Frank De Wittekasur

Cerita Frank Menemukan Kasur Mimpi

  1. Beranda /
  2. Kiprah /
  3. ENTREPRENEUR /
  4. Minggu, 20 Januari 2019 - 21:10 WIB

Frank De Wittekasur/Mimpi
Frank De Wittekasur
Foto: Mimpi

Frank menawarkan kasur terbaik untuk tidur di malam hari. Alasan kasur ini begitu nyaman untuk ditiduri adalah karena kasur Mimpi terbuat dari lateks murni dan memory foam yang mampu menopang tubuh dengan sempurna saat tidur. Tidur yang nyenyak merupakan kualitas tidur terbaik yang mampu diciptakan oleh kasur yang diproduksi Mimpi.

TOKOHKITA. Terkadang ide untuk merintis usaha datang tanpa diduga. Ada yang memulai usaha karena mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Itulah yang dialami Frank De Wittekasur, CEO PT Mimpi Indah Indonesia, sebuah perusahaan rintisan teknologi dan gaya hidup. Saat ini, Frank tengah mengembang usaha kasur dengan brand Mimpi.

Frank  menawarkan kasur terbaik untuk tidur di malam hari. Alasan kasur ini begitu nyaman untuk ditiduri adalah karena kasur Mimpi terbuat dari lateks murni dan memory foam yang mampu menopang tubuh dengan sempurna saat tidur. Tidur yang nyenyak merupakan kualitas tidur terbaik yang mampu diciptakan oleh kasur yang diproduksi Mimpi.

Lantas bagaimana Frank mengawali dan merintis usaha kasur Mimpi. Banyak lika-liku yang dihadapi Frank. Hal itu bermula ketika memutuskan pindah dan menikah dengan orang Indonesia. Frank memulai hidup baru dengan mengisi perabotan untuk rumah barunya, salah satunya adalah mencari kasur.

Pencariannya berawal dari showroom kasur lokal dengan ruang luas yang ditata rapi di bawah lampu neon. Semua kasur seperti terlihat serupa dan showroom pun terlihat biasa saja. “Saat saya berkeliling mencari kasur di beberapa showroom, salesman berusaha membujuk beli kasur. Mereka menawarkan potongan harga yang tidak masuk aka,” katanya kepada Tokohkita, belum lama ini.

Parahnya lagi, Frank bercerita, kasur tersebut hanya dapat dicoba selama beberapa menit yang tentunya mustahil untuk mengetahui apakah enak atau nyaman nantinya saat digunakan. Selain itu, syarat pengembalian yang rumit kalau konsumen tidak menyaki produk tersebut. Bagi Frank, dengan hampir seharian mencari kasur tanpa membuahkan hasil yang sesuai harapan membuatnya frustasi apalagi harus berjibaku dengan kemacetan parah di Jakarta.  

Memang, ia  telah hidup di Asia selama lebih dari 10 tahun dan memiliki pengalaman serupa. Hal ini memperjelas bahwa industri kasur masih memerlukan pembenahan. Alhasil, Frank kembali ke negara asalnya, Belgia, untuk berbicara dengan berbagai ahli industri dalam rangka merancang kasur sempurna dengan tampilan segar dan baru.

Frank juga percaya bahwa perusahaan harus memiliki etika, jujur, transparan, informatif, dan paling penting adalah memberikan produk berkualitas yang tidak harus mahal. Dengan latar belakang pengalaman dalam hukum, keuangan, tekstil, perdagangan kimia, pengembangan perumahan, manajemen hospitality, e-commerce, pemasaran & penjualan serta memiliki gelar magister hukum, Frank memantapkan hati untuk menciptakan kasur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti apa yang dialaminya. Kemudian, ia membawanya ke Indonesia untuk bekerjasama dengan pengrajin ahli, agar sepenuhnya menggabungkan yang terbaik antara negara berbeda

Kini, bisnis kasur Mimpi terus berkembang. Dan salah satu kunci keberhasilan usaha ini adalah kenyakinan Frank bahwa perusahaan harus memiliki etika, jujur, transparan, informatif, dan paling penting adalah memberikan produk berkualitas yang tidak harus mahal. Selain itu, ia banyak meluangkan waktu untuk merancang teknologi inovatif yang baru di Eropa. “Kami memiliki misi untuk menyediakan kasur mewah dan terjangkau untuk semua orang di Indonesia,” tukas Frank

Mimpi memiliki satu tujuan, yakni memberikan kasur premium yang awet dan memukau serta menyediakan tidur yang nyaman dengan harga terjangkau. Tanpa tipuan, tanpa trik, hanya kombinasi kerja keras, rancangan sempurna, dan layanan pelanggan yang baik. “Menghasilkan kasur yang pas bukanlah karena kami jenius, melainkan karena bertahun-tahun mengembangkan kasur untuk menciptakan hasil sempurna melalui percobaan dan mendengarkan pendapat orang banyak. Kami selalu membangun, mencoba, dan menerima pendapat dari berbagai orang untuk membangun kasur yang bisa digunakan siapa saja,” bebernya.

