Crowde, Pelopor Startup Bidang Agrikultur

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Selasa, 29 Januari 2019 - 15:07 WIB

Crowde/Istimewa
Crowde
Foto: Istimewa

CROWDE ingin membantu lebih banyak dengan secara masif membentuk kelompok paguyuban. Paguyuban binaan CROWDE akan mendapat edukasi seputar spiritual, sosial, dan pendalaman soal agrikultur itu sendiri.

TOKOHKITA. Menyambut tahun 2019 dengan meninggalkan tahun 2018, perjalanan panjang sudah dilalui CROWDE. Diantara selipan perjalanan tersebut, banyak prestasi yang telah berhasil ditorehkan. Sepanjang tahun 2018, CROWDE berhasil menyalurkan pendanaan sebesar Rp 51 miliar kepada para petani, peternak, nelayan, dan petambak di Indonesia. Total sudah ada 10 ribu pelaku usaha agrikultur yang telah mendapat pendanaan dari sekitar 23 ribu investor melalui 1.591 proyek permodalan yang ter-sirkulasi di platform CROWDE.

“Kami sangat mengapresiasi semua kontribusi dari Teman CROWDE, sebutan para investor kami, yang tidak pernah berhenti terus ikut membantu para pelaku usaha agrikultur di Indonesia”, ungkap Yohanes Sugihtononugroho, CEO CROWDE, penerima penghargaan Forbes 30 Under 30 tahun 2018.

CROWDE ingin membantu lebih banyak dengan secara masif membentuk kelompok paguyuban. Paguyuban binaan CROWDE akan mendapat edukasi seputar spiritual, sosial, dan pendalaman soal agrikultur itu sendiri. Mengajarkan tentang pemanfaatan teknologi, inovasi dalam pengelolaan usaha, serta pengetahuan pemasaran hasil produksi. Sudah ada 13 sesi kelas yang berhasil terlaksana di sepanjang tahun 2018.

Awalnya di tahun 2017, CROWDE hanya memiliki satu paguyuban binaan di Pangalengan, Jawa Barat. Hingga akhir tahun 2018, jumlah paguyuban binaan CROWDE berkembang menjadi 17 kelompok. Target di tahun 2019, CROWDE ingin terus mengembangkan paguyuban binaannya hingga tersebar di seluruh Pulau Jawa.

“Kelompok paguyuban dibentuk untuk mempersiapkan petani sebagai aktor yang akan menjalankan proyek permodalan. CROWDE juga memiliki visi, ingin merevolusi sistem pengelolaan agrikultur di Indonesia dengan menjadi partner bagi para pelakunya”, tambah Yohanes.

CROWDE optimis bisa terus bertahan karena masih ada 39,7 juta jiwa petani di Indonesia dengan luas lahan garapan yang mencapai 7,1 juta hektar yang membutuhkan bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia. Tidak selalu ini hanya menjadi beban pemerintah. Warga sipil pun bisa ikut serta memberi perubahan asal mau mencoba untuk membuka diri.

“CROWDE ingin merangkul para investor dengan benar-benar menjadikannya sebagai partner untuk tumbuh dan berkembang bersama menjadi satu keluarga besar kami”, tutup Yohanes.

Tentang CROWDE

CROWDE adalah startup fintek bidang pertanian yang memberdayakan petani di seluruh Indonesia dengan teknologi dan permodalan. Ribuan petani dan investor di seluruh Indonesia telah menaruh kepercayaan mereka kepada kami untuk mencapai apa yang belum pernah dilakukan sebelumnya: membangun ekosistem permodalan berkelanjutan untuk petani dengan cara menghubungkan pemodal yang mencari keuntungan dengan petani yang membutuhkan permodalan untuk mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan membantu masyarakat sekitar.

Di CROWDE, bidang pertanian adalah keahlian kami. Kami memahami cara penilaian untuk proyek permodalan dan mengelola risiko yang berkaitan dengan pertanian dengan sangat baik. Selain menghubungkan pemodal dan petani, kami juga mengintegrasikan seluruh ekosistem pertanian dari pemasok ke pelanggan melalui teknologi.

Para pemodal dan petani mitra kami memahami inti dari misi CROWDE. Keduanya adalah pihak yang sangat terdorong untuk memperbaiki masa depannya. Hal inilah yang menjadi inspirasi kami untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik.

Editor: Tokohkita

TERKAIT