajar terus bertambah dan jumlah pelajar Indonesia yang berangkat ke Eropa telah meningkat hingga 6.300 orang. Secara total, lebih dari 11.000 pelajar dan akademisi Indonesia saat ini sedang menempuh pendidikan di Eropa.

Vincent Piket menjelaskan, EHEF 2019 membantu para pelajar dan akademisi Indonesia yang berminat untuk studi di Eropa, untuk mendapatkan universitas dan program terbaik yang sesuai dengan minat mereka.  EHEF memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk bertemu dan berkonsultasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi Eropa seputar program, beasiswa, kesempatan, dan proses pendaftaran.

"Terwujudnya kegiatan ini, merupakan salah satu bukti dari minat dan kepentingan kedua belah pihak dalam membangun jejaring antar individu yang lebih luas dan lebih kuat, antara Uni Eropa dan Indonesia”, jelasnya.

Yang terang, Indonesia dan Uni Eropa bersama-sama mendukung pendidikan sebagai salah satu dasar penting untuk membangun sumber daya manusia berkelas dunia, membentuk masyarakat yang tangguh, serta mewujudkan dunia yang damai dan aman. "Berdasar itulah mengapa kita berada di sini hari ini, untuk menawarkan para pelajar berbagai pilihan pendidikan dan kesempatan untuk membuat perubahan di masa depan,” tambah Vincent Piket.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Ali Ghufron Mukti, Dirjen SDID Kemristekdikti bilang, Pemerintah Indonesia sangat bersyukur atas penyelenggaraan EHEF yang digelar ke-11 kalianya, sehingga dapat meningkatkan kapabilitas dan pembangunan sumber daya manusia kita.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Eropa sedemikian erat dan saat ini kita memfokuskan pada upaya-upaya untuk menyiapkan generasi unggul mengingat Price Waterhouse Cooper telah menempatkan Indonesia di urutan ke-4 sebagai negara dengan ekonomi terbesar  di tahun 2045. "Kami berharap melalui pameran Pendidikan ini, para pelajar, akademisi, professor Indonesia bisa berkolaborasi melalui berbagai program kerjasama antara Indonesia dengan Uni Eropa," harap dia.

Editor: Tokohkita

TERKAIT