Sejatinya, transaksi e-commerce di Indonesia diproyeksikan bakal mencapai US$ 130 miliar pada tahun 2020 mendatang. Dengan populasi penduduk yang besar dan akses terhadap internet semakin mudah, sangat memungkinkan Indonesia menjadi pasar transaksi online terbesar di Asia.  Saat ini, transaksi online melalui portal e-commerce juga semakin populer digunakan di masyarakat luas.

Hal tersebut dinilai sebagai perkembangan positif, karena semakin mudah untuk menghubungkan penjual dan pembeli. Atas dasar itulah, PT Mimpi Indah Indonesia, terus mengembangkan e-commerce lewat platform mimpi.co.id, untuk menunjang penjualan produk kasur Mimpi, yang mulai dipasarkan sejak tahun 2016. Yang pasti, kasur Mimpi, bukan kasur biasa.

Pihaknya hanya memasarkan produk kasur Mimpi pada situs resmi milik perusahaan. Untuk pemasaran, selain di mimpi.co.id juga memamfaatkan saluran media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube untuk promosi. "Kami tidak melibatkan reseller untuk menjaga kualitas dan harga tetap terjangkau, tapi kompetitif dengan kasur merek terkenal," katanya.

Adapun harga kasur Mimpi dibanderol mulai Rp 2,8 juta-Rp 11 juta per unit. Untuk saat ini, mimpi.co.id baru memasarkan dua produk, yakni The Bounce dan The Mimpi, yang keduanya menggunakan bahan dari Belgia, meski proses produksi secara keseluruhan dilakukan di Indonesia.

Menurut Frank, Mimpi juga memanfaatkan marketplace lainnya dalam memasarkan produk tapi umumnya transaksi terjadi di situs resmi perusahaan. Berbeda dengan produsen kasur lainnya, Mimpi memberikan pengalaman berbelanja kasur lebih baik dan menawarkan masa percobaan selama 100 malam atau sekitar tiga bulan setelah pembelian. "Kalau tidak puas dan merasa tidak nyaman, bisa dikembalikan ke kami. Uang juga dijamin kembali secara utuh. Tapi sampai saat ini tidak ada yang komplain karena konsumen ketika memutuskan membeli sudah tahu produknya seperti apa," tuturnya.

Untuk memudahkan pengiriman, kasur Mimpi dikemas dengan teknologi kompresi yang tengah tren di sejumlah negara di wilayah Eropa dan Amerika Serikat. Kasur Mimpi dikirimkan ke rumah pembeli setelah dikompresi, dilipat, dan dimasukan ke dalam sebuah kotak berukuran lebih kecil, sehingga memmudahkan dalam pengiriman. Frank menyebutkan, kasur Mimpi memiliki fitur untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan bagi penggunanya.

Pasalnya, produk ini memiliki empat lapisan bahan berkualitas berbeda, yang mana setiap lapisan memiliki fitur khusus untuk mendukung dan memaksimalkan daya tahan, serta kenyamanan bagi penggunanya. "Berbeda dengan kasur premium lainnya di pasaran yang sebagian besar menerapkan teknologi pegas berulir atau coil technology, Mimpi menggunakan kombinasi sempurna dari beberapa lapisan bahan berkualitas premium," klaim Frank.

Lapisan tersebut merupakan busa lateks yang memberikan lambungan sempurna dan menjaga kasur tetap sejuk di malam hari, busa penghilang tekanan, dan busa memori (pressure-relieving and sinkable memory foam) yang dapat mengikuti bentuk tubuh guna menyangga postur tubuh dengan sempurna, high-resilience foam yang dapat menghentikan perpindahan gerak, dan firm-support base foam yang mampu memberikan tingkat kekerasan yang ideal pada kasur.

Editor: Tokohkita