Adji Kurniawan

17 Event di Danau Toba Tahun Ini, Angkat Tema 'Celebrating Nature in Art’

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Daerah /
  4. Selasa, 26 Februari 2019 - 10:23 WIB

Lake Toba 2019/Aji
Lake Toba 2019
Foto: Aji

Sepanjang 2019, ada 17 event yang akan memanjakan wisatawan saat berwisata di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

TOKOHKITA. Ke-17 agenda wisata bertema 'Celebrating Nature in Art' ini akan diawali dengan Pesta Adat Sihaporas (budaya) yang akan berlangsung di Desa Adat Sihaporas, Kabupaten Simalungun pada tanggal 18 Mei 2019.

Lalu Karnaval Si Gale-Gale (seni & budaya) di Pangururan, Samosir (8 Juni); Toba Caldera World Music Festival 2019 (seni, budaya, kuliner & kerajinan tangan) di Bukit Tarabunga, Balige, Kabupaten Toba Samosir (14-16 Juni); Flower & Fruit Festival (seni, budaya & wisata agro) di Brastagi, Karo (5-7 Juli); Festival Tumba (budaya) di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (20 Juli); dan Rondang Bittang Festival (budaya) di Desa Sarimatondang, Sidamanik, Simalungun (27-28 Juli).

Selanjutnya Gebyar Taput (olahraga & kuliner) di Lapangan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara tanggal 16-17 Agustus; Samosir Music International (seni & kuliner) di Tuk Tuk Siadong, Kabupaten Samosir (24 Agustus), Grand Fondo New York Lake Toba 2019 (olahraga) di Pulau Samosir (30 Agustus - 1 September); Tao Silalahi Art Festival (seni, budaya & kemah) di Tao Silalahi, Dairi (6-8 September); Oang Oang Festival (seni & budaya) di Lapangan Napa Sengkut, Salak (11-12 September); Karnaval Pesona Danau Toba (seni, budaya & kuliner) di Balige, Kabupaten Tobasa (13-15 September); dan Tour de Sinabung VI (olahraga) di Siosar, Kabupaten Karo (14-15 September).

Berikutnya Njuah Njuah Cultural Party (seni, budaya & kuliner) di Gedung Nasional Sidikalang tanggal 25-30 September; Festival Tenun Nusantara (seni, budaya & kuliner) di Tapanuli Utara (17-19 Oktober); Samosir Solu Bolon Festival (olahraga) di Samosir (7-10 November); dan Lake Toba Festival (seni, budaya & kuliner) di kawasan Danau Toba tanggal 9-12 Desember mendatang.

Dari 17 event dalam Calendar of Events (CoE) Danau Toba 2019 tersebut, ada Top-3 events atau yang menjadi unggulan yakni Karnaval Si Gale-Gale, Toba Caldera World Music Festival, dan Festival Danau Toba atau Lake Toba Festival. Sedangkan yang masuk 100 CoE Wonderful Indonesia 2019 pilihan Kemenpar adalah Festival Danau Toba.

Diluar 17 event itu, ada dua event Sumut lagi yang juga berhasil masuk 100 CoE Wonderful Indonesia 2019 yaitu Horas Samosir Fiesta yang akan digelar di Samosir tanggal 7 Maret  dan Festival Ya'ahowu di Nias, 16 - 20 November mendatang.

CoE Danau Toba 2019 tersebut diluncurkan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah dengan memukul gondang atau alat musik pukul tradisional Batak di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (25/2/2019) malam.

Dalam sambutannya Menpar Arief Yahya mengatakan ke 17 event tersebut terlebih yang Top-3 dan masuk 100 CoE Wonderful Indonesia 2019, harus mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) dalam jumlah besar untuk mencapai target tahun ini.

"Untuk itu pelaksanaannya harus konsisten, maksudnya rutin dan tepat waktu atau sesuai jadual. Jangan sampai diundur hanya karena menunggu ada pejabat/petinggi daerahnya sebab wisatawan bisa kecewa," pesan Arief Yahya.

Mengingat hampir 50 % wisatawan sekarang didominasi kaum millenials, Arief Yahya menyarankan agar di setiap event dibuat spot-spot selfie yang instragmable. "Tak kalah penting memanfaatkan panggung event yang besar dengan formasi yang spektakuler," tambah Arief Yahya.

Wagubsu Musa Rajekshah mengapresiasi peluncuran ke-17 CoE Danau Toba 2019 yang dilakukan jauh-jauh hari. "Seharusnya seperti ini, CoE Danau Toba ini diinformasikan ke masyarakat dari awal tahun supaya pengunjung atau wisatawannya punya persiapan untuk bertandang," terangnya.

Kata Musa, kalau wisatawannya yang datang bertambah, yang diuntungkan bukan hanya delapan kabupaten/kota di kawasan Danau Toba melainkan sejumlah kabupaten/kota lain di Sumut. "Karena turis yang datang ke Danau Toba biasanya akan berkunjung ke destinasi lain di Sumut, termasuk ke Nias," tambah Musa.

Dalam siaran pers tercatat kunjungan wisman ke Danau Toba tahun 2016 mencapai 233.643 wisman, lalu tahun 2017 naik menjadi 270.792 wisman. Sayangnya tahun 2018 justru turun menjadi 231.465 wisman. Pada tahun 2019 ini, Danau Toba ditargetkan mencapai 1 juta kunjungan wisman.

Peluncuran CoE Danau Toba 2019 dihadiri pula Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural sekaligus penanggung jawab 100 CoE Wonderful Indonesia 2019 Esthy Reko Astuti, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, dan sejumlah bupati di kawasan sekitar Danau Toba.

Acara peluncurannya juga dimeriahkan dengan penampilan penyanyi Petra Sihombing, grup musik gondang, dan penari tor-tor, serta sajian kopi khas Sumut oleh barista Rama Michael.

Dirut BPODT Arie Prasetyo dalam kata sambutan di bahan promo CoE Danau Toba 2019 menjelaskan 'Celebrating Nature in Art' menjadi tema besar CoE Danau Toba tahun ini dengan maksud untuk merayakan dan mensyukuri anugerah alam yang telah diberikan oleh Tuhan melalui berbagai ekspresi seni budaya.

"Lewat berbagai festival, pesta budaya, karnaval, pentas musik, pasar kuliner hingga sport tourism, dengan tren millenials tourism siap menyambut kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba sepanjang 2019 ini," terangnya.

Naskah & foto: Adji Kurniawan-Travelplus

Editor: Tokohkita

TERKAIT